alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Arema FC Berpotensi Bisa Turun Peringkat Lagi

BALI – Arema FC sudah melakukan segalanya untuk memetik tiga poin di laga tadi malam. Setelah gagal mengonversikan peluang-peluang di babak pertama, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida langsung memasukkan tiga pemain di awal babak kedua. Mereka yang dimasukkan adalah Dedik Setiawan, Sandi Sute, dan Diego Michiels. Tak cukup dengan itu, Ridwan Tawainella dan Genta Alparedo juga dimasukkan di interval kedua.

Namun takdir berkata lain, mereka harus kembali menelan kekalahan tipis 0-1 dari tim Jawa Timur, yakni Persik Kediri. Kekalahan itu memang tak sepenuhnya menutup peluang Singo Edan untuk menjadi juara BRI Liga 1. Namun hasil minus tersebut membuat kans mereka untuk merengkuh titel juara mulai menipis. Hingga tadi malam, Arema FC masih berada di peringkat kedua klasemen sementara. Mereka mengoleksi 55 poin.

Namun jumlah poin itu berpotensi dikejar dua tim lainnya, yakni Persib Bandung dan Bhayangkara FC. Selain hanya terpaut satu poin, kedua tim itu juga menyisakan satu pertandingan lebih sedikit dibandingkan Arema FC. Beranjak dari perbandingan itu, posisi Singo Edan berpotensi turun lagi. Itu bisa terjadi bila Bhayangkara FC menang atas Persita, juga Persib Bandung menang atas Persija. Dua laga itu bakal tersaji besok (1/3).

Sejak interval pertama, kedua tim bermain dengan tempo tinggi. Duel di lini tengah kerap tersaji. Tak kalah dengan Arema FC, penggawa Persik Kediri juga tampil spartan. Nama-nama seperti Fahmi Al-Ayyubi dan Faris Aditama bergantian mencoba merangsek ke pertahanan Singo Edan. Beruntung, barisan wing back yang diisi Jhon Alfarizi dan Rizky Dwi Febrianto masih cukup tangguh untuk dilewati.

Perlahan namun pasti, skema serangan Singo Edan mulai membuahkan peluang. Pertama tersaji di menit ke-27 lewat tandukan Carlos Fortes, memanfaatkan umpan yang dilepaskan Muhammad Rafli. Sayangnya, tandukannya itu masih melebar ke sisi kiri gawang Persik. Peluang berikutnya hadir di menit ke-42 lewat sepakan Jhon Alfarizi. Namun lagi-lagi Arema FC kurang beruntung, karena tendangan itu membentur mistar gawang yang dikawal Dikri Yusron.

Peluang berbahaya selanjutnya tercipta di menit ke-47. Sayangnya, Fortes yang sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper Persik belum mampu membukukan gol. Secara umum, jalannya babak pertama cukup berimbang. Itu bisa dilihat dari ball possession kedua tim. Arema FC membukukan 47 persen, sementara Persik 53 persen. Juga bisa dilihat dari total passing. Singo Edan mencatatkan 200 umpan sukses, sementara Persik 191 umpan. Singo Edan hanya unggul jumlah peluang saja di babak pertama.

Pada babak kedua, Arema FC sebenarnya lebih mendominasi permainan. Itu bisa dilihat dari ball possession di interval kedua. Arema FC mencatatkan 54 persen, sementara Persik mencatatkan 46 persen. Juga bisa dilihat dari total shots. Pada babak kedua, Arema FC mencatatkan 5 tendangan. Sementara Persik hanya 3 saja.

Namun kesolidan lini pertahanan Persik Kediri membuat pemain-pemain Singo Edan kesulitan untuk memaksimalkan semua peluang. Sebaliknya, tim berjuluk Macan Putih itu tetap bisa menekan dengan skema serangan balik cepat. Mimpi buruk bagi skuad asuhan Carlos Fortes pun hadir di menit ke-83. Tendangan bebas yang dilepaskan Risna Prahala Benta tak mampu ditepis Adilson Maringa.

Setelah gol tersebut, pemain Arema FC tampil lebih menekan. Di pengujung babak kedua, tercatat ada dua peluang berbahaya. Pertama tercipta di menit ke-87 lewat tandukan Jhon Alfarizi. Berikutnya di menit ke-89 lewat tendangan Ridwan Tawainella. Namun upaya itu masih belum membuahkan hasil hingga peluit akhir berbunyi.

Raut muka kecewa tampak ditunjukkan kapten Arema FC Jhon Alfarizi. ”(Kekalahan) ini membuat peluang juara kami sedikit berat. Tapi, kami akan mati-matian untuk menang di laga selanjutnya,” terang dia. Tercatat, di sisa musim ini Singo Edan menyisakan enam pertandingan lagi. Dua di antaranya bertajuk big match. Yakni melawan Bali United dan Persib Bandung.

Sementara itu, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida memastikan bila timnya sudah berbuat banyak hal di laga tadi malam. ”Kami memainkan permainan yang cukup bagus. Kami juga mencoba beberapa perubahan untuk mendapatkan gol. Tapi, kami kebobolan sebuah gol yang sangat bagus,” terang dia. Senada dengan Jhon, dia memastikan bila timnya bakal tampil all-out di enam laga sisa.

Pelatih Persik Kediri Javier Rocha mengakui bila laga tadi malam tak berjalan mudah. ”Pertandingan yang sangat keras. Kami tahu seberapa kuat mereka (Arema FC) di laga hari ini,” kata dia. Terkait kemenangan timnya, dia menyebut beberapa kuncinya. ”Karena semua pemain kami ingin menang dan ingin mendapatkan poin,” tambahnya.

Mantan pemain Persija Jakarta itu juga mengomentari gol indah yang diciptakan Risna Prahala Benta. ”Itu merupakan buah dari kerja keras dia selama ini di latihan,” terangnya. Sementara sang pemain memilih merendah soal gol tersebut. ”Dapat feeling tendangan bebas juga dibantu oleh pelatih,” kata dia kepada awak media. (gp/by)

BALI – Arema FC sudah melakukan segalanya untuk memetik tiga poin di laga tadi malam. Setelah gagal mengonversikan peluang-peluang di babak pertama, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida langsung memasukkan tiga pemain di awal babak kedua. Mereka yang dimasukkan adalah Dedik Setiawan, Sandi Sute, dan Diego Michiels. Tak cukup dengan itu, Ridwan Tawainella dan Genta Alparedo juga dimasukkan di interval kedua.

Namun takdir berkata lain, mereka harus kembali menelan kekalahan tipis 0-1 dari tim Jawa Timur, yakni Persik Kediri. Kekalahan itu memang tak sepenuhnya menutup peluang Singo Edan untuk menjadi juara BRI Liga 1. Namun hasil minus tersebut membuat kans mereka untuk merengkuh titel juara mulai menipis. Hingga tadi malam, Arema FC masih berada di peringkat kedua klasemen sementara. Mereka mengoleksi 55 poin.

Namun jumlah poin itu berpotensi dikejar dua tim lainnya, yakni Persib Bandung dan Bhayangkara FC. Selain hanya terpaut satu poin, kedua tim itu juga menyisakan satu pertandingan lebih sedikit dibandingkan Arema FC. Beranjak dari perbandingan itu, posisi Singo Edan berpotensi turun lagi. Itu bisa terjadi bila Bhayangkara FC menang atas Persita, juga Persib Bandung menang atas Persija. Dua laga itu bakal tersaji besok (1/3).

Sejak interval pertama, kedua tim bermain dengan tempo tinggi. Duel di lini tengah kerap tersaji. Tak kalah dengan Arema FC, penggawa Persik Kediri juga tampil spartan. Nama-nama seperti Fahmi Al-Ayyubi dan Faris Aditama bergantian mencoba merangsek ke pertahanan Singo Edan. Beruntung, barisan wing back yang diisi Jhon Alfarizi dan Rizky Dwi Febrianto masih cukup tangguh untuk dilewati.

Perlahan namun pasti, skema serangan Singo Edan mulai membuahkan peluang. Pertama tersaji di menit ke-27 lewat tandukan Carlos Fortes, memanfaatkan umpan yang dilepaskan Muhammad Rafli. Sayangnya, tandukannya itu masih melebar ke sisi kiri gawang Persik. Peluang berikutnya hadir di menit ke-42 lewat sepakan Jhon Alfarizi. Namun lagi-lagi Arema FC kurang beruntung, karena tendangan itu membentur mistar gawang yang dikawal Dikri Yusron.

Peluang berbahaya selanjutnya tercipta di menit ke-47. Sayangnya, Fortes yang sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper Persik belum mampu membukukan gol. Secara umum, jalannya babak pertama cukup berimbang. Itu bisa dilihat dari ball possession kedua tim. Arema FC membukukan 47 persen, sementara Persik 53 persen. Juga bisa dilihat dari total passing. Singo Edan mencatatkan 200 umpan sukses, sementara Persik 191 umpan. Singo Edan hanya unggul jumlah peluang saja di babak pertama.

Pada babak kedua, Arema FC sebenarnya lebih mendominasi permainan. Itu bisa dilihat dari ball possession di interval kedua. Arema FC mencatatkan 54 persen, sementara Persik mencatatkan 46 persen. Juga bisa dilihat dari total shots. Pada babak kedua, Arema FC mencatatkan 5 tendangan. Sementara Persik hanya 3 saja.

Namun kesolidan lini pertahanan Persik Kediri membuat pemain-pemain Singo Edan kesulitan untuk memaksimalkan semua peluang. Sebaliknya, tim berjuluk Macan Putih itu tetap bisa menekan dengan skema serangan balik cepat. Mimpi buruk bagi skuad asuhan Carlos Fortes pun hadir di menit ke-83. Tendangan bebas yang dilepaskan Risna Prahala Benta tak mampu ditepis Adilson Maringa.

Setelah gol tersebut, pemain Arema FC tampil lebih menekan. Di pengujung babak kedua, tercatat ada dua peluang berbahaya. Pertama tercipta di menit ke-87 lewat tandukan Jhon Alfarizi. Berikutnya di menit ke-89 lewat tendangan Ridwan Tawainella. Namun upaya itu masih belum membuahkan hasil hingga peluit akhir berbunyi.

Raut muka kecewa tampak ditunjukkan kapten Arema FC Jhon Alfarizi. ”(Kekalahan) ini membuat peluang juara kami sedikit berat. Tapi, kami akan mati-matian untuk menang di laga selanjutnya,” terang dia. Tercatat, di sisa musim ini Singo Edan menyisakan enam pertandingan lagi. Dua di antaranya bertajuk big match. Yakni melawan Bali United dan Persib Bandung.

Sementara itu, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida memastikan bila timnya sudah berbuat banyak hal di laga tadi malam. ”Kami memainkan permainan yang cukup bagus. Kami juga mencoba beberapa perubahan untuk mendapatkan gol. Tapi, kami kebobolan sebuah gol yang sangat bagus,” terang dia. Senada dengan Jhon, dia memastikan bila timnya bakal tampil all-out di enam laga sisa.

Pelatih Persik Kediri Javier Rocha mengakui bila laga tadi malam tak berjalan mudah. ”Pertandingan yang sangat keras. Kami tahu seberapa kuat mereka (Arema FC) di laga hari ini,” kata dia. Terkait kemenangan timnya, dia menyebut beberapa kuncinya. ”Karena semua pemain kami ingin menang dan ingin mendapatkan poin,” tambahnya.

Mantan pemain Persija Jakarta itu juga mengomentari gol indah yang diciptakan Risna Prahala Benta. ”Itu merupakan buah dari kerja keras dia selama ini di latihan,” terangnya. Sementara sang pemain memilih merendah soal gol tersebut. ”Dapat feeling tendangan bebas juga dibantu oleh pelatih,” kata dia kepada awak media. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/