MALANG KOTA – Meski terasa hambar pertandingan lanjutan Liga 1 2020 tanpa kehadiran penonton, namun pemain-pemain Arema FC mengaku tetap all-out saat bertanding nanti. Apalagi, saat ini tim masih berada di posisi 12 klasemen sementara. Butuh ekstra semangat untuk mengerek urutan klasemen.

”Secara pribadi sih inginnya ada penonton. Tanpa penonton (pertandingan) terasa hambar. Sebab, keberadaannya bisa berikan tenaga ekstra untuk yang ada di lapangan. Namun, kami bertekad ada atau tidak penonton akan tetap bermain all-out saat diturunkan,” ujar Kushedya Hari Yudo.

Mantan pemain PSS Sleman itu menambahkan, keputusan tanpa kehadiran penonton menjadi salah satu pilihan bagus di saat pandemi Covid-19 seperti sekarang.

“Ini kan masalahnya adalah musibah nasional dan semua orang juga terdampak. Jadi mau bagaimana lagi, harus mengikuti aturan yang ada,” kata pesepakbola berusia 26 tahun itu.

Senada dengan Yudo, Dedik Setiawan juga mengaku kalau mengikuti apa yang menjadi keputusan PSSI. ”Pertandingan pasti akan berbeda. Apalagi, sebelumnya ketika main di Kanjuruhan juga pasti ramai,” ungkap pemain asal Dampit itu.

Terkait pertandingan tanpa penonton, Dedik menuturkan kalau bukan kali pertama menjalani. Pasalnya, pada Liga 1 2018 lalu Arema FC sempat terhukum harus bermain tanpa penonton.

”Jadi sudah cukup pengalaman kalau menghadapi kondisi itu (pertandingan tanpa penonton),” kata Dedik.

Pewarta: Galih Prasetyo
Foto: Rubianto
Editor: Hendarmono Al S