alexametrics
31C
Malang
Thursday, 15 April 2021

Jadwal Padat, Pemain Arema Bakal Tanding Tiga Kali Tiap Pekan

MALANG KOTA – Pemain Arema FC harus siap menghadapi jadwal pertandingan yang ketat. Ini lantaran Liga 1 yang dimulai lagi Oktober mendatang, harus tuntas di bulan Februari 2021.

Seperti diketahui, Arema FC memiliki 31 laga yang harus dijalani. Dengan waktu lima bulan, maka setiap pekan, Arema FC bisa bertanding antara 2 sampai 3 pertandingan.

Jeda recovery untuk para pemain bakal lebih singkat. Ketika fisik mereka tak siap, potensi cedera tentu terbuka. Berkaca dari Liga 1 tahun 2019 lalu, problem tersebut memang kerap menghantui tim.

Salah satu contohnya tersaji saat Arema berhadapan dengan tim Kalteng Putra, 7 Agustus 2019 lalu. Di pertandingan tersebut, mereka harus kehilangan 5 pemainnya akibat cedera. ”Kalau jadwal padat, pelatih bisa kesulitan menyiapkan tim secara maksimal untuk pertandingan selanjutnya,” terang Asisten Pelatih Arema FC Charis Yulianto.

Kondisi itu, menurut dia, bisa memengaruhi kualitas permainan tim. Menurut dia, jeda antara satu pertandingan ke pertandingan lain yang pas adalah sepekan. Meski bakal bekerja lebih ekstra, dia memastikan bila Arema FC bakal all-out.

Charis menyebut bila timnya sudah menyiapkan sejumlah antisipasi terkait jadwal padat itu. ”Fokus pertamanya kini memang fisik. Sebab, ibarat motor, itu adalah bensinnya,” tuturnya. Alasan itulah yang membuat porsi latihan fisik kini diperbanyak.

Beruntungnya, tim Arema punya persiapan selama dua bulan (Agustus-September) sebelum kembali kembali turun dalam kompetisi. Pria asal Blitar itu menyebut bila waktu persiapan itu turut menguntungkan timnya. ”Latihan juga bisa berjalan dengan optimal,” terangnya.
Pewarta: Galih Prasetyo

MALANG KOTA – Pemain Arema FC harus siap menghadapi jadwal pertandingan yang ketat. Ini lantaran Liga 1 yang dimulai lagi Oktober mendatang, harus tuntas di bulan Februari 2021.

Seperti diketahui, Arema FC memiliki 31 laga yang harus dijalani. Dengan waktu lima bulan, maka setiap pekan, Arema FC bisa bertanding antara 2 sampai 3 pertandingan.

Jeda recovery untuk para pemain bakal lebih singkat. Ketika fisik mereka tak siap, potensi cedera tentu terbuka. Berkaca dari Liga 1 tahun 2019 lalu, problem tersebut memang kerap menghantui tim.

Salah satu contohnya tersaji saat Arema berhadapan dengan tim Kalteng Putra, 7 Agustus 2019 lalu. Di pertandingan tersebut, mereka harus kehilangan 5 pemainnya akibat cedera. ”Kalau jadwal padat, pelatih bisa kesulitan menyiapkan tim secara maksimal untuk pertandingan selanjutnya,” terang Asisten Pelatih Arema FC Charis Yulianto.

Kondisi itu, menurut dia, bisa memengaruhi kualitas permainan tim. Menurut dia, jeda antara satu pertandingan ke pertandingan lain yang pas adalah sepekan. Meski bakal bekerja lebih ekstra, dia memastikan bila Arema FC bakal all-out.

Charis menyebut bila timnya sudah menyiapkan sejumlah antisipasi terkait jadwal padat itu. ”Fokus pertamanya kini memang fisik. Sebab, ibarat motor, itu adalah bensinnya,” tuturnya. Alasan itulah yang membuat porsi latihan fisik kini diperbanyak.

Beruntungnya, tim Arema punya persiapan selama dua bulan (Agustus-September) sebelum kembali kembali turun dalam kompetisi. Pria asal Blitar itu menyebut bila waktu persiapan itu turut menguntungkan timnya. ”Latihan juga bisa berjalan dengan optimal,” terangnya.
Pewarta: Galih Prasetyo

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru