alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Dokter Tim Arema FC Keluhkan Jadwal Main Malam

BALI – Pada pertandingan pekan ke-21 tadi malam, musuh Arema FC tidak hanya Persipura Jayapura saja. Fisik para pemain juga digenjot. Setelah laga itu, masa recovery juga berlangsung singkat. Tim Singo Edan hanya punya waktu tiga hari saja untuk bersiap menghadapi laga selanjutnya. Jeda waktu itu terbilang mepet, karena idealnya tim butuh waktu persiapan minimal empat hari.

Selain itu, dengan bermain larut malam ketika menghadapi Persipura Jayapura tadi malam, pemain juga perlu mengelola waktu istirahat sebaik mungkin. Sebab, ketika bermain pukul 20.45 WIB atau 21.45 WITA, para pemain baru bisa istirahat (tidur) pada dini hari. Kondisi tersebut, menurut Dokter Tim Arema FC Nanang Tri Wahyudi memang tidak bisa dihindari.

Pasalnya, ketika bermain di waktu tersebut, tim baru bisa meninggalkan stadion sekitar pukul 24.00 WITA. Setelah itu melakukan perjalanan ke hotel yang menempuh waktu tidak sebentar. ”Ketika bermain di waktu itu (21.45 WITA), baru masuk hotel itu umumnya jam 1 dini hari,” jelas alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) tersebut.

Nanang menyebut bila sesampainya di hotel, umumnya pemain tidak bisa langsung tidur. Sebab, harus melakukan beberapa aktivitas dulu. Seperti bersih-bersih diri, setelah itu makan untuk mengembalikan energi yang terkuras sepanjang pertandingan. Baru setelah itu pemain bisa tidur. ”Kondisi fisik siap tidur itu biasa terjadi pada pukul 03.00 sampai 04.00 WITA,” papar pria yang sempat menjadi dokter tim Persija Jakarta tersebut.

Berkat itu, umumnya para pemain terpaksa melewatkan sarapan pagi. Tim pelatih juga bakal meniadakan latihan lapangan pada H+1 pertandingan. Berangkat dari kondisi tersebut, Nanang cukup menyayangkan ketika tim harus bermain larut malam. Pasalnya, pada jam tersebut umumnya adalah waktu istirahat untuk atlet. ”Rekomendasi kesehatan paling malam pukul 22.00 olahraga sudah selesai. Tapi, ini baru dimulai,” paparnya.

Meski begitu, Tim Medis Arema FC tidak menyerah. Menurutnya, antisipasi sudah dipersiapkan untuk membuat pemain tetap bugar. Di antaranya adalah dengan menyiapkan beberapa treatment dan mengatur asupan makanan pemain. ”Kami memberikan suntikan vitamin dan menambah nutrisi,” kata dia.

Ke depan, dia berharap kompetisi bisa berjalan dengan normal, yakni menggunakan sistem home-away dan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Pasalnya, dengan sistem bubble to bubble, jadwal menjadi lebih padat, dan tingkat kejenuhan pemain juga cukup tinggi.

Terpisah, mengenai kondisi tersebut, para pemain Arema FC sendiri mengaku pasrah. ”Kalau pemain berusaha profesional saja. Terkait jadwal tersebut, harus pintar-pintar membagi waktu untuk menjaga kondisi,” jelas Kushedya Hari Yudo. Umumnya, Yudo bakal melakukan recovery sebaik mungkin setelah pertandingan. Dia juga memperhatikan apa yang dikonsumsinya. ”Kami juga tidak bisa protes. Jadi langkah antisipasinya ya dengan disiplin,” kata dia.

Ke depan, masih ada beberapa jadwal Arema FC untuk bertanding malam hari. Tercatat ada empat agenda yang sudah menunggu. Di antaranya ketika melawan Persela Lamongan, Persija Jakarta, Madura United, dan Persebaya Surabaya. Menanggapi jadwal pertandingan malam itu, Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) Sudjarno memastikan bila penentuannya mengacu pada asas keadilan.

Alhasil, semua tim akan kebagian bermain di waktu-waktu tertentu. ”Semua tim bakal mendapatkan bagian yang sama, yakni bermain sore sampai malam,” kata dia. Penentuan waktu itu merupakan permintaan dari pihak Emtek selaku pemilik hak siar kompetisi BRI Liga 1. (gp/by)

 

BALI – Pada pertandingan pekan ke-21 tadi malam, musuh Arema FC tidak hanya Persipura Jayapura saja. Fisik para pemain juga digenjot. Setelah laga itu, masa recovery juga berlangsung singkat. Tim Singo Edan hanya punya waktu tiga hari saja untuk bersiap menghadapi laga selanjutnya. Jeda waktu itu terbilang mepet, karena idealnya tim butuh waktu persiapan minimal empat hari.

Selain itu, dengan bermain larut malam ketika menghadapi Persipura Jayapura tadi malam, pemain juga perlu mengelola waktu istirahat sebaik mungkin. Sebab, ketika bermain pukul 20.45 WIB atau 21.45 WITA, para pemain baru bisa istirahat (tidur) pada dini hari. Kondisi tersebut, menurut Dokter Tim Arema FC Nanang Tri Wahyudi memang tidak bisa dihindari.

Pasalnya, ketika bermain di waktu tersebut, tim baru bisa meninggalkan stadion sekitar pukul 24.00 WITA. Setelah itu melakukan perjalanan ke hotel yang menempuh waktu tidak sebentar. ”Ketika bermain di waktu itu (21.45 WITA), baru masuk hotel itu umumnya jam 1 dini hari,” jelas alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) tersebut.

Nanang menyebut bila sesampainya di hotel, umumnya pemain tidak bisa langsung tidur. Sebab, harus melakukan beberapa aktivitas dulu. Seperti bersih-bersih diri, setelah itu makan untuk mengembalikan energi yang terkuras sepanjang pertandingan. Baru setelah itu pemain bisa tidur. ”Kondisi fisik siap tidur itu biasa terjadi pada pukul 03.00 sampai 04.00 WITA,” papar pria yang sempat menjadi dokter tim Persija Jakarta tersebut.

Berkat itu, umumnya para pemain terpaksa melewatkan sarapan pagi. Tim pelatih juga bakal meniadakan latihan lapangan pada H+1 pertandingan. Berangkat dari kondisi tersebut, Nanang cukup menyayangkan ketika tim harus bermain larut malam. Pasalnya, pada jam tersebut umumnya adalah waktu istirahat untuk atlet. ”Rekomendasi kesehatan paling malam pukul 22.00 olahraga sudah selesai. Tapi, ini baru dimulai,” paparnya.

Meski begitu, Tim Medis Arema FC tidak menyerah. Menurutnya, antisipasi sudah dipersiapkan untuk membuat pemain tetap bugar. Di antaranya adalah dengan menyiapkan beberapa treatment dan mengatur asupan makanan pemain. ”Kami memberikan suntikan vitamin dan menambah nutrisi,” kata dia.

Ke depan, dia berharap kompetisi bisa berjalan dengan normal, yakni menggunakan sistem home-away dan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Pasalnya, dengan sistem bubble to bubble, jadwal menjadi lebih padat, dan tingkat kejenuhan pemain juga cukup tinggi.

Terpisah, mengenai kondisi tersebut, para pemain Arema FC sendiri mengaku pasrah. ”Kalau pemain berusaha profesional saja. Terkait jadwal tersebut, harus pintar-pintar membagi waktu untuk menjaga kondisi,” jelas Kushedya Hari Yudo. Umumnya, Yudo bakal melakukan recovery sebaik mungkin setelah pertandingan. Dia juga memperhatikan apa yang dikonsumsinya. ”Kami juga tidak bisa protes. Jadi langkah antisipasinya ya dengan disiplin,” kata dia.

Ke depan, masih ada beberapa jadwal Arema FC untuk bertanding malam hari. Tercatat ada empat agenda yang sudah menunggu. Di antaranya ketika melawan Persela Lamongan, Persija Jakarta, Madura United, dan Persebaya Surabaya. Menanggapi jadwal pertandingan malam itu, Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) Sudjarno memastikan bila penentuannya mengacu pada asas keadilan.

Alhasil, semua tim akan kebagian bermain di waktu-waktu tertentu. ”Semua tim bakal mendapatkan bagian yang sama, yakni bermain sore sampai malam,” kata dia. Penentuan waktu itu merupakan permintaan dari pihak Emtek selaku pemilik hak siar kompetisi BRI Liga 1. (gp/by)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/