alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Cabor Gulat Kabupaten Malang Bangun Tempat Latihan Mandiri

RADAR MALANG – Loyalitas pengurus cabang olahraga (cabor) gulat Kabupaten Malang patut jadi contoh. Meski tidak ada fasilitas dari pemerintah, mereka berinisiatif membangun kamp latihan sendiri. Tentu dengan dana pribadi.  Seperti yang dilakukan Ketua cabor gulat dan sambo Kabupaten Malang Sulastiman. Dia harus merogoh koceknya sendiri untuk membangun tempat latihan para atletnya. Lokasinya di Desa Tulus Besar, Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang.

Dia mengatakan, dengan anggaran yang minim maka masing-masing cabor harus mempunyai jurus tersendiri dalam melatih atlet. “Anggaran pembinaan atlet dan pelatih jauh dari harapan namun tak menyurutkan semangat para atlet untuk berlatih,” ujarnya.

Keterbatasan itu juga tidak menyurutkan para atlet dalam berprestasi. Dapat dibuktikan dengan atlet gulat asal Kabupaten Malang berhasil meraih tiga medali di PON Papua beberapa waktu lalu. Yakni Shinta Eka Arfenda dan Varadisa Septi Putri memperoleh medali emas dan Mutiara Ayuningtyas memperoleh medali perunggu.

“Tentunya prestasi sangat luar biasa yang mereka dapat, yang mana telah mengukir sejarah dalam keoalahragaan di Kabupaten Malang,” tutur Sulastiman.

Pria yang juga bekerja sebagai guru olahraga itu menambahkan, saat ini dia telah memiliki 19 orang atlet yang terdiri dari pelajar SMP, SMA hingga mahasiswa. Dari beberapa atlet itu sebagian merupakan anak yatim. Dari sisi ekonomi mereka kurang beruntung. Namun, mereka memiliki semangat yang begitu besar dalam berlatih. Semuanya ingin menjadi yang terbaik dan bisa mengharumkan nama Kabupaten Malang.

Ke depannya Sulastiman berharap, Pemkab Malang lebih meningkatkan perhatian terhadap prestasi olahraga. Karena pada tahun 2022 mendatang, atlet Kabupaten Malang akan bertanding di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII. Mereka juga menargetkan bisa masuk dalam peringkat tiga besar.

“Kami sangat optimistis jika Kabupaten Malang di Porprov Jatim VII Jember masuk tiga besar. Karena sudah dibuktikan di PON Papua, atlet Kabupaten Malang membawa pulang 37 medali,” tutupnya. (cj7/abm/rmc)

RADAR MALANG – Loyalitas pengurus cabang olahraga (cabor) gulat Kabupaten Malang patut jadi contoh. Meski tidak ada fasilitas dari pemerintah, mereka berinisiatif membangun kamp latihan sendiri. Tentu dengan dana pribadi.  Seperti yang dilakukan Ketua cabor gulat dan sambo Kabupaten Malang Sulastiman. Dia harus merogoh koceknya sendiri untuk membangun tempat latihan para atletnya. Lokasinya di Desa Tulus Besar, Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang.

Dia mengatakan, dengan anggaran yang minim maka masing-masing cabor harus mempunyai jurus tersendiri dalam melatih atlet. “Anggaran pembinaan atlet dan pelatih jauh dari harapan namun tak menyurutkan semangat para atlet untuk berlatih,” ujarnya.

Keterbatasan itu juga tidak menyurutkan para atlet dalam berprestasi. Dapat dibuktikan dengan atlet gulat asal Kabupaten Malang berhasil meraih tiga medali di PON Papua beberapa waktu lalu. Yakni Shinta Eka Arfenda dan Varadisa Septi Putri memperoleh medali emas dan Mutiara Ayuningtyas memperoleh medali perunggu.

“Tentunya prestasi sangat luar biasa yang mereka dapat, yang mana telah mengukir sejarah dalam keoalahragaan di Kabupaten Malang,” tutur Sulastiman.

Pria yang juga bekerja sebagai guru olahraga itu menambahkan, saat ini dia telah memiliki 19 orang atlet yang terdiri dari pelajar SMP, SMA hingga mahasiswa. Dari beberapa atlet itu sebagian merupakan anak yatim. Dari sisi ekonomi mereka kurang beruntung. Namun, mereka memiliki semangat yang begitu besar dalam berlatih. Semuanya ingin menjadi yang terbaik dan bisa mengharumkan nama Kabupaten Malang.

Ke depannya Sulastiman berharap, Pemkab Malang lebih meningkatkan perhatian terhadap prestasi olahraga. Karena pada tahun 2022 mendatang, atlet Kabupaten Malang akan bertanding di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII. Mereka juga menargetkan bisa masuk dalam peringkat tiga besar.

“Kami sangat optimistis jika Kabupaten Malang di Porprov Jatim VII Jember masuk tiga besar. Karena sudah dibuktikan di PON Papua, atlet Kabupaten Malang membawa pulang 37 medali,” tutupnya. (cj7/abm/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/