alexametrics
20.7 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Arema FC Hadirkan Eks Penggawa, Berikut Alasannya!

”SALAM SATU JIWA, AREMA” Kalimat itu disampaikan dengan penuh semangat oleh Hasyim Kipuw, saat diperkenalkan manajemen Arema FC, beberapa hari lalu. Pemain asal Tulehu, Maluku tersebut mengaku tidak pernah lupa dengan salam ikonik milik tim Singo Edan tersebut. Ya, meski telah malang melintang di jagat sepak bola nasional dengan memperkuat tiga klub berbeda, Arema FC tetap mempunyai tempat spesial dalam dirinya. Tercatat, Kipuw mempunyai tiga kesempatan untuk berkostum Singo Edan

Pertama di musim 2013. Itu menjadi momen spesial bagi dia untuk pertama kali. Sebab, saat itu dia bergabung dengan skuad Singo Edan yang mendapat predikat ’the dream team’. Sepak terjangnya juga tak main-main saat itu. Sebab selama semusim dia mencatatkan 28 kali penampilan. Dari total itu, Kipuw mampu menyumbang satu gol dan tiga assist. Dia mampu mengantar tim kebanggaan Aremania dan Aremanita finish di urutan kedua kompetisi. Serta menggondol trofi turnamen.

Kesempatan kedua Hasyim Kipuw berkostum Arema FC terjadi di musim 2015. Saat itu, dia juga merasakan momen indah bersama Singo Edan. Salah satunya yakni menjuarai turnamen Inter Island Cup 2014, yang dimainkan di tahun 2015. Sementara kesempatan ketiga Kipuw berkostum Arema FC akan dimulai musim depan. Dengan nama besar dan prestasi Singo Edan selama ini, dia mengaku cukup bangga dengan hal tersebut. ”Iya, ini menjadi suatu kebanggaan bisa kembali ke kota ini,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Malang. Saking bahagianya punya kesempatan berkostum Arema FC, Kipuw mengaku tidak butuh waktu lama untuk deal. ”Hanya butuh satu malam saja sebelum akhirnya sepakat,” kata pemain yang identik dengan nomor punggung 15 tersebut.

Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangannya untuk berkostum Arema FC lagi. Salah satu yang paling utama adalah keseriusan Singo Edan dalam membidik juara Liga 1 musim depan. Baginya, target tersebut sangat spesial. Karena bisa menjadi jalan menjawab rasa penasarannya untuk menjuarai kompetisi kasta atas. ”Mimpi saya adalah itu (juara Liga 1, red),” jelasnya. Dalam perjalanan kariernya, Kipuw memang sudah merasakan banyak gelar turnamen sampai Piala Indonesia. Namun, untuk trofi liga memang belum pernah dirasakannya. Demi hal tersebut, Kipuw rela membuang kesempatan untuk tampil di kompetisi tingkat Asia bersama PSM Makassar. Selain itu, dia juga siap untuk bekerja keras dan memberikan kontribusi lebih selama berkostum Arema. ”Yang pasti siap memberikan yang terbaik,” kata dia.

Target juara juga menjadi alasan khusus yang membuat Adam Alis mantap kembali ke Arema FC. Menurutnya, bisa membantu Singo Edan menggondol trofi liga musim depan sudah menjadi salah satu utang yang harus dibayar. Sebab, saat pertama gabung Arema FC di musim 2017 lalu, misi tersebut belum bisa dituntaskannya. ”Iya, saya punya janji yang belum terselesaikan, yakni membawa Arema FC juara,” kata dia kepada koran ini. Karena itu, dia bakal bekerja keras di musim depan untuk bisa membantu Singo Edan mendapatkan trofi tersebut. Sebelumnya, bersama Arema FC, Adam sudah pernah merasakan trofi Piala Presiden 2017, Trofeo Bhayangkara Cup 2017, serta menjadi pemain terbaik di Piala Presiden. ”Saya juga melihat bagaimana keseriusan manajemen Arema FC menyambut musim depan,” terangnya.

Selain dua aspek tersebut, keputusannya bergabung dengan Arema FC juga didasarkan pada alasan keluarga. Keluarga dari istrinya banyak yang berada di Jombang. ”Alhasil, saat ada tawaran dari Arema FC, istri juga setuju karena jadi bisa dekat dengan rumah keluarga,” kata dia. Support dari keluarga dinilai Adam menjadi hal yang sangat penting. Sebab, itu menjadi salah satu suntikan semangatnya ketika berada di lapangan. Sementara itu, sama dengan Hasyim Kipuw atau Adam Alis, Irsyad Maulana juga mengaku senang bisa berkostum Arema FC lagi. Baginya, Singo Edan sudah selayaknya rumah kedua baginya. Sebab, di awal kariernya, dia memang bermain di Malang. ”Saya bersyukur dengan kesempatan kedua yang diberikan manajemen ini,” kata dia.

Secara khusus, dia mengaku masih mempunyai utang budi untuk membawa Singo Edan menjadi juara. Di kesempatan pertamanya berkostum Arema FC, misi itu memang belum terwujud. Ketika itu, tepatnya di musim 2013, capaian tertingginya bersama Arema FC adalah menjadi runner-up liga. Musim depan, dia mengaku bakal all-out untuk mewujudkan misi mengantar Singo Edan merengkuh titel juara. Keputusannya gabung Arema FC tersebut juga cukup berani. Sebab di tim lamanya yakni Persita Tangerang, dia sudah menjadi andalan. Dan kerap tampil sejak menit awal di pos sayap kiri tim.

Sementara di Singo Edan, dia sadar tidak ada jaminan baginya untuk bisa menembus line-up. Meski begitu, keseriusan tim Singo Edan untuk musim depan lah yang menjadi pertimbangannya lainnya. ”Saya lihat musim depan Arema FC ingin juara. Karena itu saya bulatkan tekad untuk kembali ke sini,” tuturnya. Pertimbangan berikutnya terkait suasana tim. Irsyad mengaku masih berhubungan baik dengan pemainpemain lama Singo Edan. ”Itu membuat saya lebih enjoy dan nyaman,” terang pemain yang identik dengan nomor punggung 88 tersebut. (gp/by)

”SALAM SATU JIWA, AREMA” Kalimat itu disampaikan dengan penuh semangat oleh Hasyim Kipuw, saat diperkenalkan manajemen Arema FC, beberapa hari lalu. Pemain asal Tulehu, Maluku tersebut mengaku tidak pernah lupa dengan salam ikonik milik tim Singo Edan tersebut. Ya, meski telah malang melintang di jagat sepak bola nasional dengan memperkuat tiga klub berbeda, Arema FC tetap mempunyai tempat spesial dalam dirinya. Tercatat, Kipuw mempunyai tiga kesempatan untuk berkostum Singo Edan

Pertama di musim 2013. Itu menjadi momen spesial bagi dia untuk pertama kali. Sebab, saat itu dia bergabung dengan skuad Singo Edan yang mendapat predikat ’the dream team’. Sepak terjangnya juga tak main-main saat itu. Sebab selama semusim dia mencatatkan 28 kali penampilan. Dari total itu, Kipuw mampu menyumbang satu gol dan tiga assist. Dia mampu mengantar tim kebanggaan Aremania dan Aremanita finish di urutan kedua kompetisi. Serta menggondol trofi turnamen.

Kesempatan kedua Hasyim Kipuw berkostum Arema FC terjadi di musim 2015. Saat itu, dia juga merasakan momen indah bersama Singo Edan. Salah satunya yakni menjuarai turnamen Inter Island Cup 2014, yang dimainkan di tahun 2015. Sementara kesempatan ketiga Kipuw berkostum Arema FC akan dimulai musim depan. Dengan nama besar dan prestasi Singo Edan selama ini, dia mengaku cukup bangga dengan hal tersebut. ”Iya, ini menjadi suatu kebanggaan bisa kembali ke kota ini,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Malang. Saking bahagianya punya kesempatan berkostum Arema FC, Kipuw mengaku tidak butuh waktu lama untuk deal. ”Hanya butuh satu malam saja sebelum akhirnya sepakat,” kata pemain yang identik dengan nomor punggung 15 tersebut.

Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangannya untuk berkostum Arema FC lagi. Salah satu yang paling utama adalah keseriusan Singo Edan dalam membidik juara Liga 1 musim depan. Baginya, target tersebut sangat spesial. Karena bisa menjadi jalan menjawab rasa penasarannya untuk menjuarai kompetisi kasta atas. ”Mimpi saya adalah itu (juara Liga 1, red),” jelasnya. Dalam perjalanan kariernya, Kipuw memang sudah merasakan banyak gelar turnamen sampai Piala Indonesia. Namun, untuk trofi liga memang belum pernah dirasakannya. Demi hal tersebut, Kipuw rela membuang kesempatan untuk tampil di kompetisi tingkat Asia bersama PSM Makassar. Selain itu, dia juga siap untuk bekerja keras dan memberikan kontribusi lebih selama berkostum Arema. ”Yang pasti siap memberikan yang terbaik,” kata dia.

Target juara juga menjadi alasan khusus yang membuat Adam Alis mantap kembali ke Arema FC. Menurutnya, bisa membantu Singo Edan menggondol trofi liga musim depan sudah menjadi salah satu utang yang harus dibayar. Sebab, saat pertama gabung Arema FC di musim 2017 lalu, misi tersebut belum bisa dituntaskannya. ”Iya, saya punya janji yang belum terselesaikan, yakni membawa Arema FC juara,” kata dia kepada koran ini. Karena itu, dia bakal bekerja keras di musim depan untuk bisa membantu Singo Edan mendapatkan trofi tersebut. Sebelumnya, bersama Arema FC, Adam sudah pernah merasakan trofi Piala Presiden 2017, Trofeo Bhayangkara Cup 2017, serta menjadi pemain terbaik di Piala Presiden. ”Saya juga melihat bagaimana keseriusan manajemen Arema FC menyambut musim depan,” terangnya.

Selain dua aspek tersebut, keputusannya bergabung dengan Arema FC juga didasarkan pada alasan keluarga. Keluarga dari istrinya banyak yang berada di Jombang. ”Alhasil, saat ada tawaran dari Arema FC, istri juga setuju karena jadi bisa dekat dengan rumah keluarga,” kata dia. Support dari keluarga dinilai Adam menjadi hal yang sangat penting. Sebab, itu menjadi salah satu suntikan semangatnya ketika berada di lapangan. Sementara itu, sama dengan Hasyim Kipuw atau Adam Alis, Irsyad Maulana juga mengaku senang bisa berkostum Arema FC lagi. Baginya, Singo Edan sudah selayaknya rumah kedua baginya. Sebab, di awal kariernya, dia memang bermain di Malang. ”Saya bersyukur dengan kesempatan kedua yang diberikan manajemen ini,” kata dia.

Secara khusus, dia mengaku masih mempunyai utang budi untuk membawa Singo Edan menjadi juara. Di kesempatan pertamanya berkostum Arema FC, misi itu memang belum terwujud. Ketika itu, tepatnya di musim 2013, capaian tertingginya bersama Arema FC adalah menjadi runner-up liga. Musim depan, dia mengaku bakal all-out untuk mewujudkan misi mengantar Singo Edan merengkuh titel juara. Keputusannya gabung Arema FC tersebut juga cukup berani. Sebab di tim lamanya yakni Persita Tangerang, dia sudah menjadi andalan. Dan kerap tampil sejak menit awal di pos sayap kiri tim.

Sementara di Singo Edan, dia sadar tidak ada jaminan baginya untuk bisa menembus line-up. Meski begitu, keseriusan tim Singo Edan untuk musim depan lah yang menjadi pertimbangannya lainnya. ”Saya lihat musim depan Arema FC ingin juara. Karena itu saya bulatkan tekad untuk kembali ke sini,” tuturnya. Pertimbangan berikutnya terkait suasana tim. Irsyad mengaku masih berhubungan baik dengan pemainpemain lama Singo Edan. ”Itu membuat saya lebih enjoy dan nyaman,” terang pemain yang identik dengan nomor punggung 88 tersebut. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/