alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Asifa Berburu Pemain Sepak Bola Putri

MALANG KOTA – Aji Santoso Internasional Football Academy (Asifa) melebarkan sayapnya. Ke depan, mereka tidak akan berfokus pada pembinaan pemain putra saja. Sebab, pembinaan di sektor sepak bola putri juga sudah disiapkan mereka. Realisasinya dimulai Sabtu lalu (26/6), saat launching tim ASIFA Women dilakukan. Semakin berkembangnya sepak bola putri di Indonesia menjadi alasan utama untuk berburu pemain sepak bola putri berkualitas.

”Progres sepak bola putri di Indonesia sangatlah luar biasa. Malah sekarang sudah ada kompetisinya juga,” jelas Direktur Oprasional ASIFA Nuzul Kifli. Dengan animo positif itu, mereka berharap bisa menjadi pionir akademi yang fokus melakukan pembinaan untuk pesepak bola putri. Ke depan, ASIFA Women bakal segera melakukan proses seleksi.

Seluruh pesepak bola putri yang ada di Indonesia bisa mengikutinya. Yang penting masuk dalam kategori pemain junior, yang berusia minimal 12 tahun dan maksimal 20 tahun. ”Seleksi akan dilakukan pada 3 sampai 4 Juli. Tujuannya adalah melihat bakat-bakat sepak bola putri,” jelas eks pemain PSP Padang itu.

Disebut dia, mereka yang nanti tergabung dalam ASIFA Women bakal mendapatkan fasilitas layaknya para pemain putra yang ada di sana. Seperti fasilitas sekolah, latihan, gym, sampai dengan mess. ”Kenapa harus di mes? Salah satu tujuannya adalah memudahkan kami untuk memantau perkembangan pemain,” jelas Nuzul. Untuk lebih maksimal dalam melakukan pembinaan, dia menyebut bila pelatihnya nanti bakal memiliki lisensi semua. ”Dengan pelatih bagus, perkembangan pemain muda juga bakal bisa maksimal,” kata dia.

Seleksi akademi sepakbola puteri ASIFA sendiri akan berlangsung pada tanggal 3-4 Juli 2021, bertempat di Lapangan ASIFA Kota Malang. Seluruh calon peserta dari penjuru Indonesia bisa bergabung pada seleksi tersebut, terkecuali diatas umur 20 tahun.

Nuzul menuturkan, pihaknya ingin menampung atau menjadi wadah pengembangan bagi atlet atau pesepakbola putri. Karena masih cukup jarang ada di Indonesia. “Kita tahu, akademi sepakbola wanita di Indonesia ini masih langka. Oleh karena itu, kita melihat dan menangkap peluang. Setelah kita diskusikan dengan teman-teman staff dan pelatih, maka kami memutuskan untuk melaunching atau membuka tempat pengembangan sepakbola putri,” jelasnya.

Pewarta: Galih R Prasetyo, Andika Satria

MALANG KOTA – Aji Santoso Internasional Football Academy (Asifa) melebarkan sayapnya. Ke depan, mereka tidak akan berfokus pada pembinaan pemain putra saja. Sebab, pembinaan di sektor sepak bola putri juga sudah disiapkan mereka. Realisasinya dimulai Sabtu lalu (26/6), saat launching tim ASIFA Women dilakukan. Semakin berkembangnya sepak bola putri di Indonesia menjadi alasan utama untuk berburu pemain sepak bola putri berkualitas.

”Progres sepak bola putri di Indonesia sangatlah luar biasa. Malah sekarang sudah ada kompetisinya juga,” jelas Direktur Oprasional ASIFA Nuzul Kifli. Dengan animo positif itu, mereka berharap bisa menjadi pionir akademi yang fokus melakukan pembinaan untuk pesepak bola putri. Ke depan, ASIFA Women bakal segera melakukan proses seleksi.

Seluruh pesepak bola putri yang ada di Indonesia bisa mengikutinya. Yang penting masuk dalam kategori pemain junior, yang berusia minimal 12 tahun dan maksimal 20 tahun. ”Seleksi akan dilakukan pada 3 sampai 4 Juli. Tujuannya adalah melihat bakat-bakat sepak bola putri,” jelas eks pemain PSP Padang itu.

Disebut dia, mereka yang nanti tergabung dalam ASIFA Women bakal mendapatkan fasilitas layaknya para pemain putra yang ada di sana. Seperti fasilitas sekolah, latihan, gym, sampai dengan mess. ”Kenapa harus di mes? Salah satu tujuannya adalah memudahkan kami untuk memantau perkembangan pemain,” jelas Nuzul. Untuk lebih maksimal dalam melakukan pembinaan, dia menyebut bila pelatihnya nanti bakal memiliki lisensi semua. ”Dengan pelatih bagus, perkembangan pemain muda juga bakal bisa maksimal,” kata dia.

Seleksi akademi sepakbola puteri ASIFA sendiri akan berlangsung pada tanggal 3-4 Juli 2021, bertempat di Lapangan ASIFA Kota Malang. Seluruh calon peserta dari penjuru Indonesia bisa bergabung pada seleksi tersebut, terkecuali diatas umur 20 tahun.

Nuzul menuturkan, pihaknya ingin menampung atau menjadi wadah pengembangan bagi atlet atau pesepakbola putri. Karena masih cukup jarang ada di Indonesia. “Kita tahu, akademi sepakbola wanita di Indonesia ini masih langka. Oleh karena itu, kita melihat dan menangkap peluang. Setelah kita diskusikan dengan teman-teman staff dan pelatih, maka kami memutuskan untuk melaunching atau membuka tempat pengembangan sepakbola putri,” jelasnya.

Pewarta: Galih R Prasetyo, Andika Satria

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/