alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Seleksi Pemain Persekam Metro FC Dituding Ilegal, Lho Kok Bisa?

MALANG – Askab PSSI Kabupaten Malang sepertinya perlu mengkaji ulang program sepak bolanya. Khususnya yang berhubungan dengan Persekam Metro FC. Karena seleksi pemain yang dilakukan untuk mengisi skuad Macan Kumbang- julukan Persekam Metro FC dinilai menyalahi aturan.

Hal itu lantaran seleksi yang digelar tanggal 28, 29 dan 30 Juni itu tanpa sepengetahuan pemilik resmi yang terdaftar dalam akta kepemilikan atau legalitas. “Kegiatan seleksi yang dilakukan Askab PSSI Kabupaten Malang mengatas namakan Persekam Metro FC itu ilegal,”jelas owner Persekam Metro FC, Agusto Arie Frianto.

Dikatakan ilegal, menurut Agusto, karena dalam perjalanan memang tidak ada izin kepada pemilik resmi klub yang bermain di Liga 3 itu. Dimana dalam akta resmi klub, notaris Emy Susdayani, S.H, disebutkan Macan Kumbang kini dimiliki tiga orang yakni Yoyok Bambang Suryo, Wijo Setiyono, dan Agusto.

“Kegiatan itu tidak ada kaitannya dengan klub dan juga sebelumnya memang tidak ada pemberitahuan (izin),”jelas pria sempat menjabat Ketua Umum Askab PSSI Kabupaten Malang tahun 2018 itu.

Lebih lanjut menurut Agusto, hal semacam itu bisa memicu perpecahan. Lalu dampaknya bisa merembet kepada Persekam Metro FC dinyatakan vakum oleh Asprov PSSI Jawa Timur lantaran ada permasalahan internal. “Kami tidak ingin di vakum kan oleh Asprov lantaran permasalahan internal tidak perlu,”ucapnya.

Sebagaimana diketahui beberapa waktu klub identik kostum warna kuning telah mendaftar untuk kompetisi Liga 3 musim 2021/2022. Dimana kabarnya akan digulirkan pada bulan Agustus mendatang.

Meski begitu, owner Persekam Metro FC mengaku terbuka untuk melakukan pertemuan. “Kami ingin berbicara dengan mereka, terkait posisi dan tindakan Askab Kabupaten Malang,” tuturnya. Maksudnya siap untuk membicarakan aktivitas sepak bola yang dilakukan Askab yang mengatasnamakan Persekam Metro FC. Agusto berharap pertemuan tersebut ke depan bisa dimediasi oleh KONI Kabupaten Malang sebagai induk organisasi olahraga di Kabupaten.

Sementara itu, Ketua Askab PSSI Kabupaten Malang Agus Sa’dullah saat dikonfirmasi enggan mengomentari persoalan tersebut. ”Saya no comment dulu. Teriait kepemiliknnya (Persekam Metro FC) silakan konfirmasi ke Dispora (Kabupaten Malang) saja,” ujarnya.

Pewarta: Galih R P/Ubaidillah

MALANG – Askab PSSI Kabupaten Malang sepertinya perlu mengkaji ulang program sepak bolanya. Khususnya yang berhubungan dengan Persekam Metro FC. Karena seleksi pemain yang dilakukan untuk mengisi skuad Macan Kumbang- julukan Persekam Metro FC dinilai menyalahi aturan.

Hal itu lantaran seleksi yang digelar tanggal 28, 29 dan 30 Juni itu tanpa sepengetahuan pemilik resmi yang terdaftar dalam akta kepemilikan atau legalitas. “Kegiatan seleksi yang dilakukan Askab PSSI Kabupaten Malang mengatas namakan Persekam Metro FC itu ilegal,”jelas owner Persekam Metro FC, Agusto Arie Frianto.

Dikatakan ilegal, menurut Agusto, karena dalam perjalanan memang tidak ada izin kepada pemilik resmi klub yang bermain di Liga 3 itu. Dimana dalam akta resmi klub, notaris Emy Susdayani, S.H, disebutkan Macan Kumbang kini dimiliki tiga orang yakni Yoyok Bambang Suryo, Wijo Setiyono, dan Agusto.

“Kegiatan itu tidak ada kaitannya dengan klub dan juga sebelumnya memang tidak ada pemberitahuan (izin),”jelas pria sempat menjabat Ketua Umum Askab PSSI Kabupaten Malang tahun 2018 itu.

Lebih lanjut menurut Agusto, hal semacam itu bisa memicu perpecahan. Lalu dampaknya bisa merembet kepada Persekam Metro FC dinyatakan vakum oleh Asprov PSSI Jawa Timur lantaran ada permasalahan internal. “Kami tidak ingin di vakum kan oleh Asprov lantaran permasalahan internal tidak perlu,”ucapnya.

Sebagaimana diketahui beberapa waktu klub identik kostum warna kuning telah mendaftar untuk kompetisi Liga 3 musim 2021/2022. Dimana kabarnya akan digulirkan pada bulan Agustus mendatang.

Meski begitu, owner Persekam Metro FC mengaku terbuka untuk melakukan pertemuan. “Kami ingin berbicara dengan mereka, terkait posisi dan tindakan Askab Kabupaten Malang,” tuturnya. Maksudnya siap untuk membicarakan aktivitas sepak bola yang dilakukan Askab yang mengatasnamakan Persekam Metro FC. Agusto berharap pertemuan tersebut ke depan bisa dimediasi oleh KONI Kabupaten Malang sebagai induk organisasi olahraga di Kabupaten.

Sementara itu, Ketua Askab PSSI Kabupaten Malang Agus Sa’dullah saat dikonfirmasi enggan mengomentari persoalan tersebut. ”Saya no comment dulu. Teriait kepemiliknnya (Persekam Metro FC) silakan konfirmasi ke Dispora (Kabupaten Malang) saja,” ujarnya.

Pewarta: Galih R P/Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/