alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Menanti Sepak Terjang Singa Muda Arema FC, dari Aremania Jadi Pemain

Meski baru tampil beberapa menit saja, tiga pemain muda Arema FC ini sukses menyita perhatian beberapa pendukung tim Singo Edan. Tito Hamzah, Bramntio Ramadhan, dan Achmad Figo sudah mendapat kepercayaan untuk turun bertanding di BRI Liga 1 musim ini. Berikut biodata dan gambaran perjalanan karir mereka di dunia sepak bola.

Dua tahun lalu, tepatnya 2019, ketiga penggawa muda milik Arema FC ini masih tampil di event-event sepak bola kelompok umur. Seperti Elite Pro Academy (EPA) U-16 dan U-19. Setelah tampil moncer, Tito Hamzah, Bramantio Ramadhan, dan Achmad Figo mendapat kesempatan promosi ke tim senior Arema FC. Keberuntungan pun langsung didapatkan ketiganya.

Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida sudah memberikan kesempatan bermain untuk ketiganya di kompetisi BRI Liga 1. Pertama untuk Hamzah Titofany Rivaldy alias Tito Hamzah. Dia sudah dipercaya tampil sebanyak tiga kali. Tepatnya ketika Arema FC bertemu PSM Makassar, Persela Lamongan, dan Persiraja Banda Aceh.

Selanjutnya ada nama Bramntio Ramadhan, yang sudah menjalani debut di kompetisi Liga 1 saat tim Singo Edan berduel dengan Persela Lamongan. Saat itu dia tampil beberapa menit di interval kedua.

Sedangkan, nama ketiga yang sudah menjalani debut adalah Achmad Figo Ramadani. Anak kedua dari pasangan Ahmad Fadholi dan Mutmainah itu telah mencatatkan caps pertama kala Arema FC menang dari tim Persiraja Banda Aceh di pekan 8.

Mampu berkostum Arema FC di usia masih muda, diakui mereka menjadi sebuah momen yang sangat menggembirakan. Sebab sejak berkarier di Malang, menjadi bagi dari tim Singo Edan adalah mimpi mereka sejak awal. Seperti disampaikan Figo Ramadani. Pemain kelahiran 25 Desember 2001 itu menuturkan kalau dulunya dia juga menjadi Aremania. Figo juga punya mimpi menjadi penggawa tim Singo Edan. ”Saya dulunya hanya melihat Arema itu di TV atau stadion. Alhamdulillah, sekarang bisa bermain dengan pemain senior yang dulunya hanya aku lihat di layar kaca,” kata dia.

Figo mulai mendapatkan kesempatan gabung tim senior Arema FC pada Februari 2021 lalu. Asisten pelatih Arema FC Kuncoro lah pertama melihat potensinya. Dari informasi yang diterima koran ini, kesempatan tersebut muncul lantaran potensinya yang cukup besar. ”Ketika itu langsung disuruh ikut tim senior begitu saja,” kenang Figo. Saat itu perasaannya bercampur aduk. Antara senang, minder, dan canggung. Tapi, setelah beberapa bulan ikut berlatih dengan tim senior, dia mampu mendapatkan ritmenya.

Pemain yang berposisi di center back dan full back kanan itu memulai karirnya di tim Arema junior sejak 2019 lalu. Saat itu dia masuk di tim Arema U-18  untuk event EPA. ”Tawaran masuk (tim Arema U-18 datang) setelah saya pulang seleksi Timnas U-19. Ketika itu, pelatih Arema U-18 Miftahul Huda yang mengajak saya,” tuturnya. Tawaran tersebut tidak ditolaknya, lantaran Figo melihat bila itu bisa menjadi peluang baginya agar dilirik Timnas. ”Saya ingin bermain di sana (Arema U-18) karena ingin dipantau Timnas,” jelasnya.

Sama dengan Figo, Tito Hamzah dulunya juga merupakan Aremania. Dia cukup mengidolakan Dendi Santoso. ”Salah satu motivasi gabung Arema memang ingin mengikuti jejak Mas Dendi,” jelasnya. Dia mulai menggeluti dunia si kulit bundar sejak kelas 2 SD. Awalnya dia menimba ilmu di sekolah sepak bola (SSB) di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Nasib pengidola Neymar itu mulai berubah di tahun 2015 lalu. Ketika itu, dia mendengar ada kabar seleksi untuk tim akademi Arema.

”Akhirnya langsung gabung di akademi, karena Arema merupakan tim besar di Indonesia. Selain itu juga sata merupakan orang asli Malang,” kenangnya. Selama di tim akademi, dia sempat gabung Arema U-16 dan Arema U-18. Lalu, juga sempat bermain di event EPA. Jalan karirnya ke tim senior terbuka pada tahun 2021. Ketika itu, dia gabung dengan tim Singo Edan senior yang sedang melakukan persiapan untuk ajang Piala Menpora 2021.

Berlatih mulai Februari, dia terus melakukan adaptasi dengan permainan para pemain senior. Bakatnya mulai terlihat ketika dia sukses menciptakan satu gol saat Arema FC beruji coba dengan di tim Rans Cilegon FC. Usai laga tersebut, kepercayaan dirinya mulai bertambah. Kini, setelah berlaga di Liga 1, Tito bisa mendapat pelajaran baru. ”Secara permainan sangat beda dengan kelompok usia. Lebih susah dan harus sabar lagi untuk mencetak gol,” terangnya.

Sedikit berbeda dengan kedua sosok tersebut, Bramntio Ramadan diketahui telah bergabung dengan tim senior lebih cepat. Bram-sapaan karibnya sudah berada di tim Arema FC sejak tahun 2020. Sosoknya menarik perhatian pelatih Singo Edan usai tampil bagus ketika Arema FC melakukan uji coba dengan akademi Arema U-20, 15 Mei 2020 lalu.

”Usai pertandingan tersebut saya dihubungi untuk gabung tim senior,” tuturnya. Di laga uji coba itu, dia memang dominan membawa bola. Selain itu, Bramntio juga mampu menciptakan satu assist. Selama bermain di tim senior, dia mengaku sangat terbantu dengan sikap terbuka dari para pemain lainnya.  ”Saya selalu dikasih tahu supaya tidak canggung, bermain lepas, lalu juga punya body balance yang bagus supaya kuat saat berduel,” jelasnya.

Meski berasal dari Probolinggo, pengidola Firmino itu sejak kecil mengaku suka dengan tim Arema. Kecintaannya semakin bertambah tatkala dia sering away menjalani turnamen atau kompetisi di Malang.

Dari sana lah akhirnya dia bergabung dengan akademi Arema di tahun 2018. Saat ini, Bram mengaku belum puas dengan capaiannya. Dia ingin terus bekerja keras supaya mendapatkan kesempatan untuk bermain. ”Mimpinya saya ingin bisa menjadi juara bersama Arema FC,” jelasnya.

Selain ketiganya, di BRI Liga 1 musim 2021/2022 ini, Arema FC juga memasukan tiga jebolan akademi Arema FC lainnya. Yakni Achmad Galih, Seiya Da Costa Ley, dan Acmad Faiz. (gp/by/rmc)

Meski baru tampil beberapa menit saja, tiga pemain muda Arema FC ini sukses menyita perhatian beberapa pendukung tim Singo Edan. Tito Hamzah, Bramntio Ramadhan, dan Achmad Figo sudah mendapat kepercayaan untuk turun bertanding di BRI Liga 1 musim ini. Berikut biodata dan gambaran perjalanan karir mereka di dunia sepak bola.

Dua tahun lalu, tepatnya 2019, ketiga penggawa muda milik Arema FC ini masih tampil di event-event sepak bola kelompok umur. Seperti Elite Pro Academy (EPA) U-16 dan U-19. Setelah tampil moncer, Tito Hamzah, Bramantio Ramadhan, dan Achmad Figo mendapat kesempatan promosi ke tim senior Arema FC. Keberuntungan pun langsung didapatkan ketiganya.

Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida sudah memberikan kesempatan bermain untuk ketiganya di kompetisi BRI Liga 1. Pertama untuk Hamzah Titofany Rivaldy alias Tito Hamzah. Dia sudah dipercaya tampil sebanyak tiga kali. Tepatnya ketika Arema FC bertemu PSM Makassar, Persela Lamongan, dan Persiraja Banda Aceh.

Selanjutnya ada nama Bramntio Ramadhan, yang sudah menjalani debut di kompetisi Liga 1 saat tim Singo Edan berduel dengan Persela Lamongan. Saat itu dia tampil beberapa menit di interval kedua.

Sedangkan, nama ketiga yang sudah menjalani debut adalah Achmad Figo Ramadani. Anak kedua dari pasangan Ahmad Fadholi dan Mutmainah itu telah mencatatkan caps pertama kala Arema FC menang dari tim Persiraja Banda Aceh di pekan 8.

Mampu berkostum Arema FC di usia masih muda, diakui mereka menjadi sebuah momen yang sangat menggembirakan. Sebab sejak berkarier di Malang, menjadi bagi dari tim Singo Edan adalah mimpi mereka sejak awal. Seperti disampaikan Figo Ramadani. Pemain kelahiran 25 Desember 2001 itu menuturkan kalau dulunya dia juga menjadi Aremania. Figo juga punya mimpi menjadi penggawa tim Singo Edan. ”Saya dulunya hanya melihat Arema itu di TV atau stadion. Alhamdulillah, sekarang bisa bermain dengan pemain senior yang dulunya hanya aku lihat di layar kaca,” kata dia.

Figo mulai mendapatkan kesempatan gabung tim senior Arema FC pada Februari 2021 lalu. Asisten pelatih Arema FC Kuncoro lah pertama melihat potensinya. Dari informasi yang diterima koran ini, kesempatan tersebut muncul lantaran potensinya yang cukup besar. ”Ketika itu langsung disuruh ikut tim senior begitu saja,” kenang Figo. Saat itu perasaannya bercampur aduk. Antara senang, minder, dan canggung. Tapi, setelah beberapa bulan ikut berlatih dengan tim senior, dia mampu mendapatkan ritmenya.

Pemain yang berposisi di center back dan full back kanan itu memulai karirnya di tim Arema junior sejak 2019 lalu. Saat itu dia masuk di tim Arema U-18  untuk event EPA. ”Tawaran masuk (tim Arema U-18 datang) setelah saya pulang seleksi Timnas U-19. Ketika itu, pelatih Arema U-18 Miftahul Huda yang mengajak saya,” tuturnya. Tawaran tersebut tidak ditolaknya, lantaran Figo melihat bila itu bisa menjadi peluang baginya agar dilirik Timnas. ”Saya ingin bermain di sana (Arema U-18) karena ingin dipantau Timnas,” jelasnya.

Sama dengan Figo, Tito Hamzah dulunya juga merupakan Aremania. Dia cukup mengidolakan Dendi Santoso. ”Salah satu motivasi gabung Arema memang ingin mengikuti jejak Mas Dendi,” jelasnya. Dia mulai menggeluti dunia si kulit bundar sejak kelas 2 SD. Awalnya dia menimba ilmu di sekolah sepak bola (SSB) di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Nasib pengidola Neymar itu mulai berubah di tahun 2015 lalu. Ketika itu, dia mendengar ada kabar seleksi untuk tim akademi Arema.

”Akhirnya langsung gabung di akademi, karena Arema merupakan tim besar di Indonesia. Selain itu juga sata merupakan orang asli Malang,” kenangnya. Selama di tim akademi, dia sempat gabung Arema U-16 dan Arema U-18. Lalu, juga sempat bermain di event EPA. Jalan karirnya ke tim senior terbuka pada tahun 2021. Ketika itu, dia gabung dengan tim Singo Edan senior yang sedang melakukan persiapan untuk ajang Piala Menpora 2021.

Berlatih mulai Februari, dia terus melakukan adaptasi dengan permainan para pemain senior. Bakatnya mulai terlihat ketika dia sukses menciptakan satu gol saat Arema FC beruji coba dengan di tim Rans Cilegon FC. Usai laga tersebut, kepercayaan dirinya mulai bertambah. Kini, setelah berlaga di Liga 1, Tito bisa mendapat pelajaran baru. ”Secara permainan sangat beda dengan kelompok usia. Lebih susah dan harus sabar lagi untuk mencetak gol,” terangnya.

Sedikit berbeda dengan kedua sosok tersebut, Bramntio Ramadan diketahui telah bergabung dengan tim senior lebih cepat. Bram-sapaan karibnya sudah berada di tim Arema FC sejak tahun 2020. Sosoknya menarik perhatian pelatih Singo Edan usai tampil bagus ketika Arema FC melakukan uji coba dengan akademi Arema U-20, 15 Mei 2020 lalu.

”Usai pertandingan tersebut saya dihubungi untuk gabung tim senior,” tuturnya. Di laga uji coba itu, dia memang dominan membawa bola. Selain itu, Bramntio juga mampu menciptakan satu assist. Selama bermain di tim senior, dia mengaku sangat terbantu dengan sikap terbuka dari para pemain lainnya.  ”Saya selalu dikasih tahu supaya tidak canggung, bermain lepas, lalu juga punya body balance yang bagus supaya kuat saat berduel,” jelasnya.

Meski berasal dari Probolinggo, pengidola Firmino itu sejak kecil mengaku suka dengan tim Arema. Kecintaannya semakin bertambah tatkala dia sering away menjalani turnamen atau kompetisi di Malang.

Dari sana lah akhirnya dia bergabung dengan akademi Arema di tahun 2018. Saat ini, Bram mengaku belum puas dengan capaiannya. Dia ingin terus bekerja keras supaya mendapatkan kesempatan untuk bermain. ”Mimpinya saya ingin bisa menjadi juara bersama Arema FC,” jelasnya.

Selain ketiganya, di BRI Liga 1 musim 2021/2022 ini, Arema FC juga memasukan tiga jebolan akademi Arema FC lainnya. Yakni Achmad Galih, Seiya Da Costa Ley, dan Acmad Faiz. (gp/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/