alexametrics
25C
Malang
Sunday, 18 April 2021

Arema FC Tersisih di Piala Menpora, Asisten Pelatih Bilang Begini

RADAR MALANG – Arema FC gagal lolos dari lubang jarum. Kekalahan 2-3 dari PSIS Semarang malam tadi (30/3) membuat perjalanan mereka di Piala Menpora berakhir (game over). Hasil minor itu menempatkan mereka pada posisi ketiga klasemen grup A dengan koleksi satu poin. Hasil dua kekalahan dan satu kali imbang.

Pil pahit melawan PSIS Semarang kemarin ibarat de javu bulan Maret tahun 2020 lalu. Di mana ketika itu tim Singo Edan juga tidak berdaya saat menghadapi Laskar Mahesa Jenar–julukan PSIS Semarang– di Liga 1 musim 2020. Dendi Santoso dan kawan-kawan ketika itu juga kalah 2-0 dari mereka.

Tim kebanggaan warga Malang itu mampu unggul terlebih dahulu di awal babak pertama. Adalah penyerang Dedik Setiawan yang menciptakan gol pada menit ke 7. Memanfaatkan umpan terobosan Dendi Santoso, dua pemain bertahan PSIS Semarang berhasil dikecoh oleh pria asal Dampit itu.

Sepakannya keras mendatar, akhirnya membobol gawang Jandia Eka Putra setelah terlebih dahulu membentur kaki wing back kanan Frediyan Wahyu. Tertinggal satu gol, membuat Laskar Mahesa Jenar langsung mengambil inisiatif serangan. Beberapa kali Hari Nur Yulianto dan kawan-kawan melakukan percobaan untuk menjebol gawang tim Singo Edan yang dijaga Utam Rusdiana.

Di penghujung laga babak pertama PSIS mampu menyamakan kedudukan. Memanfaatkan kemelut usai sepakan bebas Fandi Eko Utomo, Komarudin menceploskan bola ke gawang Utama pada menit ke 50.

Terus ditekan rupanya tidak membuat jalan gawang Jandia Eka Putra bergetar. Malah Laskar Mahesa Jenar yang mencetak gol terlebih dahulu pada babak kedua. Dimana memanfaatkan tendangan bebas Pratama Arhan pada menit 62. Sepakan pemain asli Akademi PSIS itu melengkung melewati kiper dan pemain bertahan Arema, lalu masuk ke gawang.
Terpisah, asisten pelatih Arema FC Kuncoro mengaku kalau kegagalan timnya memetik tiga poin dikarenakan beberapa kesalahan sendiri. Utamanya mengenai konsentrasi.

”Sebetulnya dengan kami mencetak gol dulu kami bisa memegang jalannya laga. Tapi, kebobolan kami pada menit-menit akhir babak pertama membuat PSIS bangkit,” jelas pria asal Godanglegi itu. Selain itu, lanjutnya, PSIS mampu memanfaatkan celah saat penggawa Tim Singo Edan naik untuk melakukan serangan.(rmc/gp/abm)

RADAR MALANG – Arema FC gagal lolos dari lubang jarum. Kekalahan 2-3 dari PSIS Semarang malam tadi (30/3) membuat perjalanan mereka di Piala Menpora berakhir (game over). Hasil minor itu menempatkan mereka pada posisi ketiga klasemen grup A dengan koleksi satu poin. Hasil dua kekalahan dan satu kali imbang.

Pil pahit melawan PSIS Semarang kemarin ibarat de javu bulan Maret tahun 2020 lalu. Di mana ketika itu tim Singo Edan juga tidak berdaya saat menghadapi Laskar Mahesa Jenar–julukan PSIS Semarang– di Liga 1 musim 2020. Dendi Santoso dan kawan-kawan ketika itu juga kalah 2-0 dari mereka.

Tim kebanggaan warga Malang itu mampu unggul terlebih dahulu di awal babak pertama. Adalah penyerang Dedik Setiawan yang menciptakan gol pada menit ke 7. Memanfaatkan umpan terobosan Dendi Santoso, dua pemain bertahan PSIS Semarang berhasil dikecoh oleh pria asal Dampit itu.

Sepakannya keras mendatar, akhirnya membobol gawang Jandia Eka Putra setelah terlebih dahulu membentur kaki wing back kanan Frediyan Wahyu. Tertinggal satu gol, membuat Laskar Mahesa Jenar langsung mengambil inisiatif serangan. Beberapa kali Hari Nur Yulianto dan kawan-kawan melakukan percobaan untuk menjebol gawang tim Singo Edan yang dijaga Utam Rusdiana.

Di penghujung laga babak pertama PSIS mampu menyamakan kedudukan. Memanfaatkan kemelut usai sepakan bebas Fandi Eko Utomo, Komarudin menceploskan bola ke gawang Utama pada menit ke 50.

Terus ditekan rupanya tidak membuat jalan gawang Jandia Eka Putra bergetar. Malah Laskar Mahesa Jenar yang mencetak gol terlebih dahulu pada babak kedua. Dimana memanfaatkan tendangan bebas Pratama Arhan pada menit 62. Sepakan pemain asli Akademi PSIS itu melengkung melewati kiper dan pemain bertahan Arema, lalu masuk ke gawang.
Terpisah, asisten pelatih Arema FC Kuncoro mengaku kalau kegagalan timnya memetik tiga poin dikarenakan beberapa kesalahan sendiri. Utamanya mengenai konsentrasi.

”Sebetulnya dengan kami mencetak gol dulu kami bisa memegang jalannya laga. Tapi, kebobolan kami pada menit-menit akhir babak pertama membuat PSIS bangkit,” jelas pria asal Godanglegi itu. Selain itu, lanjutnya, PSIS mampu memanfaatkan celah saat penggawa Tim Singo Edan naik untuk melakukan serangan.(rmc/gp/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru