BLITAR - Stadion Soepriadi, Blitar memberi tuah bagi Arema FC.
Singo Edan berhasil meraih kemenangan pertama mereka di kandang pada BRI Liga 1 musim 2024/2025.
Sebelumnya, dalam dua laga kandang awal, Arema FC tidak mendapat hasil maksimal.
Dalberto Luan Belo dkk meraih hasil imbang saat menjamu Dewa United.
Lalu kalah dari Borneo FC Samarinda.
Pada laga kontra Malut United kemarin, Singo Edan bisa melakukan comeback.
Mereka sempat tertinggal satu gol pada babak pertama.
Lalu membalas tiga gol pada 45 menit kedua.
Dua gol dicetak Wiliam Marcelio, dan satu gol dilesatkan Dalberto Luan Belo.
Pelatih Arema FC Joel Cornelli mengakui, strategi timnya pada babak pertama tidak berjalan sesuai harapan.
Pemain kurang cepat dalam melakukan transisi dari menyerang ke bertahan.
Alhasil, Malut United banyak mengekspos lini pertahanan mereka.
Lalu berujung pada gol Yakob Sayuri pada menit ke-40.
”Selanjutnya saya melakukan perubahan strategi dengan memasukkan dua pemain,” jelasnya.
Pemain yang dimaksudkan adalah Wiliam Marcilio dan Dedik Setiawan.
Mereka menggantikan Dendi Santoso dan Julian Guevara.
Tujuannya, agar Arema FC bisa bermain lebih menekan.
Dendi dan Julian sebelumnya memang bertugas mempertebal lini pertahanan Singo Edan untuk menghadapi serangan balik Malut United.
Pergantian pemain yang dilakukan Joel mengubah permainan Singo Edan.
Mereka bisa mengejar ketertinggalan dan unggul dua gol atas Malut United.
Dua gol berhasil diciptakan oleh pemain pengganti Wiliam Marcelio.
Strategi yang sama juga pernah dilakukan pelatih asal Brasil itu saat menghadapi PSIS Semarang.
Ketika tertinggal satu gol pada babak pertama, Joel memasukkan Wiliam dan Dedik pada babak kedua.
Hasilnya, Arema FC bisa membalikkan keadaan menjadi 2-1.
Selain William, Dedik juga punya peran pembeda di laga kemarin.
Dia mencatatkan satu assist untuk gol Dalberto Luan Belo.
”(Kemenangan) ini bisa menjadi tambahan motivasi untuk laga berikutnya,” jelas mantan pelatih Al-Riyadh itu.
Sementara itu, Pelatih Malut United Imran Nahumarury menjelaskan, pada babak pertama anak asuhnya sudah bermain sesuai dengan game plan yang ditetapkan.
Mereka dominan bertahan dengan melakukan banyak block.
Lalu melakukan transisi menyerang dengan umpan-umpan panjang.
”Tapi pada babak kedua, Arema FC memasukkan beberapa pemain yang bagus,” jelas dia. (tio/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana