MALANG KOTA – Unggul FC Malang mendapat tantangan tambahan di Pro Futsal League (PFL) musim ini.
Mereka tidak sekadar harus menghadapi babak play-off dan national champion.
Lebih jauh, harus menjalani banyak laga di luar pulau.
Berdasar jadwal yang dirilis Federasi Futsal Indonesia (FFI), PFL musim 2024/2025 akan berlangsung di sembilan daerah.
Lima diantaranya berada di luar Pulau Jawa.
Di antaranya Pontianak, Banjarbaru, Papua, Makassar, sampai Aceh.
Jumlah venue di luar Pulau Jawa lebih banyak dibanding musim lalu.
Sebelumnya, hanya terdapat dua daerah luar Jawa yang menjadi penyelenggara PFL 2023/2024.
Pertama Pontianak. Kedua, Palu.
Manajer Tim Unggul FC Malang Usa Laksono mengatakan, penambahan venue PFL di luar Pulau Jawa berdampak bagi timnya.
Menurutnya, klub harus merogoh kantong lebih dalam.
”Saya perkirakan bisa dua kali lipat biaya yang dibutuhkan untuk operasional musim ini,” ujar Usa.
Itu karena, biaya transportasi akan sangat meningkat.
Apa lagi, saat dihitung jarak venue PFL 2025 di luar Jawa dengan Malang sangat jauh.
Usa mencontohkan, mereka harus bermain di Papua pada pekan ke 7 dan Aceh pada pekan ke-8.
Tidak hanya soal biaya, kondisi para pemain juga menjadi sorotan klub.
Itu karena, perjalanan yang jauh dapat menguras tenaga.
Karena itu, Unggul FC Malang akan terus berupaya untuk menjaga kondisi fisik para penggawa sepanjang musim ini.
”Tapi, kami harus menghadapi situasi itu. Karena jadwalnya sudah disepakati sebulan lalu,” ujar Usa.
Menurutnya, semua tim merasakan dampak yang sama.
Karena itu, tidak ada alasan bagi Unggul FC Malang untuk mengeluh dan menolak.
Usa melihat, kebijakan penambahan venue di luar Pulau Jawa mempunyai sisi positif.
Contohnya, Blacksteel FC Papua bisa lebih dekat dengan para pendukungnya.
Selain itu, olahraga futsal juga bisa menjangkau khalayak yang lebih luas lagi.
”Jadi ini sesuai dengan komitmen kami bersama untuk membuat futsal lebih membumi untuk warga Indonesia,” tuturnya. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana