PROGRAM integrasi antara sistem penjualan tiket dengan keanggotaan di Aremania Utas akan segera dilakukan.
Februari akhir akan menjadi target pelaksanaannya.
Program itu sudah direncanakan sejak tahun lalu.
Manajer Bisnis Arema FC Munif Bagaskara Wakid mengatakan, program itu rencananya diterapkan saat Singo Edan mulai berkandang di Stadion Kanjuruhan.
Tapi, tidak langsung menerapkan kebijakan satu Kartu Tanda Anggota (KTA) Aremania Utas untuk satu tiket.
”Jadi dilakukan mulai bertahap dulu,” ungkap dia.
Artinya, para suporter yang belum memiliki KTA tetap bisa membeli tiket.
Paling utama menurutnya, para suporter sudah mendaftar aplikasi AremAxcess.
Itu karena, pada aplikasi tersebut para pendaftar tetap diverifikasi.
Caranya dengan melihat KTP dan akta kelahiran.
Tujuannya, untuk menghindari pembelian tiket pertandingan dari suporter klub lain.
Alasannya, sampai saat ini masih diterapkan regulasi larangan away bagi pendukung tim tamu.
Meski begitu, data keanggotaan Aremania Satu tetap dimanfaatkan manajemen Arema FC.
Khususnya untuk memverifikasi suporter dari luar domisili Malang Raya yang merupakan pendukung tim.
”Jadi pelan-pelan kami dorong agar semua yang sudah jadi user AremAxcess bisa daftar KTA atau sebaliknya,” jelas dia.
Munif mengatakan, langkah-langkah itu sebagai upaya menjaga laga sepak bola berjalan kondusif.
Manajemen Arema FC ingin Aremania lebih nyaman dan aman saat menonton aksi Julian Guevara dkk di Stadion Kanjuruhan nanti.
”Ini kewajiban kami sebagai klub,” ungkap dia.
Koordinator Presidium Aremania Utas Ali Rifki mengatakan, mempunyai KTA tidak hanya untuk menonton laga sepak bola.
Lebih jauh, merupakan usaha membuat elemen suporter terlindungi saat menyaksikan pertandingan secara langsung.
”Mereka yang punya KTA mendapat asuran si perlindungan,” paparnya. (gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana