Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Arema FC Lawan PSS dan PSIS Tanpa Penonton

Galih R Prasetyo • Jumat, 14 Februari 2025 | 18:55 WIB
STAY DI BLITAR: Dedik Setiawan (kiri) berusaha lepas dari penjagaan Bayu Setiawan dalam sesi latihan di Lapangan Universitas Brawijaya, kemarin. (SATRIA CAHYONO/RADAR MALANG)
STAY DI BLITAR: Dedik Setiawan (kiri) berusaha lepas dari penjagaan Bayu Setiawan dalam sesi latihan di Lapangan Universitas Brawijaya, kemarin. (SATRIA CAHYONO/RADAR MALANG)

Arema FC Lakukan Efisiensi Biaya Penyelenggaraan

MALANG KOTA- Rencana Arema FC kembali bermain di Stadion Kanjuruhan (KJ) pada bulan Februari batal terwujud.

Singo Edan tetap menggunakan Stadion Soepriadi untuk dua laga kandang ke depan.

Julian Guevara dkk dijadwalkan melawan PSS Sleman, 17 Februari dan PSIS Semarang, 24 Februari.

Sebelumnya, manajemen Arema FC menargetkan bermain di Stadion Kanjuruhan saat menjamu PSS.

Atau paling lambat, pada waktu menghadapi Mahesa Jenar-julukan PSIS.

Demi mewujudkan misi itu, mereka sudah mengupayakan sejak tahun lalu.

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, keputusan tetap bermain di Blitar didasari klub belum mendapat kepastian bermain di KJ.

Karena itu, tidak mau mengambil risiko mendaftarkan stadion berada di Kepanjen itu.

”Sampai sekarang (kemarin) belum ada jawaban pasti dari Pemkab terkait pemakaian atau sewa Stadion Kanjuruhan,” tuturnya.

Menurutnya, klub tuan rumah wajib mendapat izin keamanan dan venue sekitar dua minggu sebelum laga.

Tujuannya, untuk memudahkan tim tamu, pihak broadcaster, dan keamanan menyusun planning.

Pria kerap disapa Inal itu menjabarkan, gagal menggelar pertandingan dengan baik mempunyai dampak negatif untuk klub.

Singo Edan bisa mendapat sanksi denda.

Pengurangan poin dari Komdis PSSI.

”Kami sebetulnya sangat ingin bermain di Malang lagi. Tapi, apa daya belum terealisasi dalam waktu dekat,” tuturnya.

Harapan itu didasari kerinduan berlaga dekat dengan Aremania seusai menjadi tim musafir.

Dua laga home Arema FC di Stadion Soepriadi nanti bakal digelar berbeda.

Pertandingan lawan PSS dan PSIS berlangsung tanpa penonton.

Situasi itu terjadi bukan karena klub tengah terkena sanksi.

Tapi, upaya efisiensi dilakukan manajemen Singo Edan.

Memutuskan menggelar laga tanpa penonton membuat Singo Edan bisa mengirit biaya penyelenggaraan cukup besar.

Inal menjabarkan, klub harus mengeluarkan sekitar Rp 100 juta saat menggelar pertandingan dengan pemain ke-12.

”Jujur ini keputusan yang terasa sangat berat. Namun, kami harus realistis,” katanya.

Ada skala prioritas yang klub perhatikan terkait finansial.

Salah satunya, bagaimana terus berusaha memenuhi kewajiban gaji dan bonus untuk tim.

Meski begitu, Inal tidak menampik penjualan tiket salah satu sumber pemasukan klub.

Tapi karena penjualan tiket minim dalam beberapa laga home terakhir, berakibat Arema FC kesulitan menutup biaya penyelenggaraan.

”Tidak dimungkiri, membeli tiket laga home kontribusi nyata untuk menjaga eksistensi klub,” terangnya.

Di tempat terpisah, Pelatih Kepala Arema FC Ze Gomes mendukung sepenuhnya kebijakan klub.

Dia percaya, manajemen sudah melakukan langkah terbaik dengan mempertimbangkan banyak aspek.

”Sekarang tugas kami, memaksimalkan dua laga home ke depan,” paparnya.

Baginya, meraih kemenangan merupakan tanggung jawab elemen tim.

Itu karena, selama ini sudah didukung penuh manajemen klub selama mengarungi kompetisi. (gp)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Arema FC #stadion kanjuruhan #pss #PSIS #Arema #stadion soepriadi