BERI EFEK POSITIF: Para pemain Arema FC merayakan gol ke gawang Barito Putera dalam laga BRI Liga 1 pekan 27, 13 Maret lalu.
Selama Dua Bulan Terakhir Meningkat
MALANG KOTA - Performa positif Arema FC sebelum jeda kompetisi mempunyai efek yang luas.
Salah satunya, meningkatkan penjualan jersey tim di official store Singo Edan.
Angka penjualan diklaim meningkat dua kali lipat dari bulan sebelumnya.
”Tidak bisa dimungkiri hasil bagus tim menciptakan peningkatan penjualan jersey yang cukup signifikan,” papar Manajer Official Store Arema FC Tjiptadi Purnomo.
Menurutnya, saat Januari terjual 50-70 jersey, Februari sampai Maret mencapai ratusan jumlahnya setiap bulan.
Grafik itu dilihatnya positif saat tim belum bisa bermain normal.
Seperti diketahui, Julian Guevara dkk masih menjadi tim musafir.
Mereka bermain di Stadion Soepriadi, Blitar.
Laga kandang tim juga belum menyedot animo penonton yang tinggi seperti saat bermain di Malang.
Menurutnya, euforia tim selalu berkaitan erat dengan statistik penjualan jersey.
Itu karena, umumnya pembeli kostum Singo Edan non kolektor, menunggu momentum.
Saat tim juara atau mencatatkan capaian spesial di kompetisi.
Contohnya seusai Arema FC juara Piala Presiden 2024 lalu.
Gelar tersebut meningkatkan penju alan jersey pra-musim tim.
Angka penjualannya mencapai ratusan jersey.
Alumnus Universitas Muhammadiyah Malang itu menjabarkan, jersey Arema FC yang menarik minat pembeli hampir merata.
Mulai dari jersey home, away, sampai ketiga.
Lalu, tipe replika, player issue, sampai suporter version.
Kondisi itu membuat penjualan jersey Arema FC selama musim ini menjadi tinggi.
”Dari awal musim sampai sekarang, penjualan jersey sudah hampir menyentuh angka 8000,” papar pria asal Malang itu.
Menurut nya, jumlah tersebut masih akan meningkat saat performa tim semakin positif ke depan.
Dalam di tujuh laga sisa BRI Liga 1 mampu meraih banyak tiga poin.
Lalu, menorehkan hasil maksimal saat melawan tim sesama Jawa Timur.
Mulai Madura United, Persik Kediri, sampai Persebaya Surabaya.
Pria kerap disapa Adi itu mengatakan, selain performa tim, peningkatan penjualan jersey dipicu desain.
Berdasar analisis nya, Etams menghadirkan wujud kostum tim yang menarik dan fresh.
Jersey home dan ketiga paling banyak diburu.
Penyebabnya, penggemar tim ingin dapat kostum dengan warna kebesaran Arema FC.
”Sedangkan jersey third (ketiga) menghadirkan kombinasi warna hitam dan merah yang menarik,” terang nya.
Ditambah adanya logo hologram yang bisa menghadirkan dua lambang klub sekaligus.
Di tempat terpisah, Pegawai Official Store Arema FC Sophia Irvianti menjabarkan, antusiasme pembeli untuk jersey ketiga besar.
Meski sejatinya, baru diluncurkan pada bulan Oktober lalu.
”Jersey third sudah sold out sekarang, penjualannya menyaingi jersey home,” katanya.
Sebelumnya, jersey ketiga Arema FC dibanderol dengan harga Rp 500 ribu.
Klub menyediakan 700-an jersey untuk pendukung tim. (wb3/gp)