JUDO Kota Malang tidak mengikuti semua kelas atau kategori kejuaraan yang dipertandingkan dalam Porprov Jawa Timur IX nanti.
Mereka bakal absen di sejumlah kelas berat. Di antaranya 80 kilogram, 90 kilogram, sampai 100 kilogram ke atas. Penyebabnya, Judo Kota Malang tidak memiliki atlet di kategori tersebut.
Ketua Umum Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kota Malang Ari Wibowo Kurniawan menjelaskan, pihaknya sudah berupaya mencari bibit atlet judo untuk berlaga di kelas berat.
Tapi, proses tersebut tidak berjalan mulus. Proses pencarian atlet ke sekolah-sekolah dihadang beberapa tantangan. Salah satu yang paling terasa, adanya stigma miring olahraga asal Jepang itu.
Baca Juga: Sepak Takraw Kota Malang, Tambah Kekuatan, Rekrut Atlet Berpengalaman
”Rata-rata takut (jadi atlet judo). Akibatnya banyak yang tidak mau,” kata dia.
Menurutnya, banyak orang awam menganggap judo sebagai cabang olahraga seni bela diri yang brutal. Teknik di judo banyak ditakuti bisa menghadirkan cedera. Seperti bantingan, kuncian, hingga cekikan.
”Kebanyakan orang tua murid juga tidak ingin anaknya mengikuti aktivitas bela diri,” paparnya.
Mereka khawatir terjun di cabang olahraga itu bisa membahayakan. Karena itu, Judo Kota Malang mengandalkan jaringan komunitas. Atau rekan mantan atlet untuk dapatkan amunisi baru.
Baca Juga: Pasi Kota Malang Manfaatkan Jatim Open untuk Lihat Perkembangan Atlet
Dalam perjalanannya, sedikit calon atlet yang sukarela datang ke kantor PJSI Kota Malang untuk berkarier di judo.
Saat ini, cabor tersebut punya 10 atlet yang aktif menempa diri setiap hari. Perincian enam putra dan empat putri.
”Dari jumlah sepuluh itu, kami akan maksimalkan untuk meraih minimal dua medali emas,” katanya.
Saat ini, PJSI Kota Malang terus berusaha berkolaborasi dengan sekolah untuk melakukan regenerasi atlet Judo. (wb3/gp)
Editor : Aditya Novrian