MALANG - Kekuatan Liverpool langsung berkurang usai juara Liga Premier Inggris pekan lalu. Salah satu penggawa lini belakang The Reds tampaknya memilih berganti klub musim depan. Padahal, selama bertahun-tahun pemain ini menjadi tulang punggung tim dan mengantarkan Liverpool ke puncak permainan. Pemain tersebut adalah Trent Alexander Arnold alias TAA. Full back kelahiran 7 Oktober 1998 ini memutuskan pindah ke Los Galacticos Real Madrid.
Kabar tersebut ditegaskan jurnalis Italia, Fabrizio Romano. Di akun X miliknya, Fabrizio sudah memasang poster TAA berkostum Real Madrid dengan tulisan Here We Go! Fabrizio mengatakan bahwa pemain tersebut sudah memutuskan meninggalkan klub lamanya, Liverpool dan bakal bergabung dengan El Real dengan durasi kontrak 5 tahun.
Dengan kabar ini, artinya kekuatan Liverpool bakal berkurang musim depan usai menjuarai Premier League bersama Arne Slot. Di posisi full back, Slot kembali mengandalkan TAA yang musim sebelumnya sempat tergeser oleh pemain muda Conor Bradley. Musim ini, dengan performa yang gemilang, TAA kembali mendominasi sisi kanan Liverpool. Posisinya tak tergantikan meski beberapa kali harus menepi karena cedera. TAA yang merupakan seorang pengumpan yang cukup bagus kerap berperan dalam built up serangan. Baik dari sektor sayap, maupun beberapa kali menjadi pivot bayangan di lini tengah.
Dengan kehilangan TAA, Liverpool tampaknya langsung bergerak cepat. Kabarnya kesepakatan senilai 45 juta Euro segera terjadi dengan Bournemouth. Yakni untuk memboyong full beknya, Milos Kerkez. Pemain Timnas Hungaria ini memang tampil cukup mengesankan musim ini.
Hanya saja, tak seperti TAA yang menempati full back kanan, Kerkez tampaknya justru beroperasi di sisi kiri. Jika deal ini terjadi maka yang digantikan justru adalah Andrew Robertson yang memang mulai menunjukkan grafik penurunan.
Kerkez tampaknya memang menjadi rebutan banyak tim besar Eropa. Karena sebagai bek kiri, skill set-nya terbilang cukup lengkap. Selain punya kecepatan, posturnya yang gempal dan bertinggi 180 sentimeter, merupakan jaminan bahwa pemuda 21 tahun ini dapat diandalkan dalam posisi duel satu lawan satu. Aspek power yang selama ini sering dikeluhkan di lini pertahanan Liverpool juga bisa segera teratasi.
Editor : A. Nugroho