Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Persama Malang Raih Juara Piala Kapolresta 2025, Buktikan Semangat Tanpa Batas

Mahmudan • Senin, 23 Juni 2025 | 16:13 WIB
SENGIT: Tim dari Persama Malang melawan Persaid Jember di mini soccer Stadion Gajayana, Malang, kemarin (22/6).
SENGIT: Tim dari Persama Malang melawan Persaid Jember di mini soccer Stadion Gajayana, Malang, kemarin (22/6).

MALANG KOTA - Perkumpulan Sepak Bola Amputasi (Persama) Malang menorehkan prestasi dalam turnamen sepak bola amputasi Kapolresta Malang Kota Cup 2025 kemarin (22/6). Setelah menduduki posisi ketiga pada 2024 lalu, tahun ini melesat naik menjadi juara pertama.

Pertandingan Persama Malang melawan Persaid Jember di mini soccer Stadion Gajayana itu berlangsung sengit. Pemain dari kedua tim sempat adu mulut. Wasit pun terpaksa memberi kartu kuning. Ketika pertandingan berakhir, Persama Malang unggul dengan skor 2:1.

Pertandingan berakhir dengan skor 2-1 untuk Persama Malang. Kemudian Persaid Jember menempati posisi kedua. Selanjutnya juara ketiga diraih oleh Persawangi Banyuwangi, dan juara keempat diraih Persas Surabaya.

Selain empat tim tersebut, ada dua tim lain yang berpartisipasi dalam Kapolresta Malang Kota Cup 2025. Yakni Persabat Kota Batu serta Persam Madura.

Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Yudi Risdianto mengatakan, pihaknya bersyukur karena kompetisi sepak bola amputasi berjalan lancar. Meski para pemain menggunakan kruk lofstrand, tetapi tidak menghalangi permainan sampai akhir.

"Mereka mempunyai cita-cita dan kemauan yang sangat tinggi," tegas Yudi.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono beserta jajaran yang sudah menggelar turnamen sepak bola amputasi.

"Kami bersyukur karena apa yang dipersiapkan teman-teman untuk piala Kapolresta membawa hasil yang baik," ungkap dia.

Ke depan, dia melanjutkan, pemkot juga akan tetap mendukung para pemain sepak bola amputasi. Salah satunya dengan menyediakan tempat berlatih gratis. Lalu mendorong agar nantinya ada turnamen untuk usia yang lebih kecil.

Wahyu menambahkan, dia ingin Persama bisa menorehkan prestasi di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. "Ini menjadi bekal mereka ke depan," lanjutnya.

Di samping itu, Wahyu menilai turnamen sepak bola amputasi bisa menjadi pembelajaran. Sebab di tengah keterbatasannya, para disabilitas memiliki semangat untuk berprestasi. (mel/dan)

Editor : A. Nugroho
#persama malang #Kapolresta Cup 2025 #malang #kota #sepak bola