MALANG KOTA-Hari Ulang Tahun Arema tidak hanya menjadi hajatan spesial bagi para Aremania. Store Arema FC terkena efek positif dari momentum tersebut. Penjualan jersey mereka mengalami peningkatan dibandingkan dengan hari biasa.
Manajer Official Store Arema FC Tjiptadi Purnomo menjabarkan, penjualan jersey mengalami peningkatan secara signifikan. Dari sebelumnya terjual 100 pcs selama sebulan. Saat momentum ulang tahun Singo Edan bisa menjual sampai 500 jersey dalam sehari.
”Penjualan itu terjadi dalam kurun waktu kurang dari satu minggu saja,” ujarnya. Mulai dari sejak tanggal 7 Agustus, sampai 14 Agustus. Diperkirakan selama waktu itu, jersey yang terjual mencapai sekitar 3.500 jersey.
Berdasar pengamatan Tjiptadi, euforia merayakan HUT ke-38 Singo Edan menjadi alasan jersey asli klub banyak diburu. Belum lagi, faktor imbauan dari tiga kepala daerah Malang Raya untuk menggunakan pakaian bernuansa Arema FC pada 11 Agustus.
Dia menjelaskan, jersey kategori autentik menjadi yang paling banyak diburu. Baik itu jersey home maupun away. Sementara itu, jersey anak-anak juga sempat menjadi rebutan para orang tua. Itu menyusul, Store Arema FC menyediakan stok terbatas untuk menyambut hari spesial Singo Edan.
”Kami saat itu hanya menyediakan 120 jersey anak-anak, kurang dari sehari sudah sold out,” kenang pria asal Malang tersebut. Kebanyakan dari pembeli jersey anak-anak datang langsung ke toko. Melihat langsung kostum agar bisa disesuaikan dengan ukuran si anak.
Karena antusiasme yang tinggi itu, pihaknya sedang mempersiapkan stok jersey anak-anak untuk home, away dan third. Kostum Singo Edan dengan tipe tersebut akan tersedia dalam beberapa minggu ke depan. Saat ini tengah dalam proses pengerjaan.
Sebagai informasi, angka penjualan jersey Arema FC mengalami lonjakan signifikan musim lalu. Official Store Singo Edan mencatat penjualan sebesar 10.000 kostum tim sepanjang musim 2024/2025. Itu berbanding jauh dibanding musim 2023/2025 yang hanya terjual 3.000 jersey. Target penjualan di BRI Super League, melebihi angka musim lalu. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho