KABUPATEN – Arkhan Fikri dan kawan-kawan dituntut tim pelatih Arema FC lebih cermat saat mengambil keputusan di pertandingan. Itu sebagai antisipasi supaya penggawa tim tidak mudah terkena kartu merah. Seperti diketahui, pengadil lapangan tidak sungkan memberi red card ke pemain di laga-laga Super League.
Sampai Super League pekan ke-5, pemain Arema FC sudah dua kali menerima kartu merah. Sosok tersebut adalah Yann Motta dan Betinho Filho. Sedangkan dalam laga melawan Dewa United (13/9), center back Luiz Gustavo sempat mendapat kartu merah.
Pemain asal Brasil itu menerima kartu kuning kedua setelah melanggar penyerang Dewa United, Alex Martins. Namun setelah melakukan pengecekan VAR, keputusan tersebut dianulir. Karena Alex berada di posisi offside terlebih dahulu, sehingga kartu merah untuk Gustavo dibatalkan.
Pelatih Kepala Arema FC, Marcos Santos, tidak memungkiri dua kartu merah sebelumnya didapat akibat dari adrenalin tinggi pertandingan. Sebab saat menghadapi PSIM Jogjakarta dan Persijap Jepara, laga berjalan dengan intensitas tinggi. ”Namun, hal itu tidak menjadi alasan tim mendapatkan kartu merah,” katanya.
Dia merasa kartu merah yang diperoleh saat ini bukan bermaksud untuk merusak permainan tim. Melainkan sebagai usaha untuk membantu para penggawa lain dan menghindari situasi kebobolan. Tapi saat hal tersebut sering terjadi, berpotensi merugikan klub.
Absennya Yann Motta dan Betinho Filho memengaruhi performa tim. Saat mereka tidak bisa bermain, opsi lini tengah dan belakang berkurang. Akibatnya, pilihan strategi dalam pertandingan harus disesuaikan tim pelatih.
Berangkat dari itu, nakhoda asal Brasil itu menekankan agar pemain lebih disiplin dalam bertanding. Tidak mudah terpancing saat ada provokasi dari lawan, serta dituntut lebih sabar untuk mengambil keputusan pada saat-saat genting.
”Kami sudah berkomunikasi dengan pemain agar mengurangi potensi itu (kartu merah),” katanya.
Dia mengungkapkan, tidak hanya mewanti-wanti penggawa asing untuk tidak mudah mendapat kartu kuning dan merah, melainkan juga para pemain lokal Singo Edan. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho