TUJUAN Bridge Kota Malang menerjunkan atlet di berbagai kejuaraan tidak sekadar untuk mengukur kemampuan atlet. Mereka juga memanfaatkan momentum itu untuk mengasah chemistry para atlet. Bertanding dengan atlet daerah lain diyakini bisa mengasah kemampuan saat bertanding di nomor beregu.
Pelatih Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Kota Malang Aries Duma Pongrangga menjelaskan, pihaknya sudah menemukan atlet yang cocok untuk nomor pasangan putri dan pasangan campuran. Partnership itu sudah terjalin sebelum penyelenggaraan Porprov IX Jatim 2025.
”Saat ini yang anak-anak (nomor beregu) butuhkan hanya menambah jam terbang,” kata dia. Menurutnya, cara paling efektif untuk itu adalah dengan aktif mengikuti berbagai kejuaraan. Sebab, pemahaman antar atlet dan strategi tim akan terasah.
Dia menjabarkan dalam pertandingan bridge, atlet dilarang berkomunikasi secara langsung. Sebagai gantinya, mereka menggunakan gerakan dan isyarat tertentu untuk mengetahui situasi rekan setim. Apakah sedang unggul atau tertinggal. Membangun chemistry tersebut tidak bisa terjadi secara instan.
Aries menjabarkan, atlet Kota Malang membutuhkan waktu hingga tahunan untuk bisa saling mengerti. Lewat berbagai kejuaraan, mereka menemukan tantangan dan kesulitan saat bertanding di nomor beregu atau pasangan. Karena hal itu, tidak bisa sembarangan mengganti pasang atlet. ”Apabila terjadi, harus beradaptasi dari nol lagi,” katanya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho