LATIHAN perdana pemain Unggul FC Malang hari ini (12/1) bisa terasa menyakitkan. Khususunya untuk pemain tim yang tidak disiplin menjaga pola makan selama libur satu bulan. Mereka akan mendapatkan sanksi berupa denda saat berat badannya melebihi batas yang telah ditetapkan.
Manajer Tim Unggul FC Malang Usa Laksono menyampaikan, aturan tersebut sudah lama mereka terapkan. Seperti saat tim harus libur satu bulan pada saat bulan Ramadan tahun lalu. Sedangkan pengecekan berat badan untuk melihat kondisi pemain dan kedisiplinan selama off latihan bersama.
”Ini sudah menjadi kesepakatan bersama, tujuannya agar mereka tetap disiplin selama liburan,” katanya. Menurutnya, tim sudah berupaya memberikan program individual training kepada seluruh pemain. Termasuk memberikan sosialisasi soal asupan gizi yang ideal untuk pemain futsal. Karena itu, tidak segan memberi punishment kepada pemain yang tidak disiplin.
Meski begitu, ada toleransi berat badan yang naik, dengan kisaran satu sampai dua kilogram saja. Apabila lebih dari itu, pemain dipastikan membayar denda. Selain itu, pemain yang mengalami keterlambatan juga akan dikenakan denda, tergantung seberapa lama mereka kembali ke tim.
Nanti, terkait dengan proses mengukur berat badan akan diserahkankan ke Fisioterapis Unggul FC Malang Kharin Desyani. Berdasar pantauan wartawan koran ini, Alumnus Universitas Muhammadiyah Malang itu sering ditugaskan memantau berat badan pemain setiap pekan. Baru setelah itu, melakukan report kepada pelatih fisik anyar dan Andre Brocanelo.
Usa berharap tidak ada pemain Unggul FC Malang yang melanggar aturan tersebut. Sebab, pemain yang kelebihan berat badan akan mendapat tugas khusus untuk menurunkannya. ”Program tambahan itu akan dijalani terpisah dari latihan tim,” tandasnya. (zan/gp)
Editor : Aditya Novrian