MALANG KOTA- Bergabung dengan tim yang mempunyai empat penjaga gawang tidak membuat Gianluca Claudio Pandeynuwu minder. Mantan pemain Persis Solo tersebut tidak terbebani persaingan ketat antar kiper untuk berlaga. Menurutnya, semua pemain di tim mempunyai tujuan yang sama, yaitu membantu tim raih kemenangan.
”Saya merasa semua kiper saling support (meski bersaing sehat). Masing-masing saling dukung untuk jadi lebih baik,” kata eks pemain Borneo FC tersebut. Berangkat dari itu, siapa saja yang mendapat kesempatan berlaga akan didukung. Artinya saat dia di bangku cadangan akan memberikan kontribusi dengan memberi dorongan semangat.
Sebagai pemain profesional, Gianluca tidak merasa terkejut dengan situasi seperti itu. Apalagi, Arema FC merupakan salah satu tim besar di kompetisi tanah air. Alhasil, mempunyai pemain-pemain yang berkualitas di setiap lini.
Saat bermain dengan Borneo FC, dia satu tim dengan Nadeo Argawinata. Sedangkan pada waktu bermain dengan Persis Solo, satu tim dengan Muhammad Riyandi. Karena itu, punya banyak pengalaman bersaing untuk bisa bermain.
Pemain berusia 28 tahun itu menjelaskan, fokusnya sekarang beradaptasi dengan Singo Edan. Targetnya bisa menunjukkan penampilan terbaik saat dapat kesempatan bermain. Lalu membantu Arema FC ke papan atas klasemen.
Dia menyadari posisi tim belum bagus saat ini. Perlu mendapatkan banyak poin untuk menjauh dari papan bawah klasemen. Setelah kalah dari Dewa United menempati urutan 11 klasemen.
”Target secara tim ingin memperbaiki posisi di klasemen dan kembali mencapai posisi empat besar,” katanya. Dia meyakini kesempatan tersebut masih terbuka lebar. Itu karena, Singo Edan masih mempunyai banyak laga, baru bermain 18 pertandingan.
Pada pertandingan selanjutnya, Arema FC akan melawan Persijap Jepara. Laga tersebut berlangsung di Stadion Kanjuruhan, pada 3 Februari nanti. (zan/gp)
Editor : Aditya Novrian