RADAR MALANG - Bukan hanya kekalahan menyakitkan dari Manchester City semalam (8/2) yang membuat fans Liverpool terluka. Satu lagi berita kurang mengenakkan datang dari negeri seberang.
Jeremy Jacquet, bek baru Liverpool yang digadang-gadang bakal menjadi penerus Virgil van Dijk harus menepi. Bek berusia 20 tahun ini mengalami cedera bahu yang cukup parah.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh pelatih Rennes, Habib Beye. Menurutnya, cedera sang pemain bukan cedera ringan.
“Bagi Jeremy Jacquet, cederanya ada di bahu. Kami masih punya waktu untuk melihat perkembangannya, tetapi ini jelas cukup serius bagi mereka berdua,” ungkap Beyen seusai pertandingan.
Cedera pemain Timnas Prancis U21 ini memang membuat cemas sejumlah pihak. Rennes jelas dirugikan. Hal ini karena Jacquet menjadi andalan Les Rennais. Pemain bertinggi 191 sentimeter ini sudah tampil 19 kali dalam gelaran Ligue 1 musim 2025/2026.
Cederanya Jacquet terjadi saat Rennes bertandang ke Lens, Sabtu (7/2). Saat itu di menit ke-68, Jacquet terlibat benturan dan meringis kesakitan. Dia memegang bahu kirinya sebelum akhirnya ditarik keluar oleh tim medis. Jacquet tak bisa melanjutkan pertandingan.
Kehilangan Jacquet yang punya tipe ball playing defender dan stopper yang pandai mengintersep serangan membuat pertahanan Rennes goyah. Mereka akhirnya kalah 3-1 dari Lens meski tuan rumah bermain dengan 10 orang sejak pertengahan babak kedua karena kartu merah.
Mahal tapi Rentan Cedera
Jeremy Jacquet sendiri sebenarnya baru saja menuntaskan kepindahannya ke Liverpool. The Reds menjadi klub yang memenangkan persaingan mendapatkan tanda tangan bek muda ini.
Meski sudah resmi, namun Jacquet tetap diizinkan bermain bersama Rennes sampai akhir musim. Rencananya dia baru bergabung dengan The Reds awal musim 2026/2027 atau tanggal 1 Juli 2026.
Sebelumnya, sejumlah klub elit dikabarkan tertarik dengan produk akademi Rennes ini. Salah satunya adalah Chelsea yang memang gemar mengumpulkan wonderkid dari seluruh dunia.
Namun Liverpool yang datang dengan nominal 55 juta pounds plus 5 juta pounds tambahan atau total senilai Rp 1,4 triliun menggerakkan hati Jacquet berlabuh ke klub yang bermarkas di Marseyside ini.
Apalagi Jacquet dikabarkan sangat tertarik dengan proyek yang dikembangkan Liverpool di bawah besutan Arne Slot sebagai pelatih.
Di Liverpool, Arne Slot, menilai Jeremy Jacquet sebagai bek dengan potensi besar. Ia diproyeksikan menjadi bagian dari regenerasi lini pertahanan Liverpool yang sedang dalam proses peremajaan skuad.
Slot percaya bahwa karakter bermain Jacquet cocok dengan gaya permainan Liverpool yang menekan tinggi, cepat dalam transisi, dan solid dalam bertahan.
Karenanya, pihak Liverpool juga berharap Jeremy Jacquet bisa lekas pulih. Cedera bahu serius saat bermain untuk Rennes di Ligue 1, ini membuat Liverpool harus memantau proses pemulihannya secara ketat sebelum ia benar-benar siap bermain di Premier League.
Meski demikian, pihak Liverpool tetap optimistis bahwa Jacquet bisa pulih sepenuhnya dan tampil maksimal setelah bergabung resmi dengan klub.
Jika pulih dengan baik, Jeremy Jacquet berpotensi menjadi bek inti Liverpool dalam beberapa musim ke depan. Ia diprediksi akan bersaing dengan bek-bek senior dan menjadi bagian penting dalam proyek jangka panjang The Reds di Premier League dan Liga Champions.
Jangan Sampai seperti Giovani Leoni dan Isak
Sebelumnya, Liverpool juga mengalami apes saat merekrut bek muda asal Italia, Giovani Leoni dari Parma. Punya postur dan permainan menjanjikan, Leoni yang ditebus dengan harga 26 juta pounds justru cedera saat laga debutnya 23 September 2025 lalu.
Dalam laga Carabao Cup melawan Southampton dia salah jatuh dan mengalami cedera lutut parah. ACL-nya robek. Sudah menjalani operasi, Leoni harus absen sampai akhir musim guna pemulihan kondisinya.
Saat ini, lini pertahanan Liverpool memang cukup tipis. Selain dua bek tengah senior, yakni Ibrahima Konate dan Virgil van Dijk, tak ada bek tengah lagi yang benar-benar siap.
Akibatnya, Liverpool kerap menarik Wataru Endo hingga Ryan Gravenberch sebagai bek tengah.
Kondisi yang sangat rawan mengingat persaingan ketat di Liga Inggris dan tajamnya penyerang-penyerang lawan yang kerap mengandalkan fisik dan kecepatan.
Tak hanya sektor pertahanan, strategi transfer jor-joran di lini depan musim ini juga rawan flop. Alexander Isak yang bernilai fantastis, 125 juta pounds, juga harus menepi karena cedera.
Meski diprediksi bakal mempertajam lini serang The Reds dan jadi striker utama, sebelum cedera Isak tampil kurang meyakinkan dan justru kalah bersaing dengan Hugo Ekitike sebagai penyerang tengah.
Usai cedera, Isak bahkan diprediksi akan cukup lama kembali menemukan performa terbaiknya seperti saat di Newcastle dulu. (rm)
Editor : A. Nugroho