RADAR MALANG – Menjelang pemilihan presiden klub yang dijadwalkan pada 15 Maret 2026, dinamika politik FC Barcelona memegang peranan penting. Berdasarkan regulasi dari klub, suksesnya hasil pemilihan ini nanti akan berdampak pada penentu arah kebijakan organisasi selama lima tahun ke depan.
Proses pemungutan suara akan dilakukan di lima titik yang berbeda yaitu di daearah sekitar Catalonia dan Andorra.
Joan Laporta, presiden klub dari 2021 hingga saat ini, secara resmi mengundurkan diri pada bulan ini guna memenuhi syarat untuk mencalonkan diri kembali di pemilu mendatang.
Dilansir dari Yahoo Sports, ia mengklaim bahwa selama kepemimpinannya telah berhasil menyelamatkan klub dari kebangkrutan dan bertekad untuk menyelesaikan renovasi Camp Nou.
Kandidat kedua dalam pemilihan kali ini adalah Victor Font, seorang pengusahan teknologi yang mengusung tema platform reformasi modern dan transparansi total. Font adalah salah satu pendiri Delta Partners, sebuah perusahaan yang berjalan di bidang konsultan teknologi.
Font mengkritik taktik finansial agresif Laporta yang dianggap mengorbankan pendapatan jangka panjang klub demi solusi jangka pendek.
Selain dua kandidat utama untuk kepemimpinan Barcelona FC, ada juga nama Xavier Vilajoana dan Marc Ciria. Vilajoana, yang pernah bermain futsal dan menjabat sebagai direktur klub, berfokus pada meningkatkan akademi La Masia dan mempertahankan tradisi klub.
Agar transisi pemain muda tanpa kendala teknis, Vilajoana berkomitmen untuk standarisasi metodologi latihan dari tingkat usia dini hingga tim senior.
Sementara Marc Ciria, hadir sebagai ahli ekonomi olahraga yang berkonsentrasi pada restrukturisasi hutang yang lebih ketat untuk mengembalikan daya saing finansial klub yang sehat di masa depan.
Marc Ciria menekankan bahwa satu-satunya cara Barcelona dapat kembali bersaing dengan klub milik negara di Eropa adalah dengan memperoleh kredibilitas finansial.
Penulis: Xeon Rhao Loudra Widadi
Editor : Aditya Novrian