UPAYA Unggul FC Malang memperkuat sektor pertahanan dilakukan dengan pembenahan tactical selama jeda paro musim. Andre Brocanelo tidak ingin gawang anak asuhnya mudah kebobolan seperti di Pro Futsal League (PFL) putaran pertama dan Nation Cup. Dalam dua ajang itu, klub bermarkas di Unggul Sports Center itu kemasukan 40 gol.
Perinciannya, kebobolan 38 gol saat menjalani 11 laga PFL putaran pertama. Kemasukan dua gol dalam ajang Nation Cup 2026. ”Berdasar evaluasi Pelatih Kepala (Andre Brocanelo), kami lemah dalam beberapa aspek bertahan,” kata Anchor Unggul FC Malang Ikhsani Fajar.
Seperti kurang maksimal dalam mengantisipasi bola mati atau set piece. Dalam skema tersebut, umumnya lawan punya banyak skenario menjebol gawang Angga Ariansyah. Salah satu upaya memperbaiki kekurangan itu dengan mengasah kemampuan pemain untuk bergerak lebih aktif menutup ruang tendangan bebas dan sepak pojok.
Menurutnya, Apabila hal itu tidak dilakukan, pemain lawan bisa mendapat celah. Setelah itu, melancarkan tendangan cepat ke arah gawang.
Karena itu, pemain Unggul FC terus melatih kemampuan antisipasi bola mati. Tim pelatih menyiapkan banyak strategi terkait hal tersebut. Itu menyusul, setiap tim punya skema set piece yang berbeda-beda.
Pemain Unggul FC diwajibkan punya banyak game plan menghadapi ancaman bola mati. Refleks para kiper juga diasah supaya siap menghadapi bola cepat. ”Tim pelatih memberi data terkait kebiasaan lawan (saat pertandingan) untuk dipelajari,” paparannya. (zan/gp)
Baca Juga: Ingin Kuliah di Unikama? Ini Syarat dan Seleksi Pendaftarannya
Disunting ulang oleh Marsha Nathaniela
Editor : Aditya Novrian