Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perserosi Kabupaten Malang Seleksi Atlet saat Bulan Puasa

Galih R Prasetyo • Jumat, 27 Februari 2026 | 09:58 WIB

TETAP KERJA KERAS: Atlet Perserosi Kabupaten Malang kategori speed berlatih di lintasan sepatu roda Stadion Kanjuruhan, beberapa waktu lalu.
TETAP KERJA KERAS: Atlet Perserosi Kabupaten Malang kategori speed berlatih di lintasan sepatu roda Stadion Kanjuruhan, beberapa waktu lalu.

ATLET Perserosi Kabupaten Malang wajib kerja keras selama menempa diri pada bulan Ramadan. Mereka tidak sekadar harus melahap berbagai menu latihan untuk menjaga performa. Lebih jauh, juga mengikuti proses seleksi untuk masuk pemusatan latihan kabupaten (Puslatkab).

Ketua Harian Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kabupaten Malang Suliadi Winarno menjabarkan, tim pelatih memberikan tes kepada para atlet untuk menunjukkan kemampuannya. Nanti hasil penilaian dari proses itu akan jadi salah satu pertimbangan pelatih dalam menentukan atlet yang bisa masuk dalam Puslatkab.

Saat ini, Perserosi Kabupaten Malang masih melakukan proses seleksi secara. Rencananya akan berjalan sampai satu bulan ke depan. ”Harapannya, nama-nama atlet yang berpotensi masuk bisa segera ikut pemusatan setelah Lebaran,” katanya.

Saat ini, terdapat 25 atlet dari berbagai kelompok usia dan kategori yang ikut dalam proses seleksi itu. Tim pelatih berencana, mengerucut atlet menjadi 15. Setelah itu mereka akan melakukan latihan terpusat.

Mereka yang tergabung di Puslatkab diproyeksikan mengikuti berbagai kejuaraan. Baik itu tingkat provinsi sampai nasional. Saat ini para atlet berlatih di klub masing-masing setiap hari.

Sementara itu untuk latihan bersama digelar satu pekan sekali. Jadwal latihannya juga diubah menyesuaikan bulan Ramadan. ”Jadwal (latihan) yang semula Sabtu atau Minggu pagi kami geser menjadi sore, karena kebanyakan atlet menjalankan ibadah puasa,” ujar dia.

Meski harus pindah jadwal, durasi latihan tidak berubah. Berkisar satu setengah sampai dua jam aktivitas. Selama latihan tersebut, Suliadi tidak memberikan aktivitas dengan intensitas tinggi. Atlet sepatu roda hanya perlu menjaga kondisi fisik dan teknik agar tidak drop. (zan/gp)

Editor : A. Nugroho
#puslatkab #perserosi #Kabupaten Malang