alexametrics
32 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Cable Car Batu dan ”Menteri Segalanya”

Kedatangan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (LBP) ke Kota Batu Senin lalu (26/4) seakan mendekatkan sesuatu yang ”jauh”. Sesuatu yang ”jauh” itu adalah mimpi cable car alias kereta gantung di Kota Batu. Begitu didatangi LBP, cable car yang hingga kini masih sebatas wacana itu, dan digagas sejak 10 tahun lalu itu, seakan-akan bakal segera terwujud. ”Luhut datang, semua bakal beres,” ini kesan yang selama ini muncul tentang LBP.

Banyak julukan untuk LBP. Dia disebut-sebut sebagai salah satu orang kepercayaan (ring 1) Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pegiat media sosial Denny Siregar pernah membuat content video tentang hubungan antara LBP dan Jokowi. Judul videonya cukup provokatif: Luhut Binsar Pandjaitan, Benarkah Dia Lebih Berkuasa dari Presiden?

Melalui video itu, Denny mengungkap hubungan pertemanan antara LBP dan Jokowi yang terjalin sejak jauh sebelum Jokowi menjadi presiden. Disebutkan pula bahwa Jokowi sangat memercayai LBP. Sebabnya, apa pun tugas yang diberikan oleh Jokowi mampu dilaksanakan dengan baik oleh LBP. Akibatnya, Jokowi terkesan sangat tergantung pada LBP. Sehingga, nama LBP hampir selalu ada dalam setiap kebijakan Jokowi. Tak heran, jika ada yang menjuluki LBP sebagai ”Menteri Segala Urusan” atau ”Menteri Segalanya”.

Setiap kali ada menteri yang ”bermasalah”, Jokowi memercayakan kepada LBP untuk meng-handle urusan kementeriannya. Selama pemerintahan Jokowi, setidaknya LBP pernah merangkap tugas tiga menteri. Pertama, kala itu selain menjadi Menko Kemaritiman, LBP juga menjadi pejabat sementara Menteri ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) pada 2016. Dia menggantikan sementara Arcandra Tahar yang diberhentikan dengan hormat.

Kedua, LBP pernah juga merangkap menjalankan tugas sebagai Menteri Perhubungan ad interim tahun lalu. Itu setelah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi harus isolasi total setelah dinyatakan positif korona.

Ketiga, menjelang akhir tahun lalu, LBP diminta Jokowi untuk merangkap menjalankan tugas sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Menggantikan Edhy Prabowo yang ditangkap KPK karena kasus korupsi.

Ketika kasus pandemi Covid-19 sedang tinggi-tingginya, lagi-lagi Jokowi menugaskan secara khusus LBP untuk turun tangan. LBP diminta bersama-sama dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 untuk menangani 9 provinsi: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, dan Bali. Provinsi-provinsi ini dianggap menyumbang angka penderita Covid-19 tertinggi di Indonesia (75 persen).

Jadi, tak salah jika ada kesan bahwa LBP adalah ”segala-galanya” Jokowi. Maka, apa pun yang disarankan LBP bisa jadi akan didengarkan oleh Jokowi. Maka, kalau saya jadi Dewanti Rumpoko (Wali Kota Batu), maka saya akan titip pesan ke Jokowi melalui LBP. Titip pesannya bisa begini: ”Pak, tolong kereta gantung di Batu di-support pusat. Ini akan jadi kereta gantung pertama di Indonesia Timur. Dan kereta gantung pertama di Indonesia yang melintasi kota.”

Jika cable car jadi dibikin di Kota Batu, akan sangat bermanfaat. Salah satunya, bisa mengurangi kemacetan. Karena, latar belakang dibikin cable car di antaranya untuk konektivitas antara objek wisata di Kota Batu. Jadi, jika antarobjek wisata di Kota Batu para pengunjung menggunakan cable car, maka akan mengurangi lalu-lalangnya kendaraan bermotor. Dan ini bisa mengurangi kemacetan di Kota Batu yang setiap libur panjang dan akhir pekan sangat parah kemacetannya.

Studi dan survei untuk cable car di Kota Batu bahkan sudah dilakukan sejak 2014. Titik-titik yang akan menjadi stasiun cable car bahkan sudah ditetapkan. Sudah dikaji kontur tanahnya sekaligus kelayakannya. Mungkin tinggal ditetapkan, lalu dibebaskan tanahnya.

Untuk investor, sudah ada. Karena Kota Batu magnetnya kuat. Jadi, jika cable car benar-benar akan direalisasikan di Kota Batu, sebenarnya tinggal meniup peluit saja. Peluit itu bisa ditiup oleh Wali Kota Batu. Atas dukungan Pemprov Jatim. Dan atas dukungan pusat (melalui LBP, ”menteri segalanya”). (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

Kedatangan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (LBP) ke Kota Batu Senin lalu (26/4) seakan mendekatkan sesuatu yang ”jauh”. Sesuatu yang ”jauh” itu adalah mimpi cable car alias kereta gantung di Kota Batu. Begitu didatangi LBP, cable car yang hingga kini masih sebatas wacana itu, dan digagas sejak 10 tahun lalu itu, seakan-akan bakal segera terwujud. ”Luhut datang, semua bakal beres,” ini kesan yang selama ini muncul tentang LBP.

Banyak julukan untuk LBP. Dia disebut-sebut sebagai salah satu orang kepercayaan (ring 1) Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pegiat media sosial Denny Siregar pernah membuat content video tentang hubungan antara LBP dan Jokowi. Judul videonya cukup provokatif: Luhut Binsar Pandjaitan, Benarkah Dia Lebih Berkuasa dari Presiden?

Melalui video itu, Denny mengungkap hubungan pertemanan antara LBP dan Jokowi yang terjalin sejak jauh sebelum Jokowi menjadi presiden. Disebutkan pula bahwa Jokowi sangat memercayai LBP. Sebabnya, apa pun tugas yang diberikan oleh Jokowi mampu dilaksanakan dengan baik oleh LBP. Akibatnya, Jokowi terkesan sangat tergantung pada LBP. Sehingga, nama LBP hampir selalu ada dalam setiap kebijakan Jokowi. Tak heran, jika ada yang menjuluki LBP sebagai ”Menteri Segala Urusan” atau ”Menteri Segalanya”.

Setiap kali ada menteri yang ”bermasalah”, Jokowi memercayakan kepada LBP untuk meng-handle urusan kementeriannya. Selama pemerintahan Jokowi, setidaknya LBP pernah merangkap tugas tiga menteri. Pertama, kala itu selain menjadi Menko Kemaritiman, LBP juga menjadi pejabat sementara Menteri ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) pada 2016. Dia menggantikan sementara Arcandra Tahar yang diberhentikan dengan hormat.

Kedua, LBP pernah juga merangkap menjalankan tugas sebagai Menteri Perhubungan ad interim tahun lalu. Itu setelah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi harus isolasi total setelah dinyatakan positif korona.

Ketiga, menjelang akhir tahun lalu, LBP diminta Jokowi untuk merangkap menjalankan tugas sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Menggantikan Edhy Prabowo yang ditangkap KPK karena kasus korupsi.

Ketika kasus pandemi Covid-19 sedang tinggi-tingginya, lagi-lagi Jokowi menugaskan secara khusus LBP untuk turun tangan. LBP diminta bersama-sama dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 untuk menangani 9 provinsi: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, dan Bali. Provinsi-provinsi ini dianggap menyumbang angka penderita Covid-19 tertinggi di Indonesia (75 persen).

Jadi, tak salah jika ada kesan bahwa LBP adalah ”segala-galanya” Jokowi. Maka, apa pun yang disarankan LBP bisa jadi akan didengarkan oleh Jokowi. Maka, kalau saya jadi Dewanti Rumpoko (Wali Kota Batu), maka saya akan titip pesan ke Jokowi melalui LBP. Titip pesannya bisa begini: ”Pak, tolong kereta gantung di Batu di-support pusat. Ini akan jadi kereta gantung pertama di Indonesia Timur. Dan kereta gantung pertama di Indonesia yang melintasi kota.”

Jika cable car jadi dibikin di Kota Batu, akan sangat bermanfaat. Salah satunya, bisa mengurangi kemacetan. Karena, latar belakang dibikin cable car di antaranya untuk konektivitas antara objek wisata di Kota Batu. Jadi, jika antarobjek wisata di Kota Batu para pengunjung menggunakan cable car, maka akan mengurangi lalu-lalangnya kendaraan bermotor. Dan ini bisa mengurangi kemacetan di Kota Batu yang setiap libur panjang dan akhir pekan sangat parah kemacetannya.

Studi dan survei untuk cable car di Kota Batu bahkan sudah dilakukan sejak 2014. Titik-titik yang akan menjadi stasiun cable car bahkan sudah ditetapkan. Sudah dikaji kontur tanahnya sekaligus kelayakannya. Mungkin tinggal ditetapkan, lalu dibebaskan tanahnya.

Untuk investor, sudah ada. Karena Kota Batu magnetnya kuat. Jadi, jika cable car benar-benar akan direalisasikan di Kota Batu, sebenarnya tinggal meniup peluit saja. Peluit itu bisa ditiup oleh Wali Kota Batu. Atas dukungan Pemprov Jatim. Dan atas dukungan pusat (melalui LBP, ”menteri segalanya”). (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru