alexametrics
26.1 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Agus Sunyoto

Jimat (10)

SEPULUH

Sebagai seorang guru yang pernah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi meski hanya tingkat diploma-2, seyogianya saya bisa berpikir logis mengenai kehadiran tiga benda pusaka itu. Maksud saya, dengan latar kehadiran Bragalba yang tak diundang dan keberadaan ketiga benda pusaka yang memiliki daya gaib itu, saya mestinya berhati-hati dalam menyikapi benda-benda tersebut. Sebab sebelum itu, saya sudah sering mendengar bahwa benda-benda pusaka harus diperlakukan secara hati-hati dan penuh hormat serta tidak boleh dibuat sembarangan.

Pikiran saya yang sudah terjebak oleh lingkaran utang yang menumpuk serta tuntutan keperluan hidup keluarga sehari-hari, ternyata telah menjadikan saya bertindak ceroboh. Saya katakan ceroboh, sebab semalaman yang saya pikir tentang ketiga benda pusaka itu bukanlah bagaimana merawatnya secara baik, melainkan bagaimana besok saya bisa menjualnya dengan harga yang mahal. Dan untuk mencapai harga mahal itu, tentu saya harus bisa membuktikan adanya daya gaib dalam ketiga benda pusaka itu.

Untuk membuktikan kepada calon pembeli, malam itu saya menguji daya gaib dalam ketiga benda itu dengan menggantungnya pada seutas benang… selengkapnya baca di edisi cetak Jawa Pos Radar Malang (bersambung)

SEPULUH

Sebagai seorang guru yang pernah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi meski hanya tingkat diploma-2, seyogianya saya bisa berpikir logis mengenai kehadiran tiga benda pusaka itu. Maksud saya, dengan latar kehadiran Bragalba yang tak diundang dan keberadaan ketiga benda pusaka yang memiliki daya gaib itu, saya mestinya berhati-hati dalam menyikapi benda-benda tersebut. Sebab sebelum itu, saya sudah sering mendengar bahwa benda-benda pusaka harus diperlakukan secara hati-hati dan penuh hormat serta tidak boleh dibuat sembarangan.

Pikiran saya yang sudah terjebak oleh lingkaran utang yang menumpuk serta tuntutan keperluan hidup keluarga sehari-hari, ternyata telah menjadikan saya bertindak ceroboh. Saya katakan ceroboh, sebab semalaman yang saya pikir tentang ketiga benda pusaka itu bukanlah bagaimana merawatnya secara baik, melainkan bagaimana besok saya bisa menjualnya dengan harga yang mahal. Dan untuk mencapai harga mahal itu, tentu saya harus bisa membuktikan adanya daya gaib dalam ketiga benda pusaka itu.

Untuk membuktikan kepada calon pembeli, malam itu saya menguji daya gaib dalam ketiga benda itu dengan menggantungnya pada seutas benang… selengkapnya baca di edisi cetak Jawa Pos Radar Malang (bersambung)

Previous articleJimat (9)
Next articleJimat (11)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/