alexametrics
22.6 C
Malang
Wednesday, 23 September 2020

Ketika Virus Korona Bermutasi Jadi D614G

- Advertisement -
- Advertisement -

VIRUS korona adalah jenis virus yang mudah sekali bermutasi. Dan yang terbaru, ditemukan mutasi virus korona jenis D614G yang jauh lebih berbahaya. Para peneliti dari China, seperti dilansir Thailand Medical News (TMN) yang dipublikasikan 21 Juni 2020, mengatakan bahwa mutasi virus corona jenis D614G berasal dari negara Eropa. Mereka yang sudah pernah terjangkit Covid-19, akan menjadi rentan terhadap D614G yang diidentifikasi jauh lebih agresif ini.

Mengapa disebut D614G? Mutasi ini mengubah asam amino pada posisi 614, dari D (asam aspartate) menjadi G (glisin). Makanya lantas disebut D-614-G.

Disebutkan di TMN, keberadaan dari mutasi virus korona D614G ini akan berimplikasi terhadap negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, sebagian besar negara-negara Asia Tenggara, dan bahkan China juga.

Sejumlah peneliti di China mengatakan, antibodi yang ditemukan di dalam darah orang-orang yang pernah terjangkit virus korona sebelumnya, gagal menghentikan jenis mutasi D614G ini. Artinya, mereka yang sudah pernah terkena korona, tidak otomatis tubuhnya memiliki kekebalan terhadap mutasi virus korona jenis D614G.

Prof Dr Huang Ailong dari Chongqing Medical University mengatakan, pasien yang pernah terkena korona, meski pun kadarnya ringan, jika terkena lagi oleh mutasi korona D614G, dapat berdampak dua kali lebih buruk dari sebelumnya. Makanya, berbagai ancaman yang ditimbulkan dari serangan mutasi korona D614G ini perlu segera diketahui.

Jenis mutasi D614G mulai menyebar di negara-negara Eropa pada awal Februari dan Mei 2020. Dan jenis ini menjadi dominan di seluruh dunia, dimana mewakili 70 persen sample yang diurutkan di Eropa dan Amerika Utara. Dan virus jenis ini sekarang terdapat di India, Iran, Timur Tengah dan Brazil.

WHO dan pemerintahan China mengatakan, informasi genetik tentang virus korona yang bermutasi menjadi D614G ini merujuk pada sumber yang berasal dari luar China. Namun, apakah virus jenis ini menyebar melalui rantai makanan yang dibekukan atau melalui manusia, masih perlu didalami lagi.

Otoritas kesehatan di China mengidentifikasikan adanya beberapa titik infeksi di lokasi pasar di China. Ditengarai berasal dari mulut ikan salmon impor yang dibekukan. Tapi, ini baru dugaan. Masih butuh klarifikasi lebih lanjut, apakah betul mulut ikan salmon impor yang dibekukan menjadi sumber dari penularan virus korona D614G?

Soal betapa berbahayanya mutasi D614G disebutkan melalui laporan yang dipublikasikan oleh Scripps Research, sebuah badan fasilitas kesehatan di San Diego. Menurut laporan itu, mutasi D614G berpotensi meningkatkan jumlah spike (paku) protein pada virus korona dan memicu kemampuannya untuk menginfeksi sel-sel pada tubuh manusia sepuluh kali lebih kuat.

Yang menjadi pertanyaan, apakah virus korona jenis D614G yang sedang berkembang ini akan berdampak membahayakan terhadap perkembangan vaksin?

Sebuah penelitian yang spesifik oleh kelompok Peneliti bidang Kesehatan IBM’s AI pada bulan April telah memberi peringatan bahwa mutasi D614G dapat mengurangi tingkat keefektifan program vaksin yang ditargetkan untuk spike protein virus. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh tim peneliti di Serbia juga menyimpulkan hal yang sama. Jadi, keberadaan D614G ini boleh dibilang agak mengacaukan upaya pembuatan vaksin.

Nah, terbukti sudah, betapa bahayanya virus korona ketika sedang bermutasi. Dan di Indonesia, jenis virus korona yang bermutasi menjadi D614G ini sudah ada sejak Maret lalu. Setidaknya ini menurut Professor Nidom Foundation (PNF). Tim PNF menganalisis seluruh jenis virus korona di Indonesia dari data sekuens genom virus korona yang dimuat di Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID). Mereka menemukan, penyebaran virus korona jenis D614G sudah ada sejak korona pertama kali dikonfirmasi di Indonesia. Berarti sejak Maret lalu. Dan saat ini diperkirakan jumlahnya bisa lebih banyak yang terinfeksi.

Wal akhir, semoga tulisan ini menjadi cermin bagi pembaca, agar lebih berhati-hati dan lebih waspada dalam beraktivitas sehari-hari. Dan semoga pemerintah semakin tersadar, bahwa penanganan pandemi korona ini tak cukup hanya dengan menggelontorkan bantuan saja. Tak cukup hanya dengan membuat kebijakan pemulihan ekonomi. Tapi, yang tak kalah pentingnya untuk dilakukan adalah, mendorong para ilmuwan dan peneliti di tanah air agar meneliti secara komprehensif, mencari solusi terbaik, dalam rangka mempelajari secara seksama virus korona. Termasuk mempelajari pola-pola mutasinya. Dengan harapan, bisa dicari kelemahannya. Dan bisa dicari penawarnya. (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

- Advertisement -

Latest news

Pakar: ‘Pecahnya’ Suara NU Untungkan Incumbent

“Tapi kalau pengamatan saya, “pecahnya” suara NU akan untungkan incumbent. Dia bisa dapat dukungan kalangan NU dan nasional karena diusung partai nasional," kata pria yang juga menjadi Ketua Program Studi Magister Ilmu Sosial FISIP UB ini, Rabu (23/9).
- Advertisement -

PKKMB Uniga, Ajak Maba Tetap Semangat di Tengah Pandemi Covid-19

MALANG – Universitas Gajayana Malang menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2020 -2021. Dalam kegiatan yang digelar secara daring dan luring selama tiga hari tersebut, Uniga mengangkat tema Tetap Semangat di Era Pandemi Covid-19, Bersama Uniga Menjadi yang Terdepan dan Berkarakter.

PLN UP3 Malang Salurkan 50 Tong Sampah di Pantai Selatan

MALANG - Sebanyak 50 tong sampah dibagikan di daerah wilayah pantai selatan yakni, Pantai Balekambang dan Sendang Biru, kabupaten Malang dalam rangka “Word Clean Up Day 2020”, Selasa (22/9). Sebagai wujud kepedulian PLN terhadap lingkungan sekitar, karena saat ini sampah menjadi masalah serius terutama di daerah wisata terbuka seperti pantai.

Besok Pengundian Nomor Urut, KPU Batasi Tiap Paslon Bawa 12 Pendukung

Ketua KPU Kabupaten Malang Anis Suhartini menambahkan, semua yang hadir dalam kegiatan pengundian nomor urut paslon juga harus mengenakan protap kesehatan. Hal ini juga sudah diatur dalam aturan Pilkada serentak.

Related news

Malik Fadjar Duluan Milenial

Milenial rekat dengan dunia serba kekinian. Yang muda, modern, teknologi, dan serba kebaruan. Namun apakah orang sepuh juga bisa masuk ranah itu? Bagi saya kenapa tidak. Nyatanya mantan Rektor Universitas Muhammadiyah, (alm) Prof A. Malik Fadjar MSc adalah salah satu sosok yang memiliki karakter kuat diterima oleh semua kalangan.

Move On

ADA tipe manusia yang gampang move on, tapi ada juga tipe manusia yang susah move on. Makna bebas dari move on di sini adalah cepat melupakan masa lalu.

Obat Covid Itu Danazol hingga Vitamin D?

Obat-obatan itu diduga dapat mengobati Covid-19. Di antaranya disebutkan: danazol, stanozolol, dan ecallantide. Obat-obatan ini, kata Jacobson, dapat mengurangi produksi bradikinin dan dapat menghentikan badai bradikinin yang mematikan.

Kematian Covid Rendah pada Perempuan, Why?

Tulisan kali ini masih menyinggung soal bradikinin. Jacobson menyebut bradikinin adalah tingkat kimia pada tubuh yang mengatur tekanan darah. Disebut tingkat kimia, karena bradikinin adalah semacam peptida yang merupakan molekul yang terbentuk dari dua atau lebih asam amino.
- Advertisement -