alexametrics
25.9C
Malang
Friday, 22 January 2021

JLS

Selasa lalu, saya berkesempatan untuk menjelajahi jalan baru, bagian dari proyek JLS (jalur lintas selatan) di Kabupaten Malang yang saat ini sedang dalam proses pembangunan. Inilah proyek jalan prestisius di Jawa Timur. Panjangnya sekitar 675 kilometer. Melewati delapan daerah. Mulai dari Banyuwangi, Jember, Kabupaten Malang, Lumajang, Kabupaten Blitar, Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan.

Khusus untuk JLS yang melintasi Kabupaten Malang, panjangnya diperkirakan mencapai 18 kilometer. Mulai dari Balekambang hingga Kedungsalam, yang berbatasan dengan Kabupaten Blitar.

Sepanjang perjalanan, kami hampir selalu melewati pemandangan hutan yang cukup lebat di kanan-kiri jalan. Beberapa kali kami melewati tebing yang dipapras menjadi jalan. Kami sering menjumpai alat-alat berat yang sedang bekerja. Bupati Malang Drs H. Sanusi yang mengajak kami dalam perjalanan itu mengatakan, proyek JLS yang di sisi Malang, dijadwalkan rampung akhir tahun ini.

Jika memang benar bisa rampung akhir tahun ini, berarti, akan mempermudah para wisatawan untuk bisa berpelesir di pantai-pantai eksotis di Kabupaten Malang. Di antaranya Pantai Kondang Merak, Pantai Teluk Asmara, Pantai Goa Cina, Pantai Modangan, dan Pantai Tiga Warna.

Selama ini, satu-satunya hambatan untuk berpelesir di pantai-pantai eksotis Kabupaten Malang adalah akses jalannya. Selain cukup jauh jika titik berangkatnya dari Kota Malang, juga jalan menuju ke pantai-pantai itu kebanyakan tidak nyaman untuk dilalui.

Karena itu, jika kelak JLS itu rampung dibangun, maka untuk menuju ke pantai-pantai eksotis di Kabupaten Malang bakal lebih nyaman, lebih lancar, dan lebih cepat.

JLS adalah harapan baru bagi Jatim. JLS diharapkan bakal menjadi pintu masuk bagi keseimbangan antara wilayah utara dan selatan di Jatim. Kita semua tahu, bahwa kawasan selatan di Jatim lebih tertinggal ketimbang kawasan utara. Pendapatan per kapita penduduk di wilayah utara lebih besar daripada di wilayah selatan. Bahkan, pendapatan per kapita penduduk wilayah utara lebih tinggi dari pendapatan per kapita penduduk rata-rata Jatim.

Di satu sisi, wilayah selatan Jatim memang lebih kecil pendapatan per kapita penduduknya ketimbang wilayah utara. Tapi, soal potensi sumber daya alam, wilayah selatan Jatim jauh lebih unggul ketimbang wilayah utara. Pemandangan alamnya, potensi pertaniannya, serta juga pertambangannya.

Untuk itulah, dibutuhkan JLS. Bagi Kabupaten Malang, JLS sangat dibutuhkan sebagai pembuka handicap menuju ke pantai-pantai eksotis di Kabupaten Malang. Akan lebih afdal, menurut saya, jika di kawasan dekat pantai di selatan Kabupaten Malang itu dibikin bandara. Sehingga, pesawat bisa landing dan take off di sana.

Sesungguhnya daya tarik pantai-pantai di bagian selatan Kabupaten Malang itu cukup tinggi, bagi siapa saja yang bisa melihatnya. Belum lama ini, saya bertemu dengan salah seorang pengusaha dari Belanda yang dalam 1-2 tahun terakhir ini ternyata cukup intens melakukan studi kelayakan terhadap pantai-pantai di Malang Selatan. Dia mengatakan, pantai-pantai di Malang Selatan jauh lebih menarik daripada di Bali. Karena itu, melalui perusahaannya (yang salah satu core bisnisnya bergerak di bidang pengadaan listrik tenaga angin), dia menjajaki untuk berinvestasi di Kabupaten Malang.

Dia bahkan menunjukkan kepada saya roadmap investasi yang akan dijalankan di Malang Selatan. Salah satunya disebutkan, rencana membangun 10-12 hotel dan resort. Juga rencana untuk membangun dermaga. Dalam roadmap itu juga disebutkan adanya investor lain yang akan digandeng. Yakni dari Uni Emirat Arab dan Swiss.

Lantas, pantai-pantai mana yang akan dia bidik? Dia menyebut nama sebuah pantai di Malang Selatan sebagai ikonnya. Sayangnya, dia minta agar dirahasiakan dulu. Untuk membuktikan omongannya, dia menunjukkan kepada saya LoI (letter of intent) dari beberapa investor terkait rencana investasi di Malang Selatan itu.

Nah, belum jadi JLS-nya saja, pantai-pantai di Malang Selatan sudah menarik investor. Apalagi jika JLS itu kelar. (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

 

Previous articleTaste
Next articleKetika Siklus 100 Tahun Diikhtiyari
- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Wajib Dibaca