alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 19 September 2021

Protein dan Air Yang Cukup, Catat Tips Penuhi Nutrisi Saat Isoman

RADAR MALANG – Asupan makanan dengan gizi seimbang menjadi senjata terakhir bagi pasien Covid-19. Bagi mereka yang menjalani isolasi mandiri (isoman), hal ini juga harus menjadi perhatian. Sebab mereka tidak berada di bawah pengawasan ahli maupun tenaga medis selama 24 jam.

Konsumsi makanan kaya nutrisi mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sekaligus mencegah dan mengobati Covid-19.

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan untuk mengatur pola dan nutrisi makanan saat menjalani isoman. Pertama, buatlah rencana makanan yang Anda butuhkan dengan membuat menu makanan yang akan dikonsumsi selama isolasi mandiri. Langkah ini bisa juga dilakukan dengan dibantu keluarga atau lingkungan sekitar.

Kedua, utamakan membuat makanan dengan bahan yang segar. Hindari konsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet seperti mie instan, makanan kaleng, maupun minuman kemasan maupun fast food.

Ketiga, perhatikan porsi makanan dengan pembagian rasio. Di antaranya ¼ piring sumber karbohidrat (nasi, jagung, singkong dan lainnya), ¼ piring protein rendah lemak (ayam, ikan, daging merah, tempe tahu dll), lebih dari ¼ piring porsi sayuran, dan kurang dari ¼ porsi buah. Mengontrol porsi makanan pasien yang tepat dapat menyeimbangkan energi dan menghindari makan yang berlebihan.

Selain itu, pemenuhan asupan protein bagi tubuh sangat penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, membentuk antibodi yang berperan penting untuk melawan infeksi bakteri atau virus, serta mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Protein bisa diperoleh dari sumber hewani dan nabati, seperti kacang-kacangan, ikan, telur, produk susu, dan daging rendah lemak. Kebutuhan protein berubah berdasarkan kelompok usia. Orang dewasa dianjurkan untuk makan setidaknya 0,83 gram protein per kg berat badan per hari, setara dengan 58 gram/hari untuk orang dewasa dengan berat badan 70 kilogram.

Batasi makanan dan minuman yang tinggi lemak, gula dan garam. Jenis makanan dan minuman tersebut, mampu meningkatkan kolesterol jahat, dan rendah nilai gizi yang berisiko terhadap penyakit jantung dan dapat memperburuk kondisi pasien Covid-19. Jenis makanan tersebut tidak diperlukan untuk diet sehat, hanya boleh dinikmati dalam jumlah kecil dan dimakan sesekali saja. Menurunkan kadar kolesterol jahat dapat dilakukan dengan mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh. Kurangi asupan daging berlemak, produk susu tinggi lemak dan minyak kelapa. Gantilah dengan makanan seperti alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun dan ikan salmon.

Bagi kamu yang mengalami obesitas, konsumsi buah dan sayur sebagai sumber gizi dengan serat yang tinggi mampu memberikan rasa kenyang yang lebih lama sehingga dapat mengurangi porsi makan berlebih. Pada kondisi pandemi ini buah dan sayur kaya vitamin C mampu membantu meningkatkan kekebalan tubuh agar terhindar dari infeksi virus. Jagalah tubuh tetap terhidrasi dengan konsumsi air 2,7 liter per hari bagi wanita ( 11,5 gelas air) dan 3,7 liter air putih (15,5 gelas air).

Konsumsi vitamin D selama melakukan isolasi mandiri merupakan salah satu cara apabila tidak dapat mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Asupan vitamin D yang direkomendasikan berdasarkan kelompok usia dewasa (18 tahun keatas) adalah 15 gram/hari, kelompok usia anak-anak (1-17 tahun) dan ibu hamil 10 gram/hari, kelompok usia bayi (7-11 bulan) 10 gram/hari. Apabila Anda bisa mengakses jendela atau balkon yang terpapar sinar matahari, sebaiknya berjemurlah sekitar pukul 09.00 pagi dengan durasi waktu 5 menit awal hingga 15 menit dan dapat dilakukan selama 2-3 kali dalam seminggu. Selain berjemur kandungan vitamin D dapat diperoleh dari kuning telur, hati sapi maupun ikan sarden.

Pewarta: Ferdi Satrio – JPRM

RADAR MALANG – Asupan makanan dengan gizi seimbang menjadi senjata terakhir bagi pasien Covid-19. Bagi mereka yang menjalani isolasi mandiri (isoman), hal ini juga harus menjadi perhatian. Sebab mereka tidak berada di bawah pengawasan ahli maupun tenaga medis selama 24 jam.

Konsumsi makanan kaya nutrisi mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sekaligus mencegah dan mengobati Covid-19.

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan untuk mengatur pola dan nutrisi makanan saat menjalani isoman. Pertama, buatlah rencana makanan yang Anda butuhkan dengan membuat menu makanan yang akan dikonsumsi selama isolasi mandiri. Langkah ini bisa juga dilakukan dengan dibantu keluarga atau lingkungan sekitar.

Kedua, utamakan membuat makanan dengan bahan yang segar. Hindari konsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet seperti mie instan, makanan kaleng, maupun minuman kemasan maupun fast food.

Ketiga, perhatikan porsi makanan dengan pembagian rasio. Di antaranya ¼ piring sumber karbohidrat (nasi, jagung, singkong dan lainnya), ¼ piring protein rendah lemak (ayam, ikan, daging merah, tempe tahu dll), lebih dari ¼ piring porsi sayuran, dan kurang dari ¼ porsi buah. Mengontrol porsi makanan pasien yang tepat dapat menyeimbangkan energi dan menghindari makan yang berlebihan.

Selain itu, pemenuhan asupan protein bagi tubuh sangat penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, membentuk antibodi yang berperan penting untuk melawan infeksi bakteri atau virus, serta mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Protein bisa diperoleh dari sumber hewani dan nabati, seperti kacang-kacangan, ikan, telur, produk susu, dan daging rendah lemak. Kebutuhan protein berubah berdasarkan kelompok usia. Orang dewasa dianjurkan untuk makan setidaknya 0,83 gram protein per kg berat badan per hari, setara dengan 58 gram/hari untuk orang dewasa dengan berat badan 70 kilogram.

Batasi makanan dan minuman yang tinggi lemak, gula dan garam. Jenis makanan dan minuman tersebut, mampu meningkatkan kolesterol jahat, dan rendah nilai gizi yang berisiko terhadap penyakit jantung dan dapat memperburuk kondisi pasien Covid-19. Jenis makanan tersebut tidak diperlukan untuk diet sehat, hanya boleh dinikmati dalam jumlah kecil dan dimakan sesekali saja. Menurunkan kadar kolesterol jahat dapat dilakukan dengan mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh. Kurangi asupan daging berlemak, produk susu tinggi lemak dan minyak kelapa. Gantilah dengan makanan seperti alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun dan ikan salmon.

Bagi kamu yang mengalami obesitas, konsumsi buah dan sayur sebagai sumber gizi dengan serat yang tinggi mampu memberikan rasa kenyang yang lebih lama sehingga dapat mengurangi porsi makan berlebih. Pada kondisi pandemi ini buah dan sayur kaya vitamin C mampu membantu meningkatkan kekebalan tubuh agar terhindar dari infeksi virus. Jagalah tubuh tetap terhidrasi dengan konsumsi air 2,7 liter per hari bagi wanita ( 11,5 gelas air) dan 3,7 liter air putih (15,5 gelas air).

Konsumsi vitamin D selama melakukan isolasi mandiri merupakan salah satu cara apabila tidak dapat mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Asupan vitamin D yang direkomendasikan berdasarkan kelompok usia dewasa (18 tahun keatas) adalah 15 gram/hari, kelompok usia anak-anak (1-17 tahun) dan ibu hamil 10 gram/hari, kelompok usia bayi (7-11 bulan) 10 gram/hari. Apabila Anda bisa mengakses jendela atau balkon yang terpapar sinar matahari, sebaiknya berjemurlah sekitar pukul 09.00 pagi dengan durasi waktu 5 menit awal hingga 15 menit dan dapat dilakukan selama 2-3 kali dalam seminggu. Selain berjemur kandungan vitamin D dapat diperoleh dari kuning telur, hati sapi maupun ikan sarden.

Pewarta: Ferdi Satrio – JPRM

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru