alexametrics
23C
Malang
Wednesday, 3 March 2021

Lima Etos Pemimpin Pemberdaya

TUGAS pemimpin adalah membuat para pengikutnya menjadi lebih kuat, lebih hebat, dan lebih berdaya. Pemimpin tangguh diharapkan aktif terlibat dalam memberdayakan masyarakat. Sebab, tugas pemimpin dan seluruh anak bangsa adalah mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, dan berdaya saing. Mari bersatu padu untuk mengharumkan bangsa Indonesia.

Pada masa pandemi ini, menjadi keniscayaan bahwa semua harus bahu-membahu agar bisa bertahan menghadapi masa sulit, bahkan meraih kemenangan. Pemimpin tangguh akan mampu mengelola kesulitan menjadi peluang.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda, ”Barangsiapa melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah akan melapangkan darinya satu kesusahan di hari kiamat. Demikian juga, barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah utang), maka Allah Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat. Lalu barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutup (aib)-nya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hambanya selama hamba tersebut menolong saudaranya.”

Ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam memberdayakan orang lain. Misalnya memberikan nasihat, ilmu, tenaga, bimbingan, dan saran yang baik. Program kerja pemberdayaan dapat diberikan kepada individu, kelompok usaha, pelaku usaha, dan segmen masyarakat yang ingin menjadi lebih baik.

Dengan berubah menjadi lebih baik, diharapkan mereka juga mampu memberdayakan orang lain. Kita harus mampu dan mau menjadi pijakan untuk kesuksesan orang lain. Para pemimpin yang terlibat dalam program pemberdayaan harus memilah-milah level dan tindakan pemberdayaannya dari para pelaku pemberdayaan. Dari level dan tindakan pemberdayaan ini dapat juga ditentukan waktu dan strategi yang dibutuhkan oleh pelaku pemberdayaan. Dengan demikian, akan melahirkan suatu lingkungan yang saling memberdayakan satu sama lainnya.

Ada berbagai cara yang dapat memberdayakan masyarakat. Misalnya bergabung dengan komunitas, mengikuti program pelatihan keterampilan, memperluas pergaulan, dan kunjungan usaha untuk studi banding.

Bagi pemimpin yang ingin menjadi pemberdaya, sebaiknya memperluas panggungnya. Memperbanyak dukungan dari orang sekitar agar menjadi agen pertumbuhan dan pemberdayaan.

Penggerak pemberdayaan ini bisa dari unsur mana saja. Baik dari pemerintah, pelaku usaha, fasilitator, pemimpin formal maupun informal, serta unsur masyarakat lain. Salah satu penggerak pemberdayaan hadir di kota Malang adalah Perkumpulan Nusantara Negeri Gemilang.

Dengan saling memberdayakan, maka akan tercipta masyarakat yang kuat dan maju. Objek pemberdayaan yang akan memberdayakan objek lain juga harus membekali dirinya dengan pengetahuan dan kompetensi. Hubungan yang dibangun dalam jaringan pemberdayaan haruslah positif.

Untuk mewujudkannya, ada lima etos yang harus diperhatikan dalam pemberdayaan. Pertama, etos belajar untuk meningkatkan kapasitas ilmu. Kedua, etos berdagang untuk meningkatkan kapasitas usaha dan bisnis. Ketiga, etos berjuang untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan. Keempat, etos bersinergi untuk meningkatkan kapasitas kerja sama. Kelima, etos berbagi untuk meningkatkan kapasitas berkontribusi.

Seruan pemberdayaan haruslah dimulai dan didengungkan oleh pemimpin masyarakat untuk memperkuat kualitas sistem perekonomiannya. Di masa sekarang, seruan pemberdayaan dapat dilakukan melalui media sosial dan media massa.

Sementara panggilan pemberdayaan haruslah didasarkan pada semangat untuk membantu orang lain. Dengan semangat membantu itulah, tujuan pemberdayaan akan terwujud. Di antaranya, tujuan untuk meningkatkan level pelaku usaha, meningkatkan pendapatan para pelaku usaha dan produk yang dihasilkan dapat bersaing dengan asing. (*)

TUGAS pemimpin adalah membuat para pengikutnya menjadi lebih kuat, lebih hebat, dan lebih berdaya. Pemimpin tangguh diharapkan aktif terlibat dalam memberdayakan masyarakat. Sebab, tugas pemimpin dan seluruh anak bangsa adalah mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, dan berdaya saing. Mari bersatu padu untuk mengharumkan bangsa Indonesia.

Pada masa pandemi ini, menjadi keniscayaan bahwa semua harus bahu-membahu agar bisa bertahan menghadapi masa sulit, bahkan meraih kemenangan. Pemimpin tangguh akan mampu mengelola kesulitan menjadi peluang.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda, ”Barangsiapa melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah akan melapangkan darinya satu kesusahan di hari kiamat. Demikian juga, barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah utang), maka Allah Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat. Lalu barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutup (aib)-nya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hambanya selama hamba tersebut menolong saudaranya.”

Ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam memberdayakan orang lain. Misalnya memberikan nasihat, ilmu, tenaga, bimbingan, dan saran yang baik. Program kerja pemberdayaan dapat diberikan kepada individu, kelompok usaha, pelaku usaha, dan segmen masyarakat yang ingin menjadi lebih baik.

Dengan berubah menjadi lebih baik, diharapkan mereka juga mampu memberdayakan orang lain. Kita harus mampu dan mau menjadi pijakan untuk kesuksesan orang lain. Para pemimpin yang terlibat dalam program pemberdayaan harus memilah-milah level dan tindakan pemberdayaannya dari para pelaku pemberdayaan. Dari level dan tindakan pemberdayaan ini dapat juga ditentukan waktu dan strategi yang dibutuhkan oleh pelaku pemberdayaan. Dengan demikian, akan melahirkan suatu lingkungan yang saling memberdayakan satu sama lainnya.

Ada berbagai cara yang dapat memberdayakan masyarakat. Misalnya bergabung dengan komunitas, mengikuti program pelatihan keterampilan, memperluas pergaulan, dan kunjungan usaha untuk studi banding.

Bagi pemimpin yang ingin menjadi pemberdaya, sebaiknya memperluas panggungnya. Memperbanyak dukungan dari orang sekitar agar menjadi agen pertumbuhan dan pemberdayaan.

Penggerak pemberdayaan ini bisa dari unsur mana saja. Baik dari pemerintah, pelaku usaha, fasilitator, pemimpin formal maupun informal, serta unsur masyarakat lain. Salah satu penggerak pemberdayaan hadir di kota Malang adalah Perkumpulan Nusantara Negeri Gemilang.

Dengan saling memberdayakan, maka akan tercipta masyarakat yang kuat dan maju. Objek pemberdayaan yang akan memberdayakan objek lain juga harus membekali dirinya dengan pengetahuan dan kompetensi. Hubungan yang dibangun dalam jaringan pemberdayaan haruslah positif.

Untuk mewujudkannya, ada lima etos yang harus diperhatikan dalam pemberdayaan. Pertama, etos belajar untuk meningkatkan kapasitas ilmu. Kedua, etos berdagang untuk meningkatkan kapasitas usaha dan bisnis. Ketiga, etos berjuang untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan. Keempat, etos bersinergi untuk meningkatkan kapasitas kerja sama. Kelima, etos berbagi untuk meningkatkan kapasitas berkontribusi.

Seruan pemberdayaan haruslah dimulai dan didengungkan oleh pemimpin masyarakat untuk memperkuat kualitas sistem perekonomiannya. Di masa sekarang, seruan pemberdayaan dapat dilakukan melalui media sosial dan media massa.

Sementara panggilan pemberdayaan haruslah didasarkan pada semangat untuk membantu orang lain. Dengan semangat membantu itulah, tujuan pemberdayaan akan terwujud. Di antaranya, tujuan untuk meningkatkan level pelaku usaha, meningkatkan pendapatan para pelaku usaha dan produk yang dihasilkan dapat bersaing dengan asing. (*)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru