alexametrics
22.2 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Santri dan Pasar Modal Syariah

Pengembangan soft skill para santri terus dilakukan dari berbagai bidang, seperti halnya dalam bidang investasi. Melalui program pengabdian kepada masyarakat bisa memberikan edukasi kepada santri terkait investasi di pasar modal syariah.

Kegiatan semacam ini bertujuan untuk mengajak santri sekaligus mahasiswa untuk dapat berinvestasi sedari muda. Investasi di pasar modal syariah sangat cocok dijalankan para santri yang mana pada umumnya memiliki keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya. Para dosen bisa memaparkan sistematika dan regulasi investasi di pasar modal serta karakteristik yang masuk sebagai kategori syariah.

Dengan memiliki instrumen investasi yang tepat, aman, dan sesuai dengan prinsip syariah akan membantu para santri agar bisa mendapat tambahan pendapatan. Hal ini dapat dilihat bahwa instrumen investasi seperti saham syariah serta perusahaan sekuritas yang digunakan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta telah menerapkan fatwa Dewan MUI. Selain itu, para santri diharapkan agar tidak sampai tertipu oleh investasi ilegal yang sering kali menawarkan dan iming-iming tingkat keuntungan yang tinggi.

Contoh saja di Pondok Pesantren Anwarul Huda. Di lembaga yang telah berdiri sejak tahun 1997 ini banyak mahasiswa yang nyantri di sana karena letaknya yang strategis dan dekat dengan berbagai kampus di Kota Malang. Para santri tidak hanya mendalami ilmu agama, melainkan juga diberikan banyak kegiatan yang bersifat pengembangan diri seperti halnya pengenalan dalam berwirausaha. KH M. Baidowi Muslich selaku pengasuh pondok berkeinginan bahwa para santri nantinya dapat mandiri secara ekonomi ketika kembali ke masyarakat.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut, maka dibentuklah beberapa unit bisnis atau sering disebut dengan laboratorium bisnis santri sebagai wadah latihan. PP Anwarul Huda telah memiliki empat unit bisnis yang berbeda bidang usaha, yaitu bisnis air minum dalam kemasan (AMDK), bisnis sablon, bisnis tempe, serta bisnis keripik. Unit bisnis yang ada semuanya dikelola langsung oleh para santri mulai dari proses poduksi sampai penjualan.

Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah pelatihan yang mengangkat tema ”Peningkatan Santripreneur Berbasis Pasar Modal di Pondok Pesantren Anwarul Huda” pada hari pertengahan Maret lalu. Selain mendapat edukasi materi investasi, sekitar 40 santri yang terpilih juga diberikan pendampingan pembukaan akun sekuritas yang syariah bekerja sama dengan Galeri Investasi BEI FEB Unisma. Tidak berhenti di situ saja, para santri mendapat pendampingan lanjutan agar bisa melakukan analisis atas saham-saham yang akan dibeli.

Para santri juga dibekali analisis fundamental dan teknikal untuk menghindari atau meminimalkan terhadap risiko kerugian. Untuk ke depannya, setelah akun sekuritas para santri aktif yaitu telah menerima rekening dana nasabah, maka para santri akan diberikan modal sebesar Rp 100.000/santri untuk bisa investasi langsung di pasar modal syariah.

Pada saat ini lulusan pesantren seringkali menjadi rujukan masyarakat karena dianggap mumpuni dalam memberikan solusi atas permasalahan sosial ekonomi yang terjadi. Sudah sewajarnya santri memiliki banyak keterampilan yang bisa dipelajari di pesantren untuk bekalnya nanti kembali ke masyarakat.

oleh:
Mohamad Bastomi, SE., MM.
(Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Malang (Unisma))

Pengembangan soft skill para santri terus dilakukan dari berbagai bidang, seperti halnya dalam bidang investasi. Melalui program pengabdian kepada masyarakat bisa memberikan edukasi kepada santri terkait investasi di pasar modal syariah.

Kegiatan semacam ini bertujuan untuk mengajak santri sekaligus mahasiswa untuk dapat berinvestasi sedari muda. Investasi di pasar modal syariah sangat cocok dijalankan para santri yang mana pada umumnya memiliki keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya. Para dosen bisa memaparkan sistematika dan regulasi investasi di pasar modal serta karakteristik yang masuk sebagai kategori syariah.

Dengan memiliki instrumen investasi yang tepat, aman, dan sesuai dengan prinsip syariah akan membantu para santri agar bisa mendapat tambahan pendapatan. Hal ini dapat dilihat bahwa instrumen investasi seperti saham syariah serta perusahaan sekuritas yang digunakan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta telah menerapkan fatwa Dewan MUI. Selain itu, para santri diharapkan agar tidak sampai tertipu oleh investasi ilegal yang sering kali menawarkan dan iming-iming tingkat keuntungan yang tinggi.

Contoh saja di Pondok Pesantren Anwarul Huda. Di lembaga yang telah berdiri sejak tahun 1997 ini banyak mahasiswa yang nyantri di sana karena letaknya yang strategis dan dekat dengan berbagai kampus di Kota Malang. Para santri tidak hanya mendalami ilmu agama, melainkan juga diberikan banyak kegiatan yang bersifat pengembangan diri seperti halnya pengenalan dalam berwirausaha. KH M. Baidowi Muslich selaku pengasuh pondok berkeinginan bahwa para santri nantinya dapat mandiri secara ekonomi ketika kembali ke masyarakat.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut, maka dibentuklah beberapa unit bisnis atau sering disebut dengan laboratorium bisnis santri sebagai wadah latihan. PP Anwarul Huda telah memiliki empat unit bisnis yang berbeda bidang usaha, yaitu bisnis air minum dalam kemasan (AMDK), bisnis sablon, bisnis tempe, serta bisnis keripik. Unit bisnis yang ada semuanya dikelola langsung oleh para santri mulai dari proses poduksi sampai penjualan.

Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah pelatihan yang mengangkat tema ”Peningkatan Santripreneur Berbasis Pasar Modal di Pondok Pesantren Anwarul Huda” pada hari pertengahan Maret lalu. Selain mendapat edukasi materi investasi, sekitar 40 santri yang terpilih juga diberikan pendampingan pembukaan akun sekuritas yang syariah bekerja sama dengan Galeri Investasi BEI FEB Unisma. Tidak berhenti di situ saja, para santri mendapat pendampingan lanjutan agar bisa melakukan analisis atas saham-saham yang akan dibeli.

Para santri juga dibekali analisis fundamental dan teknikal untuk menghindari atau meminimalkan terhadap risiko kerugian. Untuk ke depannya, setelah akun sekuritas para santri aktif yaitu telah menerima rekening dana nasabah, maka para santri akan diberikan modal sebesar Rp 100.000/santri untuk bisa investasi langsung di pasar modal syariah.

Pada saat ini lulusan pesantren seringkali menjadi rujukan masyarakat karena dianggap mumpuni dalam memberikan solusi atas permasalahan sosial ekonomi yang terjadi. Sudah sewajarnya santri memiliki banyak keterampilan yang bisa dipelajari di pesantren untuk bekalnya nanti kembali ke masyarakat.

oleh:
Mohamad Bastomi, SE., MM.
(Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Malang (Unisma))

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/