alexametrics
22.6 C
Malang
Wednesday, 23 September 2020

Kematian Covid Rendah pada Perempuan, Why?

- Advertisement -
- Advertisement -

PADA tulisan saya sebelumnya, dijelaskan tentang betapa berbahayanya Covid-19 menurut Hipotesis Bradikinin. Hipotesis ini diungkap oleh Dr Daniel Jacobson, Kepala Peneliti dan Kepala Ilmuwan di bidang Sistem Komputasi Biologi di Oak Ridge National Laboratory Amerika Serikat, setelah melakukan riset terhadap Covid-19 bersama timnya dengan bantuan komputer supercanggih Summit.

Melalui Hipotesis Bradikinin yang diungkap oleh Jacobson, dapat dijelaskan bagaimana Covid-19 menginfeksi tubuh manusia, menyerang organ-organ di dalam tubuh, hingga akhirnya bisa menimbulkan kematian.

Tulisan kali ini masih menyinggung soal bradikinin. Jacobson menyebut bradikinin adalah tingkat kimia pada tubuh yang mengatur tekanan darah. Disebut tingkat kimia, karena bradikinin adalah semacam peptida yang merupakan molekul yang terbentuk dari dua atau lebih asam amino.

Ketika bradikinin terbentuk di dalam tubuh, maka secara dramatis meningkatkan permeabilitas vaskuler. Permeabilitas adalah kemampuan yang dimiliki oleh suatu zat/membran untuk meloloskan sejumlah partikel yang menembus atau melaluinya. Dengan kata lain, bradikinin menyebabkan kebocoran pada pembuluh darah. Hal ini sesuai dengan data klinis terbaru yang berpendapat bahwa Covid-19 lebih cenderung disebut sebagai penyakit vaskuler (pembuluh darah) ketimbang penyakit saluran pernapasan. Namun, tak bisa dipungkiri, bahwa Covid-19 masih mempunyai dampak yang besar pada paru-paru.

Jacobson, seperti ditulis ”elemental.medium.com”, sebuah website yang berisi kumpulan artikel ilmiah populer yang dirilis 1 September lalu menyebutkan, ketika pembuluh darah mulai bocor karena badai bradikinin, cairan dapat masuk ke paru-paru. Selanjutnya, sel-sel kekebalan tubuh juga akan masuk ke paru-paru, lalu dapat menyebabkan peradangan.

Covid-19 menurut riset Jacobson juga mempunyai dampak bahaya lainnya. Melalui jalur lain, virus ini dapat meningkatkan produksi asam hialuronat (HLA) pada paru-paru. HLA merupakan zat yang terdapat pada sabun dan lotion yang berfungsi untuk menyerap lebih dari 1.000 kali berat jenis dalam cairan. Masalahnya, ketika zat ini bercampur dengan cairan yang masuk ke dalam paru-paru, maka terdapat dampak serius yang ditimbulkan. Yakni, akan terbentuk hydrogel dan akan mengisi paru-paru pada beberapa pasien. Menurut Jacobson, ketika hydrogel berhasil masuk ke dalam paru-paru, hal ini dapat diumpamakan seperti bernapas dalam jelly. Jadi, sulit sekali bernapas.

Ketika pasien Covid-19 mengalami seperti ini, maka ventilator tidak begitu efektif untuk mengatasinya. ”Sehingga berapa pun banyaknya jumlah oksigen yang dipompa ke dalam paru-paru, akan percuma, ketika paru-paru sudah terisi dengan hydrogel,” kata Jacobson. Paru-paru menjadi seperti kantung air, dan pasien akan mati lemas, sekalipun didukung penuh dengan alat bantu pernapasan.

Hipotesis Bradikinin juga meluas hingga dampak-dampak Covid-19 pada jantung. Riset Jacobson menyebutkan, kurang lebih seperlima pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, mengalami kerusakan organ jantung, meski sebenarnya mereka tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Hal ini disebabkan karena virus menginfeksi jantung secara langsung melalui reseptor ACE2. Tulisan saya sebelumnya menjelaskan, bahwa ACE2 adalah suatu reseptor di permukaan sel yang merupakan singkatan dari Angiotensin Converting Enzyme 2. Jadi, ini adalah semacam enzim yang menempel pada permukaan luar (membran) sel-sel di beberapa organ, seperti paru-paru, arteri, jantung, ginjal, dan usus. Para peneliti berpendapat, serangan bradikinin ini dapat memicu terjadinya aritmia (detak jantung yang tak beraturan) dan tekanan darah rendah yang banyak dijumpai pada pasien Covid-19.

Hipotesis Bradikinin juga terkait dengan dampak-dampak saraf. Gejala-gejala seperti kepala pening, kejang, stroke, dan delirium (gangguan mental serius yang menyebabkan penderita mengalami kebingungan parah dan berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar) biasanya dijumpai pada hampir setengah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Jacobson dan timnya mengatakan, bahwa MRI yang dilakukan di Prancis mengungkap bahwa banyak pasien Covid-19 yang mengalami kebocoran pembuluh darah pada otak.

Serangan bradikinin dapat juga merusak pembatas antara otak dan darah. Pada kondisi normal, pembatas itu berfungsi sebagai filter antara otak dan sistem sirkulasi lainnya. Pembatas ini juga berfungsi sebagai jalan masuk nutrisi dan molekul-molekul kecil yang dibutuhkan otak untuk dapat berfungsi, dan juga sebagai penangkal zat racun dan pathogen, serta mengatur sistem kerja bagian dalam otak.

Jika badai bradikinin dapat merusak pembatas antara otak dan darah, maka sel-sel dan senyawa berbahaya dapat menyusup ke dalam otak dan menyebabkan peradangan. Selanjutnya berpotensi terjadinya kerusakan otak, dan memicu gejala-gejala saraf lainnya, seperti pada pasien Covid-19.

Hipotesis Bradikinin juga menjelaskan beberapa pola demografi yang luas terkait penyebaran Covid-19. Para peneliti mencatat, bahwa beberapa aspek sistem RAS ada kaitannya dengan jenis kelamin, di mana terdapat protein bagi beberapa reseptor (misalnya TMSB4X) yang terdapat pada kromosom X. RAS (Renin Angiotensin System) adalah sistem hormon yang mengatur tekanan darah dan keseimbangan cairan dan elektrolit, serta resistensi pembuluh darah sistemik. Jadi, RAS mengendalikan banyak aspek pada sistem sirkulasi, termasuk tingkat kimia pada tubuh yang disebut bradikinin, yang mengatur tekanan darah.

Hasil riset Jacobson menyebutkan pada peta penelitiannya, bahwa perempuan mempunyai dua kali lebih banyak jenis protein TMSB4X daripada laki-laki. Jacobson dan tim menyimpulkan, bahwa hal ini menjelaskan adanya angka kematian yang disebabkan oleh Covid-19 yang rendah pada perempuan. Jadi, keunikan dari genetik RAS ini dapat memberikan perlindungan yang lebih melawan Covid-19 pada perempuan. (bersambung/kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

- Advertisement -

Latest news

PKKMB Uniga, Ajak Maba Tetap Semangat di Tengah Pandemi Covid-19

MALANG – Universitas Gajayana Malang menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2020 -2021. Dalam kegiatan yang digelar secara daring dan luring selama tiga hari tersebut, Uniga mengangkat tema Tetap Semangat di Era Pandemi Covid-19, Bersama Uniga Menjadi yang Terdepan dan Berkarakter.
- Advertisement -

PLN UP3 Malang Salurkan 50 Tong Sampah di Pantai Selatan

MALANG - Sebanyak 50 tong sampah dibagikan di daerah wilayah pantai selatan yakni, Pantai Balekambang dan Sendang Biru, kabupaten Malang dalam rangka “Word Clean Up Day 2020”, Selasa (22/9). Sebagai wujud kepedulian PLN terhadap lingkungan sekitar, karena saat ini sampah menjadi masalah serius terutama di daerah wisata terbuka seperti pantai.

Besok Pengundian Nomor Urut, KPU Batasi Tiap Paslon Bawa 12 Pendukung

Ketua KPU Kabupaten Malang Anis Suhartini menambahkan, semua yang hadir dalam kegiatan pengundian nomor urut paslon juga harus mengenakan protap kesehatan. Hal ini juga sudah diatur dalam aturan Pilkada serentak.

Arema FC Kembali Genjot Fisik dan Bangun Chemistry di Pantai

”Kami ingin ada suasana baru pada latihan. Selain juga, ingin semakin meningkatkan fisik dan kebersamaan para pemain,” jelas pelatih kepala Arema Carlos Oliveira kemarin (22/9).

Related news

Malik Fadjar Duluan Milenial

Milenial rekat dengan dunia serba kekinian. Yang muda, modern, teknologi, dan serba kebaruan. Namun apakah orang sepuh juga bisa masuk ranah itu? Bagi saya kenapa tidak. Nyatanya mantan Rektor Universitas Muhammadiyah, (alm) Prof A. Malik Fadjar MSc adalah salah satu sosok yang memiliki karakter kuat diterima oleh semua kalangan.

Move On

ADA tipe manusia yang gampang move on, tapi ada juga tipe manusia yang susah move on. Makna bebas dari move on di sini adalah cepat melupakan masa lalu.

Obat Covid Itu Danazol hingga Vitamin D?

Obat-obatan itu diduga dapat mengobati Covid-19. Di antaranya disebutkan: danazol, stanozolol, dan ecallantide. Obat-obatan ini, kata Jacobson, dapat mengurangi produksi bradikinin dan dapat menghentikan badai bradikinin yang mematikan.

Hipotesis Baru, Mengapa Covid-19 Mematikan?

Summit termasuk komputer super canggih dan tercepat di dunia. Summit punya kemampuan luar biasa dalam mengkalkulasi, memetakan, dan menganalisis sebuah data dalam jumlah besar. Ini tidak terlepas dari dukungan banyak teknologi canggih di IBM, sebagai produsen Summit.
- Advertisement -