alexametrics
32C
Malang
Monday, 19 April 2021

Peluang Bisnis Baru di Tengah Pandemi

ADA strategi jitu agar bisnis bertahan, bahkan bisa tumbuh di tengah pandemi Covid-19 ini. Syaratnya, para business owner harus bisa melihat peluang. Sebab, strategi itu didapatkan oleh businessowner yang bisa melihat peluang dari krisis ini.

Yakinlah bahwa di balik krisis ada kesempatan untuk menerapkan semua ilmu dan keahlian sehingga bisnis bisa berkembang. Minimal bisa bertahan.

Kondisi krisis ini memang memaksa business owner untuk melakukan perubahan agar tetap bertahan, bahkan tumbuh. Krisis ini juga sekaligus menjadi ujian ketangguhan para business owner.

Lantas, peluang apa saja yang muncul di tengah krisis ini? Peluang-peluang itu muncul karena adanya perubahan pola perilaku konsumen. Perubahan perilaku inilah yang harus ditangkap oleh business owner.

Ada 4 perubahan perilaku terbesar sebagai dampak krisis ini. Pertama, munculnya budaya stayat home. Imbas pandemi Covid-19 ini, orang lebih banyak beraktivitas dari rumah masing-masing. Apalagi didukung kebijakan pemerintah, seperti PSBB (pembatasan sosial berskala besar), kemudian berganti PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat).

Pemerintah juga mengharuskan pegawai bekerja dari rumah. Anak-anak menjalani pembelajaran secara daring (online). Tentu, orientasi kebijakan ini baik. Yakni memutus mata rantai sebaran virus korona. Implikasi dari kebijakan ini, konsumen akan lebih berhati-hati lagi untuk keluar rumah.

Perubahan perilaku konsumen ini akan mengubah pola belanja kebutuhan sehari-hari. Pola belanja yang sebelumnya harus datang ke pasar dan bertemu banyak orang, kini berubah menjadi belanja secara online. Pola konsumsi masyarakat juga akan berubah, misalnya lebih banyak melakukan delivery order. Makanan dalam bentuk beku atau frozen akan menjadi tren baru di masyarakat.

Perubahan perilaku konsumen yang kedua adalah perubahan pada prioritas kebutuhan masyarakat. Konsumen tidak lagi memikirkan tentang aktualisasi diri. Mereka akan memikirkan kebutuhan dasarnya terlebih dahulu. Gaya hidup masyarakat juga berubah dengan saling menjauhkan diri agar tidak tertular. Selain itu, masyarakat juga cenderung mencari hal-hal yang bersifat gratis akibat penurunan pendapatan selama pandemi Covid-19. Kondisi ini bisa menjadi peluang bagi para business owner. Misalnya, melayani pelanggan dari rumah.

Perubahan perilaku yang ketiga adalah peran media digital semakin mendominasi. Hal itu terjadi karena interaksi secara langsung antarmasyarakat sangat terbatas. Karena itu, dibutuhkan peran media digital sebagai penyambung interaksi masyarakat.

Komunikasi antarorang juga akan dilakukan secara virtual. Akan banyak aplikasi online yang booming akibat krisis, terutama aplikasi permainan dan aplikasi yang menghubungkan interaksi masyarakat. Selain itu, juga akan muncul aplikasi-aplikasi yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Misalnya onlineschooling dan home schooling.

Dari tiga perubahan perilaku konsumen tersebut, business owner bisa melakukan perubahan untuk bisa bertahan dalam bisnis. Para business owner harus menciptakan new normal masing-masing. Ciptakan kondisi new normal yang sesuai dengan karakter masing-masing business owner dan usahanya.

Hal ini akan mempercepat proses adaptasinya. Business owner harus tetap bergerak di tengah krisis. Jangan takut. Jangan panik. Dan jangan mengeluh. Tetaplah bergerak dan berusaha untuk bertahan di tengah kondisi krisis. Di dalam setiap kondisi yang sulit pasti ada jalan keluar yang bisa dimanfaatkan dan dimaksimalkan oleh para business owner.

Selain harus merubah pola bisnis sesuai perilaku konsumen, juga harus mempersiapkan diri secara pribadi, perusahaannya, dan timnya untuk bisa bertahan dalam jangka panjang. Business owner dan tim harus bekerja lebih hebat, lebih produktif, lebih efisien, dan lebih sistematis.

Para business owner harus membuat arah dan pergerakan yang adjust dan adapt. Mulai bekali tim yang akan membersamainya dengan kompetensi-kompetensi baru yang dibutuhkan untuk mendukung perubahan perusahaan di tengah kondisi krisis ini. Kembangkan kompetensi yang harus dimiliki oleh masing-masing orang demi tujuan jangka panjang.

Selain itu, mental dan mindset-nya juga harus dipersiapkan. Tanamkan pada mindset masing-masing personel dalam tim bahwa akan menjadi pemenang dalam krisis ini. Dengan demikian, maka perusahaan akan siap bertahan di tengah krisis, bahkan dapat melakukan scale up.

Setelah sumber daya manusia (SDM) siap, perlu dibangun sumber penghasilan yang berlapis-lapis. Ketika sumber penghasilan di lapisan pertama sudah jalan dan dirasakan aman, maka business owner sebaiknya membuat sumber penghasilan kedua dan seterusnya.

Be Agile. Jangan berhenti membangun bisnis seperti Samsung Model. Carilah yang tidak mungkin. Carilah peluang secara terus-menerus. Jangan bergerak hanya pada satu jenis bisnis. Bangunlah berbagai macam unit untuk menciptakan berbagai macam revenue stream. Dengan banyaknya jenis bisnis yang dimiliki, maka kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar juga akan lebih besar.

Untuk itu, mulailah untuk berpikir secara lateral. Ketika satu jalan menemui kendala, segeralah buka jalan lain untuk mewujudkan tujuan business owner. Bergeraklah di berbagai jalan dan cara. Carilah cara-cara yang menurut orang lain tidak akan mungkin berhasil.

Tentunya akan banyak sekali hambatan yang harus dihadapi. Dalam situasi normal saja, hambatan bisnis sudah sangat besar, apalagi dalam krisis seperti sekarang ini. Tapi hambatan-hambatan tersebut akan dapat diatasi dengan persiapan yang sangat baik.

Dan pada akhirnya, teruslah belajar, perbanyak ilmu-ilmu baru. Pelajari dan amalkan ilmu bisnis dan kepemimpinan yang baik di keluarga, bisnis, serta masyarakat. Perkuat kompetensi diri sendiri dan orang-orang di sekitar untuk mendukung kebangkitan dan scale up. Teruslah belajar hal-hal baru, dalam beberapa kegiatan antara lain grounded businesscoaching, Nusantara Gilang Gemilang, dan lain-lain. Saya selalu menyerukan, pemimpin haruslah terus belajar. Pemimpin wajib terus membangun tim agar memiliki kompetensi dan kapasitas yang baik. (*)

ADA strategi jitu agar bisnis bertahan, bahkan bisa tumbuh di tengah pandemi Covid-19 ini. Syaratnya, para business owner harus bisa melihat peluang. Sebab, strategi itu didapatkan oleh businessowner yang bisa melihat peluang dari krisis ini.

Yakinlah bahwa di balik krisis ada kesempatan untuk menerapkan semua ilmu dan keahlian sehingga bisnis bisa berkembang. Minimal bisa bertahan.

Kondisi krisis ini memang memaksa business owner untuk melakukan perubahan agar tetap bertahan, bahkan tumbuh. Krisis ini juga sekaligus menjadi ujian ketangguhan para business owner.

Lantas, peluang apa saja yang muncul di tengah krisis ini? Peluang-peluang itu muncul karena adanya perubahan pola perilaku konsumen. Perubahan perilaku inilah yang harus ditangkap oleh business owner.

Ada 4 perubahan perilaku terbesar sebagai dampak krisis ini. Pertama, munculnya budaya stayat home. Imbas pandemi Covid-19 ini, orang lebih banyak beraktivitas dari rumah masing-masing. Apalagi didukung kebijakan pemerintah, seperti PSBB (pembatasan sosial berskala besar), kemudian berganti PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat).

Pemerintah juga mengharuskan pegawai bekerja dari rumah. Anak-anak menjalani pembelajaran secara daring (online). Tentu, orientasi kebijakan ini baik. Yakni memutus mata rantai sebaran virus korona. Implikasi dari kebijakan ini, konsumen akan lebih berhati-hati lagi untuk keluar rumah.

Perubahan perilaku konsumen ini akan mengubah pola belanja kebutuhan sehari-hari. Pola belanja yang sebelumnya harus datang ke pasar dan bertemu banyak orang, kini berubah menjadi belanja secara online. Pola konsumsi masyarakat juga akan berubah, misalnya lebih banyak melakukan delivery order. Makanan dalam bentuk beku atau frozen akan menjadi tren baru di masyarakat.

Perubahan perilaku konsumen yang kedua adalah perubahan pada prioritas kebutuhan masyarakat. Konsumen tidak lagi memikirkan tentang aktualisasi diri. Mereka akan memikirkan kebutuhan dasarnya terlebih dahulu. Gaya hidup masyarakat juga berubah dengan saling menjauhkan diri agar tidak tertular. Selain itu, masyarakat juga cenderung mencari hal-hal yang bersifat gratis akibat penurunan pendapatan selama pandemi Covid-19. Kondisi ini bisa menjadi peluang bagi para business owner. Misalnya, melayani pelanggan dari rumah.

Perubahan perilaku yang ketiga adalah peran media digital semakin mendominasi. Hal itu terjadi karena interaksi secara langsung antarmasyarakat sangat terbatas. Karena itu, dibutuhkan peran media digital sebagai penyambung interaksi masyarakat.

Komunikasi antarorang juga akan dilakukan secara virtual. Akan banyak aplikasi online yang booming akibat krisis, terutama aplikasi permainan dan aplikasi yang menghubungkan interaksi masyarakat. Selain itu, juga akan muncul aplikasi-aplikasi yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Misalnya onlineschooling dan home schooling.

Dari tiga perubahan perilaku konsumen tersebut, business owner bisa melakukan perubahan untuk bisa bertahan dalam bisnis. Para business owner harus menciptakan new normal masing-masing. Ciptakan kondisi new normal yang sesuai dengan karakter masing-masing business owner dan usahanya.

Hal ini akan mempercepat proses adaptasinya. Business owner harus tetap bergerak di tengah krisis. Jangan takut. Jangan panik. Dan jangan mengeluh. Tetaplah bergerak dan berusaha untuk bertahan di tengah kondisi krisis. Di dalam setiap kondisi yang sulit pasti ada jalan keluar yang bisa dimanfaatkan dan dimaksimalkan oleh para business owner.

Selain harus merubah pola bisnis sesuai perilaku konsumen, juga harus mempersiapkan diri secara pribadi, perusahaannya, dan timnya untuk bisa bertahan dalam jangka panjang. Business owner dan tim harus bekerja lebih hebat, lebih produktif, lebih efisien, dan lebih sistematis.

Para business owner harus membuat arah dan pergerakan yang adjust dan adapt. Mulai bekali tim yang akan membersamainya dengan kompetensi-kompetensi baru yang dibutuhkan untuk mendukung perubahan perusahaan di tengah kondisi krisis ini. Kembangkan kompetensi yang harus dimiliki oleh masing-masing orang demi tujuan jangka panjang.

Selain itu, mental dan mindset-nya juga harus dipersiapkan. Tanamkan pada mindset masing-masing personel dalam tim bahwa akan menjadi pemenang dalam krisis ini. Dengan demikian, maka perusahaan akan siap bertahan di tengah krisis, bahkan dapat melakukan scale up.

Setelah sumber daya manusia (SDM) siap, perlu dibangun sumber penghasilan yang berlapis-lapis. Ketika sumber penghasilan di lapisan pertama sudah jalan dan dirasakan aman, maka business owner sebaiknya membuat sumber penghasilan kedua dan seterusnya.

Be Agile. Jangan berhenti membangun bisnis seperti Samsung Model. Carilah yang tidak mungkin. Carilah peluang secara terus-menerus. Jangan bergerak hanya pada satu jenis bisnis. Bangunlah berbagai macam unit untuk menciptakan berbagai macam revenue stream. Dengan banyaknya jenis bisnis yang dimiliki, maka kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar juga akan lebih besar.

Untuk itu, mulailah untuk berpikir secara lateral. Ketika satu jalan menemui kendala, segeralah buka jalan lain untuk mewujudkan tujuan business owner. Bergeraklah di berbagai jalan dan cara. Carilah cara-cara yang menurut orang lain tidak akan mungkin berhasil.

Tentunya akan banyak sekali hambatan yang harus dihadapi. Dalam situasi normal saja, hambatan bisnis sudah sangat besar, apalagi dalam krisis seperti sekarang ini. Tapi hambatan-hambatan tersebut akan dapat diatasi dengan persiapan yang sangat baik.

Dan pada akhirnya, teruslah belajar, perbanyak ilmu-ilmu baru. Pelajari dan amalkan ilmu bisnis dan kepemimpinan yang baik di keluarga, bisnis, serta masyarakat. Perkuat kompetensi diri sendiri dan orang-orang di sekitar untuk mendukung kebangkitan dan scale up. Teruslah belajar hal-hal baru, dalam beberapa kegiatan antara lain grounded businesscoaching, Nusantara Gilang Gemilang, dan lain-lain. Saya selalu menyerukan, pemimpin haruslah terus belajar. Pemimpin wajib terus membangun tim agar memiliki kompetensi dan kapasitas yang baik. (*)

Previous articleAlun-Alun Bunder
Next articleSisi Lain

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru