alexametrics
28 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Belajar dari Kebakaran Tunjungan Plaza

RABU (13/4/2022) men­jelang petang, saat ber­kendara di Tol Pandaan-Malang, chanel radio swas­ta di mobil saya meng­informasikan ada­nya kebakaran di Tun­ju­ngan Plaza (TP), Jalan Ba­suki Rahmat, Surabaya. Penyiar pun mulai sibuk menerima sambungan tel­pon dari sejumlah pen­dengar, baik yang mem­benarkan akan kejadian tersebut dan bahkan yang menanyakan kebenarannya seakan tidak per­caya.

Saya bisa membayangkan bagaimana mal superblock yang segede itu terbakar. Apalagi diceritakan oleh si penyiar saat melihat visual kobaran api dari video kiriman pendengar yang sampai berjatuhan ke lantai dasar.

Membayangkan bagaimana kepanikan para pengunjung, pegawai tenant, serta kagetnya si pemilik yakni pasangan Alexander Tedja dan Melinda Tedja saat melihat mal kebanggaannya dilalap si jago merah. Bisa jadi si pemilik tak seberapa panik tahu mal nya terbakar, karena gedung telah diasuransikan. Namun untuk memulihkannya tentunya butuh waktu yang tak singkat, padahal sebagian besar tenant sudah siap-siap untuk “panen” omzet penjualan saat Ramadan seperti sekarang.

Yang lebih memuat miris, api di­ketahui menyala sekitar pukul 17.35, berketepatan sebagian besar umat muslim sedang buka pu­asa. Sore itu TP memang di­penuhi oleh orang-orang yang ngabuburit sembari menunggu azan mahgrib untuk berbuka puasa. Untung saja, durasi terba­karnya mal yang disebut-sebut ter­besar ke-2 di Indonesia ini tidak lama. Api berhasil dijinak­kan petugas pemadam keba­karan sekitar 1,5 jam kemudian. Pukul 19.00 diketahui api berhasil dipadamkan.

Dari peristiwa itu dimungkinkan keba­karan di TP itu juga bisa me­nimpa sejumlah bangunan “jangkung” di Kota Malang. Ada beberapa hal yang bisa dipetik sebagai pelajaran cara pena­nganan apabila kejadian serupa terjadi di Kota Malang.

Pertama, sudah saatnya kem­bali melakukan pengetatan syarat pendirian bangunan bertingkat yang antisipatif terhadap bahaya kebakaran. Baik yang dalam proses pengajuan maupun ba­ngu­nan yang sudah selesai pem­bangunanya. Bisa dilakukan dalam bentuk peninjauan secara terencana atau juga bisa dadakan.Dikaji, apakah bangunan yang ada telah memiliki ketentuan diatur oleh pemerintah dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2008 ten­tang proteksi kebakaran se­bagai syarat pendirian bangu­nan gedung bertingkat baik dari pe­nerapan sistem proteksi ke­ba­karan pasif maupun proteksi ke­bakaran aktif. Mulai bagai­mana kelengkapan peralatan, keleng­kapan dan sarana baik yang terpasang maupun terba­ngun pada bangunan yang digu­nakan un­tuk tujuan sistem proteksi aktif, sistem proteksi pasif. Atau juga bagaimana cara-cara penge­lolaan dalam rangka melindungi bangunan dan lingkungannya terhadap bahaya kebakaran.

Kedua, peran kepala daerah yang mau turun langsung meli­hat upaya pemadaman api yang dila­kukan petugas pemadam kebakaran. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Kapol­res­­tabes Surabaya Kombes Pol Yusep Gunawan terlihat tu­run lang­sung bersama tim petugas pemadam kebakaran untuk mengatasi si jago merah yang me­lahap Tunjungan Plaza. Tidak dipungkiri kehadiran pim­pinan dalam setiap per­soalan yang dialami anak buah, bisa memberi semangat dalam bekerja sekaligus sebagai bukti jati diri dari seorang pemimpin yang punya legitimasi di mata anak buah. Meski dari sis­i taya­ngan media, publikasi ke­hadiran Eri di lokasi kebakaran kesannya terlalu over expose.

Ketiga, bagi masyarakat hen­dak­nya menjadikan media sosial se­bagai saluran informasi yang bijak dalam menyampaikan per­kembangan kondisi di lapa­ngan. Diketahui, informasi yang tersampaikan di media sosial dari sejumlah pengunjung yang berada di dalam mal saat keba­karan terjadi, turut membantu pe­tugas dalam mengetahui bagai­mana kondisi riil di lokasi keja­dian. Harapannya, saat keba­karan mereka bisa menguasai diri dan tidak panik sehingga bisa keluar gedung dengan tertib.

Terpantau, admin akun Ins­tagram @aslisuroboyo melakukan siaran langsung mengabarkan kondisi terkini TP pada Rabu (13/4/2022). Sejumlah komentar atas tayangan video tersebut ramai dikomentari warganet. Seo­rang pengunjung yang saat insiden kejadian berada di pusat per­belanjaan tersebut sempat berkomentar. “Aku posisi di dalam mall. Masih santai belanja di Matahari, keluar sudah gelap. Semua orang keluar gedung, panik. Tapi untungnya orang Surabaya itu santai, jadi tidak lari-lari. Kami aman dan selamat keluar gedung karena orang-orang tertib,” ungkap pemilik akun Instagram @elsyayonata_

Terakhir, pengerahan personel damkar yang sigap, cepat dan disertai alat yang lengkap. Se­hingga sekitar 1,5 jam api bisa dijinakkan sehingga bisa mene­kan jumlah nilai kerugian. Seba­nyak 28 mobil pemadam keba­karan dan truk tangki air dike­rahkan ke pusat perbelanjaan yang berlokasi di pusat jantung kota Surabaya. Dari puluhan mobil pemadam kebakaran (damkar), di antara­nya mo­bil Bronto Skylift. Mobil ini dida­tangkan untuk menjangkau titik api yang berada di lantai paling atas TP 5.

Melihat kondisi perkembangan Ko­ta Malang, sejumlah gedung bertingkat mulai bermunculan. Ten­tunya kebutuhan mobil dam­kar setara Bronto Skylift buatan Finlandia ini setidaknya perlu di­pertimbangkan bagi Kota Ma­lang. Nantinya, mobil ini bisa men­jadi kelengkapan Tim SAR Pemadam Kebakaran untuk pe­ma­daman api di gedung-gedung pencakar langit serta pen­carian maupun evakuasi korban di gedung bertingkat. Selain mempunyai kelebihan mampu menjangkau ketinggian 104 meter atau sekitar 25 lantai gedung bertingkat, mobil ini juga dilengkapi dengan selubung peluncur bagi korban kebakaran yang berhasil dievakuasi dari ketinggian sekitar 50 meter. Bicara soal harga, tentunya ini adalah sebuah investasi yang tak ternilai harganya bagi perkembagan sebuah kota yang sedang menuju ke fase metropolis. (*)

Saran dan masukan kirim ke email: mardisampurno@icloud.com

RABU (13/4/2022) men­jelang petang, saat ber­kendara di Tol Pandaan-Malang, chanel radio swas­ta di mobil saya meng­informasikan ada­nya kebakaran di Tun­ju­ngan Plaza (TP), Jalan Ba­suki Rahmat, Surabaya. Penyiar pun mulai sibuk menerima sambungan tel­pon dari sejumlah pen­dengar, baik yang mem­benarkan akan kejadian tersebut dan bahkan yang menanyakan kebenarannya seakan tidak per­caya.

Saya bisa membayangkan bagaimana mal superblock yang segede itu terbakar. Apalagi diceritakan oleh si penyiar saat melihat visual kobaran api dari video kiriman pendengar yang sampai berjatuhan ke lantai dasar.

Membayangkan bagaimana kepanikan para pengunjung, pegawai tenant, serta kagetnya si pemilik yakni pasangan Alexander Tedja dan Melinda Tedja saat melihat mal kebanggaannya dilalap si jago merah. Bisa jadi si pemilik tak seberapa panik tahu mal nya terbakar, karena gedung telah diasuransikan. Namun untuk memulihkannya tentunya butuh waktu yang tak singkat, padahal sebagian besar tenant sudah siap-siap untuk “panen” omzet penjualan saat Ramadan seperti sekarang.

Yang lebih memuat miris, api di­ketahui menyala sekitar pukul 17.35, berketepatan sebagian besar umat muslim sedang buka pu­asa. Sore itu TP memang di­penuhi oleh orang-orang yang ngabuburit sembari menunggu azan mahgrib untuk berbuka puasa. Untung saja, durasi terba­karnya mal yang disebut-sebut ter­besar ke-2 di Indonesia ini tidak lama. Api berhasil dijinak­kan petugas pemadam keba­karan sekitar 1,5 jam kemudian. Pukul 19.00 diketahui api berhasil dipadamkan.

Dari peristiwa itu dimungkinkan keba­karan di TP itu juga bisa me­nimpa sejumlah bangunan “jangkung” di Kota Malang. Ada beberapa hal yang bisa dipetik sebagai pelajaran cara pena­nganan apabila kejadian serupa terjadi di Kota Malang.

Pertama, sudah saatnya kem­bali melakukan pengetatan syarat pendirian bangunan bertingkat yang antisipatif terhadap bahaya kebakaran. Baik yang dalam proses pengajuan maupun ba­ngu­nan yang sudah selesai pem­bangunanya. Bisa dilakukan dalam bentuk peninjauan secara terencana atau juga bisa dadakan.Dikaji, apakah bangunan yang ada telah memiliki ketentuan diatur oleh pemerintah dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2008 ten­tang proteksi kebakaran se­bagai syarat pendirian bangu­nan gedung bertingkat baik dari pe­nerapan sistem proteksi ke­ba­karan pasif maupun proteksi ke­bakaran aktif. Mulai bagai­mana kelengkapan peralatan, keleng­kapan dan sarana baik yang terpasang maupun terba­ngun pada bangunan yang digu­nakan un­tuk tujuan sistem proteksi aktif, sistem proteksi pasif. Atau juga bagaimana cara-cara penge­lolaan dalam rangka melindungi bangunan dan lingkungannya terhadap bahaya kebakaran.

Kedua, peran kepala daerah yang mau turun langsung meli­hat upaya pemadaman api yang dila­kukan petugas pemadam kebakaran. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Kapol­res­­tabes Surabaya Kombes Pol Yusep Gunawan terlihat tu­run lang­sung bersama tim petugas pemadam kebakaran untuk mengatasi si jago merah yang me­lahap Tunjungan Plaza. Tidak dipungkiri kehadiran pim­pinan dalam setiap per­soalan yang dialami anak buah, bisa memberi semangat dalam bekerja sekaligus sebagai bukti jati diri dari seorang pemimpin yang punya legitimasi di mata anak buah. Meski dari sis­i taya­ngan media, publikasi ke­hadiran Eri di lokasi kebakaran kesannya terlalu over expose.

Ketiga, bagi masyarakat hen­dak­nya menjadikan media sosial se­bagai saluran informasi yang bijak dalam menyampaikan per­kembangan kondisi di lapa­ngan. Diketahui, informasi yang tersampaikan di media sosial dari sejumlah pengunjung yang berada di dalam mal saat keba­karan terjadi, turut membantu pe­tugas dalam mengetahui bagai­mana kondisi riil di lokasi keja­dian. Harapannya, saat keba­karan mereka bisa menguasai diri dan tidak panik sehingga bisa keluar gedung dengan tertib.

Terpantau, admin akun Ins­tagram @aslisuroboyo melakukan siaran langsung mengabarkan kondisi terkini TP pada Rabu (13/4/2022). Sejumlah komentar atas tayangan video tersebut ramai dikomentari warganet. Seo­rang pengunjung yang saat insiden kejadian berada di pusat per­belanjaan tersebut sempat berkomentar. “Aku posisi di dalam mall. Masih santai belanja di Matahari, keluar sudah gelap. Semua orang keluar gedung, panik. Tapi untungnya orang Surabaya itu santai, jadi tidak lari-lari. Kami aman dan selamat keluar gedung karena orang-orang tertib,” ungkap pemilik akun Instagram @elsyayonata_

Terakhir, pengerahan personel damkar yang sigap, cepat dan disertai alat yang lengkap. Se­hingga sekitar 1,5 jam api bisa dijinakkan sehingga bisa mene­kan jumlah nilai kerugian. Seba­nyak 28 mobil pemadam keba­karan dan truk tangki air dike­rahkan ke pusat perbelanjaan yang berlokasi di pusat jantung kota Surabaya. Dari puluhan mobil pemadam kebakaran (damkar), di antara­nya mo­bil Bronto Skylift. Mobil ini dida­tangkan untuk menjangkau titik api yang berada di lantai paling atas TP 5.

Melihat kondisi perkembangan Ko­ta Malang, sejumlah gedung bertingkat mulai bermunculan. Ten­tunya kebutuhan mobil dam­kar setara Bronto Skylift buatan Finlandia ini setidaknya perlu di­pertimbangkan bagi Kota Ma­lang. Nantinya, mobil ini bisa men­jadi kelengkapan Tim SAR Pemadam Kebakaran untuk pe­ma­daman api di gedung-gedung pencakar langit serta pen­carian maupun evakuasi korban di gedung bertingkat. Selain mempunyai kelebihan mampu menjangkau ketinggian 104 meter atau sekitar 25 lantai gedung bertingkat, mobil ini juga dilengkapi dengan selubung peluncur bagi korban kebakaran yang berhasil dievakuasi dari ketinggian sekitar 50 meter. Bicara soal harga, tentunya ini adalah sebuah investasi yang tak ternilai harganya bagi perkembagan sebuah kota yang sedang menuju ke fase metropolis. (*)

Saran dan masukan kirim ke email: mardisampurno@icloud.com

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/