alexametrics
22.6 C
Malang
Monday, 16 May 2022

Konsep Landak, Cara Baru Bisnis Maju

Great company adalah perusahaan yang memiliki lompatan besar dalam pertumbuhannya. Sedangkan good company adalah perusahaan dengan pertumbuhan biasa saja. Itu karena manajemen perusahaannya gampang puas dengan apa yang telah dicapai sehingga terkalahkan oleh pesaingnya.

Ada satu contoh di dunia bisnis peralatan olahraga di tahun 80-an. Saat itu Adidas yang bertengger sebagai sepatu olahraga nomor satu di dunia digeser oleh Nike. Bisa jadi karena Adidas menikmati kenyamanan di puncak keberhasilan. Sedangkan Nike tidak pernah lelah berinovasi, mulai inovasi dalam produk hingga cara memasarkannya. Itulah sebabnya musuh utama dari perusahaan yang terus bertumbuh dengan luar biasa adalah perusahaan dengan kondisi yang nyaman dan aman.
Di dalam buku Good to Great karya Jim Collins, ada 7 hal yang harus diperhatikan jika bisnis Anda ingin hebat, yakni:

1. Anda harus menjadi pemimpin level 5
Yaitu pemimpin yang mempunyai karakter yang paradoks. Mereka adalah para pemimpin yang sangat ambisius dalam bekerja. Semua yang dilakukan bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi semua ambisinya hanyalah untuk kesuksesan perusahaan. Di sisi lain, pemimpin level 5 ini adalah orang yang rendah hati, tidak menonjolkan diri, dan banyak memberikan kontribusi kepada pihak lain. Mereka bukanlah orang yang suka menepuk dada jika berhasil, tapi lebih suka menunjuk timnya yang berhasil.

2. Pertama siapa, kemudian apa
Memilih tim terlebih dahulu itu lebih penting dibanding membuat arah dan tujuan bisnis. Artinya, tim kita dan orang-orang yang ada di dalamnya memegang peranan yang lebih penting dibanding arah tujuan perusahaan. Sehingga dalam proses rekrutmen, menentukan orang yang tepat adalah hal yang wajib dilakukan agar visi-misi perusahaan tercapai. Jadi, menemukan orang-orang yang kita anggap layak dan kompeten adalah wajib hukumnya, kemudian baru kita arahkan ke arah mana yang tepat. Jika organisasi memutuskan kebalikannya (pertama apa, kemudian siapa), maka organisasi akan bergantung pada 1-2 orang yang ”jenius” saja dan anggota tim yang lain hanya berfokus membantu tanpa berbuat lebih jauh.

3. Mampu menghadapi kondisi ekstrem atau brutal
Perusahaan yang ”great” mampu membalikkan keadaan setelah mengalami kejatuhan. Bagaikan bola yang jatuh ke lantai, dia akan kembali ke atas melebihi posisi awalnya. Perusahaan yang seperti itu memiliki keyakinan yang kuat akan menang dan pada waktu yang sama mampu menghadapi fakta paling brutal, apa pun keadaannya.
Sebuah organisasi harus mempunyai budaya keterbukaan dalam hal komunikasi. Keterbukaan ini bukan dalam semangat ingin menjatuhkan, namun dalam semangat perbaikan. Pemimpin mendorong keterbukaan dengan lebih banyak mengajukan pertanyaan daripada jawaban. Sedangkan para staf di level bawah dan menengah mendorong keterbukaan. Di antaranya dengan menganalisis kondisi perusahaan secara jujur brutal, melihat kesalahan secara apa adanya tanpa ditutupi, atau apa pun dalam kaitannya dengan keterbukaan untuk menerima fakta apa adanya.

4. Konsep Landak
Konsep Landak adalah konsep yang mengatakan bahwa jika Anda ingin menjadi good to great company, maka Anda harus fokus pada keunggulan Anda. Yaitu fokus kepada apa yang menjadi hasrat utama Anda, fokus pada mesin uang Anda, dan fokus pada bidang di mana Anda dapat menjadi yang terbaik di bidangnya.
Penjelasan prinsip dasar tersebut adalah sebagai berikut: Pertama, passion. Lakukan hal yang benar-benar Anda cintai, bukan mencintai apa yang Anda lakukan. Kedua, lakukan apa yang bisa Anda lakukan lebih baik dari orang lain. Kebanyakan kita berperilaku seperti serigala yang sering melakukan dan menyukai berbagai hal sehingga tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk mengerjakan hal-hal tersebut.
Ketiga, Fokus pada keunggulan. Landak sangat sadar bahwa dia memiliki berbagai kelemahan, namun Landak juga sadar memiliki satu keunggulannya yang tidak dimiliki hewan lain yaitu memiliki duri yang tajam. Landak hanya fokus untuk memaksimalkan keunggulannya untuk memenangkan persaingan.
Implementasinya, perusahaan ”GREAT” akan fokus pada satu bisnis yang menjadi passion mereka. Melakukan yang terbaik di bidangnya dengan fokus dan memanfaatkan semua keunggulannya. Sedangkan perusahaan yang serakah akan dengan mudah membuka bisnis di bidang yang lain sehingga apa yang mereka lakukan tidak akan pernah maksimal.

5. Memiliki Budaya Disiplin
Menciptakan budaya disiplin sebagai budaya yang mengakar menjadi langkah berikutnya untuk menjadi perusahaan yang hebat. Perusahaan diharuskan mempunyai sistem kerja yang bisa menjamin budaya kerja tanpa pengawasan sehingga pertumbuhan bisa terus dialami.

6. Teknologi Pemercepat

Pentingnya perusahaan mengaplikasikan kemajuan teknologi sebagai alat untuk mempercepat pertumbuhan, bukan sebagai fokus dari pertumbuhan. Segala kemajuan yang bisa mempercepat gerak perusahaan, perlu diadaptasi. Sebaliknya, teknologi yang tidak relevan terhadap pertumbuhan perusahaan tidak perlu diadaptasi. Ini dilakukan agar perusahaan tetap efisien dalam pengeluaran sumber daya uang dan waktu.

7. ”Roda Pengatur”
Perusahaan ”good to great” tidak pernah memiliki suatu peristiwa sebagai momentum transformasi mereka. Mereka hanya bekerja keras, terus-menerus, dari waktu ke waktu seperti halnya roda yang terus berputar. Pihak luar akan melihat bahwa mereka telah melakukan pencapaian tertentu melalui sebuah kerja keras yang konsisten dilaksanakan. (*)

Great company adalah perusahaan yang memiliki lompatan besar dalam pertumbuhannya. Sedangkan good company adalah perusahaan dengan pertumbuhan biasa saja. Itu karena manajemen perusahaannya gampang puas dengan apa yang telah dicapai sehingga terkalahkan oleh pesaingnya.

Ada satu contoh di dunia bisnis peralatan olahraga di tahun 80-an. Saat itu Adidas yang bertengger sebagai sepatu olahraga nomor satu di dunia digeser oleh Nike. Bisa jadi karena Adidas menikmati kenyamanan di puncak keberhasilan. Sedangkan Nike tidak pernah lelah berinovasi, mulai inovasi dalam produk hingga cara memasarkannya. Itulah sebabnya musuh utama dari perusahaan yang terus bertumbuh dengan luar biasa adalah perusahaan dengan kondisi yang nyaman dan aman.
Di dalam buku Good to Great karya Jim Collins, ada 7 hal yang harus diperhatikan jika bisnis Anda ingin hebat, yakni:

1. Anda harus menjadi pemimpin level 5
Yaitu pemimpin yang mempunyai karakter yang paradoks. Mereka adalah para pemimpin yang sangat ambisius dalam bekerja. Semua yang dilakukan bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi semua ambisinya hanyalah untuk kesuksesan perusahaan. Di sisi lain, pemimpin level 5 ini adalah orang yang rendah hati, tidak menonjolkan diri, dan banyak memberikan kontribusi kepada pihak lain. Mereka bukanlah orang yang suka menepuk dada jika berhasil, tapi lebih suka menunjuk timnya yang berhasil.

2. Pertama siapa, kemudian apa
Memilih tim terlebih dahulu itu lebih penting dibanding membuat arah dan tujuan bisnis. Artinya, tim kita dan orang-orang yang ada di dalamnya memegang peranan yang lebih penting dibanding arah tujuan perusahaan. Sehingga dalam proses rekrutmen, menentukan orang yang tepat adalah hal yang wajib dilakukan agar visi-misi perusahaan tercapai. Jadi, menemukan orang-orang yang kita anggap layak dan kompeten adalah wajib hukumnya, kemudian baru kita arahkan ke arah mana yang tepat. Jika organisasi memutuskan kebalikannya (pertama apa, kemudian siapa), maka organisasi akan bergantung pada 1-2 orang yang ”jenius” saja dan anggota tim yang lain hanya berfokus membantu tanpa berbuat lebih jauh.

3. Mampu menghadapi kondisi ekstrem atau brutal
Perusahaan yang ”great” mampu membalikkan keadaan setelah mengalami kejatuhan. Bagaikan bola yang jatuh ke lantai, dia akan kembali ke atas melebihi posisi awalnya. Perusahaan yang seperti itu memiliki keyakinan yang kuat akan menang dan pada waktu yang sama mampu menghadapi fakta paling brutal, apa pun keadaannya.
Sebuah organisasi harus mempunyai budaya keterbukaan dalam hal komunikasi. Keterbukaan ini bukan dalam semangat ingin menjatuhkan, namun dalam semangat perbaikan. Pemimpin mendorong keterbukaan dengan lebih banyak mengajukan pertanyaan daripada jawaban. Sedangkan para staf di level bawah dan menengah mendorong keterbukaan. Di antaranya dengan menganalisis kondisi perusahaan secara jujur brutal, melihat kesalahan secara apa adanya tanpa ditutupi, atau apa pun dalam kaitannya dengan keterbukaan untuk menerima fakta apa adanya.

4. Konsep Landak
Konsep Landak adalah konsep yang mengatakan bahwa jika Anda ingin menjadi good to great company, maka Anda harus fokus pada keunggulan Anda. Yaitu fokus kepada apa yang menjadi hasrat utama Anda, fokus pada mesin uang Anda, dan fokus pada bidang di mana Anda dapat menjadi yang terbaik di bidangnya.
Penjelasan prinsip dasar tersebut adalah sebagai berikut: Pertama, passion. Lakukan hal yang benar-benar Anda cintai, bukan mencintai apa yang Anda lakukan. Kedua, lakukan apa yang bisa Anda lakukan lebih baik dari orang lain. Kebanyakan kita berperilaku seperti serigala yang sering melakukan dan menyukai berbagai hal sehingga tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk mengerjakan hal-hal tersebut.
Ketiga, Fokus pada keunggulan. Landak sangat sadar bahwa dia memiliki berbagai kelemahan, namun Landak juga sadar memiliki satu keunggulannya yang tidak dimiliki hewan lain yaitu memiliki duri yang tajam. Landak hanya fokus untuk memaksimalkan keunggulannya untuk memenangkan persaingan.
Implementasinya, perusahaan ”GREAT” akan fokus pada satu bisnis yang menjadi passion mereka. Melakukan yang terbaik di bidangnya dengan fokus dan memanfaatkan semua keunggulannya. Sedangkan perusahaan yang serakah akan dengan mudah membuka bisnis di bidang yang lain sehingga apa yang mereka lakukan tidak akan pernah maksimal.

5. Memiliki Budaya Disiplin
Menciptakan budaya disiplin sebagai budaya yang mengakar menjadi langkah berikutnya untuk menjadi perusahaan yang hebat. Perusahaan diharuskan mempunyai sistem kerja yang bisa menjamin budaya kerja tanpa pengawasan sehingga pertumbuhan bisa terus dialami.

6. Teknologi Pemercepat

Pentingnya perusahaan mengaplikasikan kemajuan teknologi sebagai alat untuk mempercepat pertumbuhan, bukan sebagai fokus dari pertumbuhan. Segala kemajuan yang bisa mempercepat gerak perusahaan, perlu diadaptasi. Sebaliknya, teknologi yang tidak relevan terhadap pertumbuhan perusahaan tidak perlu diadaptasi. Ini dilakukan agar perusahaan tetap efisien dalam pengeluaran sumber daya uang dan waktu.

7. ”Roda Pengatur”
Perusahaan ”good to great” tidak pernah memiliki suatu peristiwa sebagai momentum transformasi mereka. Mereka hanya bekerja keras, terus-menerus, dari waktu ke waktu seperti halnya roda yang terus berputar. Pihak luar akan melihat bahwa mereka telah melakukan pencapaian tertentu melalui sebuah kerja keras yang konsisten dilaksanakan. (*)

Previous articleHidup Sederhana dan Berpikir Besar
Next articleIjen 2

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/