alexametrics
28.9 C
Malang
Friday, 1 July 2022

Usia

Ada beberapa ungkapan terkenal terkait dengan umur atau usia manusia. Walter B. Pitkin, psikolog Amerika pada 1932, meluncurkan buku yang berjudul: ”Life Begins at Forty”. Gara-gara buku inilah pemahaman bahwa ”kehidupan dimulai pada usia 40 tahun” menjadi sangat populer hingga kini.

40 tahun dianggap sebagai puncak kematangan dari sebuah usia manusia. Dan umur 40 tahun juga dianggap sebagai puncaknya produktivitas.

Beberapa figur terkenal, di antaranya para pebisnis, banyak yang meraih kesuksesan di usia 40-an tahun. Salah satunya adalah Henry Ford, pencipta mobil Ford yang menjadi kendaraan ikonik dari Amerika Serikat. Henry Ford memulai bisnisnya saat berusia 45 tahun, ketika dengan mobil model T-nya diperkenalkan kepada publik. Saat itu tahun 1908. Desain, praktik kerja, dan teknik pemasaran brilian dari Ford akhirnya mampu mengubah industri mobil dan pada akhirnya sukses menciptakan bisnis Ford Motor Company.

Satu lagi yang membukukan kesuksesan di usia 40-an tahun adalah Jack Ma, yang baru-baru ini sempat dikabarkan menghilang setelah dia mengkritik keras pemerintah China. Dia menjadi salah satu orang terkaya di China di usia 45 tahun dengan kekayaan sekitar USD 38,2 miliar (sekitar Rp 524 triliun).

Tetapi, ”life begins at forty” tak bisa dijadikan patokan secara universal. Ternyata juga cukup banyak figur yang sukses sebelum usia 40 tahun. Mark Zuckerberg, pencipta Facebook, berhasil menjadi salah satu orang terkaya di usia 23 tahun. Dengan nilai kekayaan mencapai sekitar USD 61,1 miliar (sekitar Rp 837 triliun). Bill Gates, pencipta Microsoft, juga menjadi orang terkaya di usia 31 tahun dengan nilai kekayaannya lebih fantastis lagi: mencapai sekitar USD 90,3 miliar (sekitar Rp 1,2 kuadriliun).

Ada juga ungkapan yang menyebutkan bahwa ”semakin bertambah usia, maka semakin menurun produktivitasnya.” Ada banyak contoh yang bisa menguatkan hal ini. Biasanya yang sering dijadikan contoh adalah para atlet dan juga pesohor di bidang entertainment. Biasanya, karir mereka semakin meredup seiring dengan bertambahnya usia mereka. Atau, ketika usia mulai menua, sudah tak lagi produktif dalam berkarya.

Memang, jika mempelajari siklus hidup manusia, secara umum akan ditemukan kecenderungan menurunnya kualitas kerja manusia seiring dengan pertambahan usianya.

Tapi, lagi-lagi, ini pun tidaklah bisa menjadi acuan universal. Anda mungkin pernah membaca kisah perjalanan hidup dari Kolonel Harland Sanders. Dia adalah pensiunan tentara angkatan darat di Amerika. Sering terjadi, orang yang pensiunan itu punya ”penyakit” post power syndrome. Sering terjadi, di usia pensiunan itu produktivitas seseorang berhenti atau stagnan. Tapi, itu tak berlaku bagi Sanders. Saat pensiun di usia 66 tahun, dia sebenarnya tak punya uang banyak, kecuali uang tunjangan hari tuanya, yang semakin hari semakin menipis.

Berbekal keyakinannya pada resep masakan ayam gorengnya, dia menawarkan ke lebih dari 1.000 restoran di negaranya. Penolakan demi penolakan dia alami. Tercatat sebanyak 1.009 kali dia ditolak. Hingga pada suatu restoran kecil di daerah Kentucky, akhirnya dimulailah kisah sukses yang melegenda hingga saat ini: Kentucky Fried Chicken (KFC). Kini, KFC ada di seluruh dunia.

Masih dari Amerika, kisah lain lagi terukir pada Rabu lalu (20 Januari 2021). Saat itu, Joe Biden dalam sebuah inaugurasi secara resmi ditasbihkan menjadi presiden ke- 46 Amerika Serikat di usia 78 tahun. Dia dijuluki presiden Amerika tertua sepanjang sejarah. Jadi, Biden mencapai puncak karir politiknya justru di usianya yang menjelang 80 tahun.

Jadi, siklus kesuksesan manusia itu tidaklah sama dengan siklus hidup produk pada umumnya. Tidak ada kaidah yang baku jika menyangkut soal umur dan produktivitas manusia. Siklus hidup kesuksesan itu tidak pernah berlaku universal. Siklus itu berbeda karena setiap manusia diberikan kesempatan membangun sejarah kehidupannya masing-masing. Jadi, semuanya itu tergantung pada diri kita. ”Hidup yang tidak pernah dipertanyakan, tidak pantas untuk dijalani” (Socrates: 399 SM). (kritik dan saran: ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

Ada beberapa ungkapan terkenal terkait dengan umur atau usia manusia. Walter B. Pitkin, psikolog Amerika pada 1932, meluncurkan buku yang berjudul: ”Life Begins at Forty”. Gara-gara buku inilah pemahaman bahwa ”kehidupan dimulai pada usia 40 tahun” menjadi sangat populer hingga kini.

40 tahun dianggap sebagai puncak kematangan dari sebuah usia manusia. Dan umur 40 tahun juga dianggap sebagai puncaknya produktivitas.

Beberapa figur terkenal, di antaranya para pebisnis, banyak yang meraih kesuksesan di usia 40-an tahun. Salah satunya adalah Henry Ford, pencipta mobil Ford yang menjadi kendaraan ikonik dari Amerika Serikat. Henry Ford memulai bisnisnya saat berusia 45 tahun, ketika dengan mobil model T-nya diperkenalkan kepada publik. Saat itu tahun 1908. Desain, praktik kerja, dan teknik pemasaran brilian dari Ford akhirnya mampu mengubah industri mobil dan pada akhirnya sukses menciptakan bisnis Ford Motor Company.

Satu lagi yang membukukan kesuksesan di usia 40-an tahun adalah Jack Ma, yang baru-baru ini sempat dikabarkan menghilang setelah dia mengkritik keras pemerintah China. Dia menjadi salah satu orang terkaya di China di usia 45 tahun dengan kekayaan sekitar USD 38,2 miliar (sekitar Rp 524 triliun).

Tetapi, ”life begins at forty” tak bisa dijadikan patokan secara universal. Ternyata juga cukup banyak figur yang sukses sebelum usia 40 tahun. Mark Zuckerberg, pencipta Facebook, berhasil menjadi salah satu orang terkaya di usia 23 tahun. Dengan nilai kekayaan mencapai sekitar USD 61,1 miliar (sekitar Rp 837 triliun). Bill Gates, pencipta Microsoft, juga menjadi orang terkaya di usia 31 tahun dengan nilai kekayaannya lebih fantastis lagi: mencapai sekitar USD 90,3 miliar (sekitar Rp 1,2 kuadriliun).

Ada juga ungkapan yang menyebutkan bahwa ”semakin bertambah usia, maka semakin menurun produktivitasnya.” Ada banyak contoh yang bisa menguatkan hal ini. Biasanya yang sering dijadikan contoh adalah para atlet dan juga pesohor di bidang entertainment. Biasanya, karir mereka semakin meredup seiring dengan bertambahnya usia mereka. Atau, ketika usia mulai menua, sudah tak lagi produktif dalam berkarya.

Memang, jika mempelajari siklus hidup manusia, secara umum akan ditemukan kecenderungan menurunnya kualitas kerja manusia seiring dengan pertambahan usianya.

Tapi, lagi-lagi, ini pun tidaklah bisa menjadi acuan universal. Anda mungkin pernah membaca kisah perjalanan hidup dari Kolonel Harland Sanders. Dia adalah pensiunan tentara angkatan darat di Amerika. Sering terjadi, orang yang pensiunan itu punya ”penyakit” post power syndrome. Sering terjadi, di usia pensiunan itu produktivitas seseorang berhenti atau stagnan. Tapi, itu tak berlaku bagi Sanders. Saat pensiun di usia 66 tahun, dia sebenarnya tak punya uang banyak, kecuali uang tunjangan hari tuanya, yang semakin hari semakin menipis.

Berbekal keyakinannya pada resep masakan ayam gorengnya, dia menawarkan ke lebih dari 1.000 restoran di negaranya. Penolakan demi penolakan dia alami. Tercatat sebanyak 1.009 kali dia ditolak. Hingga pada suatu restoran kecil di daerah Kentucky, akhirnya dimulailah kisah sukses yang melegenda hingga saat ini: Kentucky Fried Chicken (KFC). Kini, KFC ada di seluruh dunia.

Masih dari Amerika, kisah lain lagi terukir pada Rabu lalu (20 Januari 2021). Saat itu, Joe Biden dalam sebuah inaugurasi secara resmi ditasbihkan menjadi presiden ke- 46 Amerika Serikat di usia 78 tahun. Dia dijuluki presiden Amerika tertua sepanjang sejarah. Jadi, Biden mencapai puncak karir politiknya justru di usianya yang menjelang 80 tahun.

Jadi, siklus kesuksesan manusia itu tidaklah sama dengan siklus hidup produk pada umumnya. Tidak ada kaidah yang baku jika menyangkut soal umur dan produktivitas manusia. Siklus hidup kesuksesan itu tidak pernah berlaku universal. Siklus itu berbeda karena setiap manusia diberikan kesempatan membangun sejarah kehidupannya masing-masing. Jadi, semuanya itu tergantung pada diri kita. ”Hidup yang tidak pernah dipertanyakan, tidak pantas untuk dijalani” (Socrates: 399 SM). (kritik dan saran: ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/