alexametrics
30C
Malang
Friday, 5 March 2021

Pemimpin Kuasai 4C

Di Indonesia ini marak program pemberdayaan masyarakat. Tujuannya untuk memaksimalkan manfaat sumber daya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini menyasar banyak bidang, di antaranya bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan agama. Di antara banyak bidang tersebut, mayoritas bidang ekonomi karena dinilai berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Salah satu pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi adalah peningkatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Jika UMKM tumbuh pesat, maka angka pengangguran berkurang. Sebab, keberadaan UMKM bisa membuka lapangan kerja sehingga menyerap tenaga kerja. Ujungnya, perpindahan penduduk dari desa ke kota alias urbanisasi bisa ditekan. Tapi, pengembangan UMKM tidak akan maksimal jika pemerintah tidak mengetahui potensi wilayahnya.
Dengan mengetahui potensi di wilayahnya, pemerintah dapat menggerakan masyarakatnya dengan lebih mudah, apalagi jika didukung dengan bukti konkret dari pengembangan UMKM tersebut. Misalnya, ada salah satu UMKM hasil pemberdayaan yang tumbuh dan membangkitkan minimal satu UMKM lainnya. Jika hal tersebut bisa dilakukan dan menjadi roh dalam program pemberdayaan, maka Indonesia akan menjadi negara yang luar biasa.
Agar dapat memberdayakan masyarakat melalui UMKM, yang pertama kali perlu dilakukan adalah menciptakan suasana nyaman sehingga fokus pada tujuan. Dengan adanya suasana nyaman, program pemberdayaan akan berjalan sesuai target.
Setelah suasana nyaman terwujud, langkah berikutnya adalah memperkuat sumber daya manusia (SDM). Kualitas SDM ini turut andil dalam keberhasilan pemberdayaan. Kemudian, langkah terakhir adalah melibatkan masyarakat dalam setiap program pemberdayaan.
Dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat, perlu diperhatikan juga tentang kearifan lokal atau karakter masyarakat di daerah tersebut. Dengan mengetahui kearifan lokal, maka program pemberdayaan akan memiliki karakter sesuai dengan masyarakat. Kearifan lokal merupakan inti program pemberdayaan masyarakat sehingga tumbuh tanpa ada penolakan dari masyarakat. Sebaliknya, justru akan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat.
Lantas, apa yang harus dimiliki seorang pemimpin agar mampu memberdayakan masyarakatnya? Setidaknya ada 4 C Game. Pertama, critical thinking atau berpikir kritis. Critical thinking ini dibutuhkan agar bisa mengurai persoalan, kemudian dicarikan solusinya. Dalam konteks pemberdayaan ekonomi, maka fokus tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat perlu dibekali cara berpikir kritis.
Yang kedua adalah collaboration. Selain harus berkolaborasi dengan masyarakat, pelaku pemberdayaan juga harus berkolaborasi dengan pemerintah. Keberadaan pemerintah akan mendukung percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, kolaborasi juga perlu dilakukan dengan UMKM atau penggiat pemberdayaan lain. Jika orang-orang yang memiliki tujuan dan visi yang sama itu berkumpul, maka program pemberdayaan masyarakat akan dapat berjalan maksimal. Sebuah program tidak mungkin dapat berjalan tanpa dukungan dari pihak lain.
Kemudian, yang ketiga adalah communication. Komunikasi yang intensif akan membantu penggiat pemberdayaan menjalankan program sesuai panduan. Program pemberdayaan akan berjalan pada rel yang sudah ditetapkan. Selain itu, komunikasi yang intens juga berpotensi memunculkan ide baru. Lalu, yang keempat adalah creativity and innovation. Kreativitas dan inovasi sangat dibutuhkan dalam program pemberdayaan sehingga tepat sasaran.
Jika empat faktor tersebut diterapkan, maka pemberdayaan bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Tentu harus memaksimalkan sumber daya yang ada, baik itu sumber daya manusia, sumber daya alam, dan teknologi.
Dengan pemberdayaan yang berkelanjutan, maka tidak ada kesenjangan antara desa dan kota. Demikian juga tidak ada kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin. Karena itu, bangun kehidupanmu dengan memberikan nilai dan solusi bagi setiap persoalan di sekelilingmu. Jadikan hidupmu obat bagi manusia lain dan penyembuh bagi alam semesta.
Pemimpin adalah pelayan organisasi dan pelayan perubahan. Pemimpin harus menyediakan diri untuk melayani zaman. Jadilah pemimpin yang membangun impact bagi banyak orang dan berguna bagi beragam kalangan yang kompleks.
Kepemimpinan adalah panggilan takdir. Panggilan untuk tidak tinggal diam melihat persoalan. Setiap pemimpin harus menggariskan tujuannya yang besar dan menunjukkan arah yang jelas, terukur, dan teratur. (*)

Di Indonesia ini marak program pemberdayaan masyarakat. Tujuannya untuk memaksimalkan manfaat sumber daya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini menyasar banyak bidang, di antaranya bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan agama. Di antara banyak bidang tersebut, mayoritas bidang ekonomi karena dinilai berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Salah satu pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi adalah peningkatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Jika UMKM tumbuh pesat, maka angka pengangguran berkurang. Sebab, keberadaan UMKM bisa membuka lapangan kerja sehingga menyerap tenaga kerja. Ujungnya, perpindahan penduduk dari desa ke kota alias urbanisasi bisa ditekan. Tapi, pengembangan UMKM tidak akan maksimal jika pemerintah tidak mengetahui potensi wilayahnya.
Dengan mengetahui potensi di wilayahnya, pemerintah dapat menggerakan masyarakatnya dengan lebih mudah, apalagi jika didukung dengan bukti konkret dari pengembangan UMKM tersebut. Misalnya, ada salah satu UMKM hasil pemberdayaan yang tumbuh dan membangkitkan minimal satu UMKM lainnya. Jika hal tersebut bisa dilakukan dan menjadi roh dalam program pemberdayaan, maka Indonesia akan menjadi negara yang luar biasa.
Agar dapat memberdayakan masyarakat melalui UMKM, yang pertama kali perlu dilakukan adalah menciptakan suasana nyaman sehingga fokus pada tujuan. Dengan adanya suasana nyaman, program pemberdayaan akan berjalan sesuai target.
Setelah suasana nyaman terwujud, langkah berikutnya adalah memperkuat sumber daya manusia (SDM). Kualitas SDM ini turut andil dalam keberhasilan pemberdayaan. Kemudian, langkah terakhir adalah melibatkan masyarakat dalam setiap program pemberdayaan.
Dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat, perlu diperhatikan juga tentang kearifan lokal atau karakter masyarakat di daerah tersebut. Dengan mengetahui kearifan lokal, maka program pemberdayaan akan memiliki karakter sesuai dengan masyarakat. Kearifan lokal merupakan inti program pemberdayaan masyarakat sehingga tumbuh tanpa ada penolakan dari masyarakat. Sebaliknya, justru akan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat.
Lantas, apa yang harus dimiliki seorang pemimpin agar mampu memberdayakan masyarakatnya? Setidaknya ada 4 C Game. Pertama, critical thinking atau berpikir kritis. Critical thinking ini dibutuhkan agar bisa mengurai persoalan, kemudian dicarikan solusinya. Dalam konteks pemberdayaan ekonomi, maka fokus tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat perlu dibekali cara berpikir kritis.
Yang kedua adalah collaboration. Selain harus berkolaborasi dengan masyarakat, pelaku pemberdayaan juga harus berkolaborasi dengan pemerintah. Keberadaan pemerintah akan mendukung percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, kolaborasi juga perlu dilakukan dengan UMKM atau penggiat pemberdayaan lain. Jika orang-orang yang memiliki tujuan dan visi yang sama itu berkumpul, maka program pemberdayaan masyarakat akan dapat berjalan maksimal. Sebuah program tidak mungkin dapat berjalan tanpa dukungan dari pihak lain.
Kemudian, yang ketiga adalah communication. Komunikasi yang intensif akan membantu penggiat pemberdayaan menjalankan program sesuai panduan. Program pemberdayaan akan berjalan pada rel yang sudah ditetapkan. Selain itu, komunikasi yang intens juga berpotensi memunculkan ide baru. Lalu, yang keempat adalah creativity and innovation. Kreativitas dan inovasi sangat dibutuhkan dalam program pemberdayaan sehingga tepat sasaran.
Jika empat faktor tersebut diterapkan, maka pemberdayaan bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Tentu harus memaksimalkan sumber daya yang ada, baik itu sumber daya manusia, sumber daya alam, dan teknologi.
Dengan pemberdayaan yang berkelanjutan, maka tidak ada kesenjangan antara desa dan kota. Demikian juga tidak ada kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin. Karena itu, bangun kehidupanmu dengan memberikan nilai dan solusi bagi setiap persoalan di sekelilingmu. Jadikan hidupmu obat bagi manusia lain dan penyembuh bagi alam semesta.
Pemimpin adalah pelayan organisasi dan pelayan perubahan. Pemimpin harus menyediakan diri untuk melayani zaman. Jadilah pemimpin yang membangun impact bagi banyak orang dan berguna bagi beragam kalangan yang kompleks.
Kepemimpinan adalah panggilan takdir. Panggilan untuk tidak tinggal diam melihat persoalan. Setiap pemimpin harus menggariskan tujuannya yang besar dan menunjukkan arah yang jelas, terukur, dan teratur. (*)

Previous articlePintu Kematian
Next articlePak Sanusi

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru