alexametrics
29C
Malang
Monday, 19 April 2021

Empat Kompetensi Pengusaha

Dialah Napoleon Hill, seorang peneliti sekaligus penulis buku ternama berkebangsaan Amerika. Buku itu ditulis pada tahun 1900-an. Setelah berdiskusi panjang dengan konglomerat Andrew Carnegie, Napoleon kemudian melakukan riset kepada sekitar 500 orang kaya lebih dari 20 tahun.

Menurut Carnegie, semua orang bisa hebat apabila memahami filosofi kesuksesan dan melaksanakan tahap-tahap yang diperlukan untuk mewujudkannya. Atas dasar itulah Napoleon melakukan risetnya, kemudian mengabadikannya dalam sebuah buku fenomenal yang berjudul ”Think and Grow Rich”. Konon, buku ini menjadi buku terlaris. Terjual lebih dari 15 juta eksemplar.

Selain Napoleon, banyak peniliti maupun pebisnis yang telah membuktikan kesuksesannya juga memiliki dalil serupa. Yakni, semua orang bisa sukses dan makmur asalkan memahami dan menjalankan tahap-tahap menuju kesuksesan tersebut.

Saya sudah mempelajari hampir semua teori bisnis dan teori membangun kemakmuran. Menurut saya, ada benang merah dari banyak teori dan testimoni tersebut. Setidaknya, ada empat hal yang menjadi penentu kesuksesan.

Pertama, business owner mentality. Mentalitas pengusaha merupakan perkara fundamental yang mutlak dimiliki. Mentalitas ini semacam DNA bagi pelaku usaha. Kenapa demikian? Karena mentalitas akan menjadi daya dorong yang kuat dari dalam diri. Dengan mental yang kuat itu, setiap pengusaha bisa melewati dinamika dalam perjalanan bisnisnya. Seluruh cerita kesuksesan para pengusaha hari ini adalah hasil mentalitas baja. Mentalitas tahan banting. Mentalitas pantang menyerah.

Mentalitas yang kuat ini dimiliki oleh beberapa orang terkaya. Misalnya, Jeff Bezos dengan Amazon-nya, Mark Zuckerberg dengan Facebook-nya, Bill Gates dengan Microsoft-nya, Warren Buffet sang raja investasi, Jack Ma dengan Ant Group dan Alibaba-nya, Larry Page dengan Google-nya, dan Elon Musk dengan Tesla-nya.

Mereka semua pernah gagal. Tapi rata-rata bekerja di atas manusia biasa. Tidak pernah lelah dan menyerah untuk meraih cita-citanya. Mereka juga orang yang tidak berhenti untuk terus mencari cara agar tujuannya tercapai. Mentalitas yang tangguh, kukuh, dan tak terkalahkanlah yang menjadi DNA mereka sehingga memiliki kemauan dan daya dorong unlimited untuk meraih kesuksesannya.

Faktor kedua adalah leadership (kepemimpinan). Pemimpin dalam bisnis merupakan motor penggerak. Kepemimpinan dalam bisnis bukan hanya perkara seorang pengusaha memimpin dirinya sendiri, tapi lebih dari itu. Seorang pengusaha adalah pemimpin bagi timnya dan pemimpin bagi bisnisnya.

Karakter leadership pengusaha harus bisa menghasilkan pertumbuhan dan perubahan. Sebab, keduanya akan menjadi tolok ukur kesuksesan seorang business leader. Karena itu, business leader harus memiliki kemampuan dalam lima hal. Yakni keberanian dalam mengambil risiko, kemampuan untuk terus mencari peluang, kegigihan mencari sumber daya, piawai menciptakan ekosistem, dan konsistensinya bekerja pada peak performance.

Faktor ketiga adalah spiritualitas atau keyakinan mutlak. Bagi pengusaha, keyakinan merupakan ujung dari kegigihan menjalankan strategi-strategi bisnis. Mereka berada pada destinasi keyakinan bahwa Allah SWT-lah yang menjadi final judgment. Sebuah keyakinan bahwa kemustahilan akan berujung pada kesuksesan dan kemakmuran. Sesuatu yang impossible itu bisa jadi possible. Itu karena mereka yakin bahwa ada Allah yang akan memberikan jalan keluar atas semua kesulitan dan tantangan.

Bagi pengusaha, spiritualitas akan mendekatkannya pada luck factor. Riset yang dilakukan Profesor Richard Wiseman menyebutkan, salah satu ciri orang sukses adalah selalu berprasangka baik. Mereka yakin bahwa kebaikan akan datang kepadanya.

Faktor keempat adalah entrepreneurship. Ini merupakan keahlian mendasar seorang pengusaha. Setidaknya, ada lima poin yang harus dilakukan pengusaha agar mempunyai entrepreneurship. Pertama, harus senantiasa fokus pada capaian omzet. Daily activity-nya harus terus berpikir agar bisnisnya menghasilkan banyak uang.

Kedua, pengusaha harus terus memikirkan dan mengevaluasi agar pelayanannya memuaskan pelanggan. Sebab, pelanggan adalah jalan bagi datangnya uang. Sehingga kepuasan pelanggan harus menjadi konsentrasi utama pengusaha. Jika pelanggan puas terhadap pelayanan, dia tidak hanya menjadi loyal customer. Bahkan bisa menjadi customer ambassador bagi market-nya.

Ketiga, setiap pengusaha harus bisa me-manage seluruh SDM-nya. Mereka harus bekerja pada kerangka KPI (key performance indicator), peak performance-nya, dan harus bisa mengarahkan seluruh SDM-nya untuk mencapai tujuan besar bisnisnya.

Keempat, business owner harus mampu memastikan bahwa seluruh proses bisnisnya beroperasi pada biaya terendah. Cost dalam bisnis adalah hantu yang harus direduksi. Sebab, semakin efisien pengeluaran, akan semakin banyak untungnya. Lean management adalah kuncinya.

Kelima, tugas yang tidak kalah pentingnya bagi seorang pengusaha agar bisnisnya bisa bertumbuh dan berkelanjutan adalah membangun organisasi dan memperkokohnya. Orang-orang yang ada di dalam mata rantai bisnis adalah penentu bagi pertumbuhan perusahaan. Maka, membangun organisasi dan memperkokohnya adalah hal yang mutlak dilakukan oleh seorang pengusaha. (*)

Dialah Napoleon Hill, seorang peneliti sekaligus penulis buku ternama berkebangsaan Amerika. Buku itu ditulis pada tahun 1900-an. Setelah berdiskusi panjang dengan konglomerat Andrew Carnegie, Napoleon kemudian melakukan riset kepada sekitar 500 orang kaya lebih dari 20 tahun.

Menurut Carnegie, semua orang bisa hebat apabila memahami filosofi kesuksesan dan melaksanakan tahap-tahap yang diperlukan untuk mewujudkannya. Atas dasar itulah Napoleon melakukan risetnya, kemudian mengabadikannya dalam sebuah buku fenomenal yang berjudul ”Think and Grow Rich”. Konon, buku ini menjadi buku terlaris. Terjual lebih dari 15 juta eksemplar.

Selain Napoleon, banyak peniliti maupun pebisnis yang telah membuktikan kesuksesannya juga memiliki dalil serupa. Yakni, semua orang bisa sukses dan makmur asalkan memahami dan menjalankan tahap-tahap menuju kesuksesan tersebut.

Saya sudah mempelajari hampir semua teori bisnis dan teori membangun kemakmuran. Menurut saya, ada benang merah dari banyak teori dan testimoni tersebut. Setidaknya, ada empat hal yang menjadi penentu kesuksesan.

Pertama, business owner mentality. Mentalitas pengusaha merupakan perkara fundamental yang mutlak dimiliki. Mentalitas ini semacam DNA bagi pelaku usaha. Kenapa demikian? Karena mentalitas akan menjadi daya dorong yang kuat dari dalam diri. Dengan mental yang kuat itu, setiap pengusaha bisa melewati dinamika dalam perjalanan bisnisnya. Seluruh cerita kesuksesan para pengusaha hari ini adalah hasil mentalitas baja. Mentalitas tahan banting. Mentalitas pantang menyerah.

Mentalitas yang kuat ini dimiliki oleh beberapa orang terkaya. Misalnya, Jeff Bezos dengan Amazon-nya, Mark Zuckerberg dengan Facebook-nya, Bill Gates dengan Microsoft-nya, Warren Buffet sang raja investasi, Jack Ma dengan Ant Group dan Alibaba-nya, Larry Page dengan Google-nya, dan Elon Musk dengan Tesla-nya.

Mereka semua pernah gagal. Tapi rata-rata bekerja di atas manusia biasa. Tidak pernah lelah dan menyerah untuk meraih cita-citanya. Mereka juga orang yang tidak berhenti untuk terus mencari cara agar tujuannya tercapai. Mentalitas yang tangguh, kukuh, dan tak terkalahkanlah yang menjadi DNA mereka sehingga memiliki kemauan dan daya dorong unlimited untuk meraih kesuksesannya.

Faktor kedua adalah leadership (kepemimpinan). Pemimpin dalam bisnis merupakan motor penggerak. Kepemimpinan dalam bisnis bukan hanya perkara seorang pengusaha memimpin dirinya sendiri, tapi lebih dari itu. Seorang pengusaha adalah pemimpin bagi timnya dan pemimpin bagi bisnisnya.

Karakter leadership pengusaha harus bisa menghasilkan pertumbuhan dan perubahan. Sebab, keduanya akan menjadi tolok ukur kesuksesan seorang business leader. Karena itu, business leader harus memiliki kemampuan dalam lima hal. Yakni keberanian dalam mengambil risiko, kemampuan untuk terus mencari peluang, kegigihan mencari sumber daya, piawai menciptakan ekosistem, dan konsistensinya bekerja pada peak performance.

Faktor ketiga adalah spiritualitas atau keyakinan mutlak. Bagi pengusaha, keyakinan merupakan ujung dari kegigihan menjalankan strategi-strategi bisnis. Mereka berada pada destinasi keyakinan bahwa Allah SWT-lah yang menjadi final judgment. Sebuah keyakinan bahwa kemustahilan akan berujung pada kesuksesan dan kemakmuran. Sesuatu yang impossible itu bisa jadi possible. Itu karena mereka yakin bahwa ada Allah yang akan memberikan jalan keluar atas semua kesulitan dan tantangan.

Bagi pengusaha, spiritualitas akan mendekatkannya pada luck factor. Riset yang dilakukan Profesor Richard Wiseman menyebutkan, salah satu ciri orang sukses adalah selalu berprasangka baik. Mereka yakin bahwa kebaikan akan datang kepadanya.

Faktor keempat adalah entrepreneurship. Ini merupakan keahlian mendasar seorang pengusaha. Setidaknya, ada lima poin yang harus dilakukan pengusaha agar mempunyai entrepreneurship. Pertama, harus senantiasa fokus pada capaian omzet. Daily activity-nya harus terus berpikir agar bisnisnya menghasilkan banyak uang.

Kedua, pengusaha harus terus memikirkan dan mengevaluasi agar pelayanannya memuaskan pelanggan. Sebab, pelanggan adalah jalan bagi datangnya uang. Sehingga kepuasan pelanggan harus menjadi konsentrasi utama pengusaha. Jika pelanggan puas terhadap pelayanan, dia tidak hanya menjadi loyal customer. Bahkan bisa menjadi customer ambassador bagi market-nya.

Ketiga, setiap pengusaha harus bisa me-manage seluruh SDM-nya. Mereka harus bekerja pada kerangka KPI (key performance indicator), peak performance-nya, dan harus bisa mengarahkan seluruh SDM-nya untuk mencapai tujuan besar bisnisnya.

Keempat, business owner harus mampu memastikan bahwa seluruh proses bisnisnya beroperasi pada biaya terendah. Cost dalam bisnis adalah hantu yang harus direduksi. Sebab, semakin efisien pengeluaran, akan semakin banyak untungnya. Lean management adalah kuncinya.

Kelima, tugas yang tidak kalah pentingnya bagi seorang pengusaha agar bisnisnya bisa bertumbuh dan berkelanjutan adalah membangun organisasi dan memperkokohnya. Orang-orang yang ada di dalam mata rantai bisnis adalah penentu bagi pertumbuhan perusahaan. Maka, membangun organisasi dan memperkokohnya adalah hal yang mutlak dilakukan oleh seorang pengusaha. (*)

Previous articleSisi Lain
Next articleUnderground

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru