alexametrics
23.3 C
Malang
Monday, 15 August 2022

Balada Biker Sandal Jepit

’Larangan’ pengendara sepeda motor memakai sandal jepit banyak diperbincangkan seiring digelarnya Operasi Patuh Semeru 2022 mulai pekan lalu. Operasi tertib berlalu lintas oleh aparat kepolisian tersebut berakhir minggu ini (26/6).

Banyak yang bertanya-tanya, apa iya polisi menilang pemotor bersandal jepit? Tak hanya mereka yang kesehariannya selalu bersandal jepit saat berkendara yang dibuat waswas. Mereka yang lebih sering bersepatu saat naik motor juga dibuat penasaran. Karena saat keluar untuk beli makan atau belanja, lebih banyak memakai sandal jepit. Praktis dan isis menjadi alasannya.

Tentu tak perlu ikut-ikutan ’panas’ dalam polemik pro kontra biker sandal jepit seperti yang lagi happening di medsos (media sosial). Karena kontroversi itu sudah dijawab pihak kepolisian; pengendara motor jangan memakai sandal jepit tersebut bersifat imbauan saja. Hal itu pun dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pengendara. Lagi pula, jika pengendara motor bersandal jepit ditilang, bisa dibayangkan polisi bakal panen sandal jepit karena saking banyaknya….. eh, surat tilang maksudnya.

Dari sisi regulasi atau payung hukumnya juga sudah clear. Dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tak diatur kewajiban pengendara sepeda motor menggunakan sepatu. Yang ada dalam aturan tersebut dan sifatnya wajib adalah penggunaan helm ber-SNI.

Hanya saja, memang ada ketentuan yang cukup jelas menyebut pengendara sepeda motor wajib memakai sepatu. Yakni Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor untuk Kepentingan Masyarakat. Tapi, ketentuan itu berlaku untuk ojek online (ojol) saja. Itu pun tak ada ketentuan sanksi yang diberikan bagi ojol yang nekat bersandal jepit saat bekerja.

Dilihat dari sudut mana pun, mengendarai sepeda motor memakai sandal jepit memang lebih berisiko. Saat tiba-tiba mengalami musibah atau celaka pas di jalan (semoga saja tidak), bagian kaki yang terbuka memang rentan terluka, lecet, hingga terkilir di bagian persendian. Banyak kejadian, yang pakai sepatu pun ada yang sampai copot atau lepas saat mengalami kecelakaan karena talinya longgar. Apalagi yang hanya bersandal jepit lantas tiba-tiba celaka, auto perih tentunya.

Pentingnya memperhatikan aspek keselamatan saat berkendara sebenarnya sudah menjadi kesadaran banyak penikmat sepeda motor atau para biker. Terutama mereka yang memang hobi touring atau naik kendaraan roda dua dibanding menggunakan roda empat saat bepergian. Umumnya mereka menyiapkan sepatu khusus yang digunakan saat naik motor.
Model dan jenis sepatu pun mengalami banyak inovasi dan ragam pilihan. Ada sepatu yang memang dirancang khusus untuk kebut-kebutan di lintasan. Sepatu jenis ini sudah full protector yang dilengkapi dengan material karbon, plastik bermutu tinggi dan dikombinasikan dengan kulit hingga logam. Lalu ada juga sepatu untuk penikmat motor trail yang melindungi kaki saat menerobos hutan, menyusuri sungai hingga naik bukit.

Apalagi sekarang banyak brand sepatu yang menghadirkan sepatu riding jenis boots yang umumnya menggunakan material kulit dan sol karet dan dilengkapi pelindung jari-jari kaki di bagian depan dan pergelangan kaki di bagian samping.
Karena itu, saat naik sepeda motor dengan memakai sepatu casual, atau jenis boots atau sepatu khusus riding sih bebas-bebas saja. Bagi yang terbiasa ke mana-mana sarungan lantas naik motor dengan sandal pun tidak perlu khawatir bakal kena tilang. Bahkan berkendara sambil nyeker karena khawatir sepatu andalan basah saat menerjang hujan belum ada kejadian diberhentikan polisi. Tapi tentu, risiko ditanggung sendiri.

’Larangan’ pengendara sepeda motor memakai sandal jepit banyak diperbincangkan seiring digelarnya Operasi Patuh Semeru 2022 mulai pekan lalu. Operasi tertib berlalu lintas oleh aparat kepolisian tersebut berakhir minggu ini (26/6).

Banyak yang bertanya-tanya, apa iya polisi menilang pemotor bersandal jepit? Tak hanya mereka yang kesehariannya selalu bersandal jepit saat berkendara yang dibuat waswas. Mereka yang lebih sering bersepatu saat naik motor juga dibuat penasaran. Karena saat keluar untuk beli makan atau belanja, lebih banyak memakai sandal jepit. Praktis dan isis menjadi alasannya.

Tentu tak perlu ikut-ikutan ’panas’ dalam polemik pro kontra biker sandal jepit seperti yang lagi happening di medsos (media sosial). Karena kontroversi itu sudah dijawab pihak kepolisian; pengendara motor jangan memakai sandal jepit tersebut bersifat imbauan saja. Hal itu pun dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pengendara. Lagi pula, jika pengendara motor bersandal jepit ditilang, bisa dibayangkan polisi bakal panen sandal jepit karena saking banyaknya….. eh, surat tilang maksudnya.

Dari sisi regulasi atau payung hukumnya juga sudah clear. Dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tak diatur kewajiban pengendara sepeda motor menggunakan sepatu. Yang ada dalam aturan tersebut dan sifatnya wajib adalah penggunaan helm ber-SNI.

Hanya saja, memang ada ketentuan yang cukup jelas menyebut pengendara sepeda motor wajib memakai sepatu. Yakni Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor untuk Kepentingan Masyarakat. Tapi, ketentuan itu berlaku untuk ojek online (ojol) saja. Itu pun tak ada ketentuan sanksi yang diberikan bagi ojol yang nekat bersandal jepit saat bekerja.

Dilihat dari sudut mana pun, mengendarai sepeda motor memakai sandal jepit memang lebih berisiko. Saat tiba-tiba mengalami musibah atau celaka pas di jalan (semoga saja tidak), bagian kaki yang terbuka memang rentan terluka, lecet, hingga terkilir di bagian persendian. Banyak kejadian, yang pakai sepatu pun ada yang sampai copot atau lepas saat mengalami kecelakaan karena talinya longgar. Apalagi yang hanya bersandal jepit lantas tiba-tiba celaka, auto perih tentunya.

Pentingnya memperhatikan aspek keselamatan saat berkendara sebenarnya sudah menjadi kesadaran banyak penikmat sepeda motor atau para biker. Terutama mereka yang memang hobi touring atau naik kendaraan roda dua dibanding menggunakan roda empat saat bepergian. Umumnya mereka menyiapkan sepatu khusus yang digunakan saat naik motor.
Model dan jenis sepatu pun mengalami banyak inovasi dan ragam pilihan. Ada sepatu yang memang dirancang khusus untuk kebut-kebutan di lintasan. Sepatu jenis ini sudah full protector yang dilengkapi dengan material karbon, plastik bermutu tinggi dan dikombinasikan dengan kulit hingga logam. Lalu ada juga sepatu untuk penikmat motor trail yang melindungi kaki saat menerobos hutan, menyusuri sungai hingga naik bukit.

Apalagi sekarang banyak brand sepatu yang menghadirkan sepatu riding jenis boots yang umumnya menggunakan material kulit dan sol karet dan dilengkapi pelindung jari-jari kaki di bagian depan dan pergelangan kaki di bagian samping.
Karena itu, saat naik sepeda motor dengan memakai sepatu casual, atau jenis boots atau sepatu khusus riding sih bebas-bebas saja. Bagi yang terbiasa ke mana-mana sarungan lantas naik motor dengan sandal pun tidak perlu khawatir bakal kena tilang. Bahkan berkendara sambil nyeker karena khawatir sepatu andalan basah saat menerjang hujan belum ada kejadian diberhentikan polisi. Tapi tentu, risiko ditanggung sendiri.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

Menguat, Wacana Parkir Dikelola BUMD

Zumba Merah Putih

/