alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

Jurus Adjust and Adapt Atasi Krisis

Saat ini kita dipaksa, terpaksa, dan memaksa diri menjadi normal dalam ketidaknormalan. Rasa sakit, lelah akibat krisis memang menggerogoti apapun milik kita di semua bidang, khususnya bagi para pelaku usaha. New normal berarti harus ada new standar kualitas dalam bisnis usaha. Mari ciptakan new normal bagi masing masing individu.

Kita wajib waspada. Awas, jaga nyawa keluarga dan juga nyawa bisnis. Keberlangsungan bisnis haruslah tetap dijaga. Kondisi new normal adalah tantangan bagi para pelaku usaha. Bagaimana mereka harus tetap bergerak dengan tepat, cermat, dan akurat dalam kondisi seperti ini, serta memastikan nyawa keluarga dan nyawa bisnis yang dijalankan.

Dalam kondisi seperti sekarang, perlu ada new normal baru yang sesuai dengan standar masing-masing. Sesuai dengan karakter masing-masing pelaku usaha dan usahanya. Sehingga mudah dalam menjalankan kondisi new normal tersebut. Pelaku usaha harus tetap bergerak di tengah krisis. Optimis dan yakin bahwa di tengah-tengah kesulitan akibat krisis, pasti ada celah dan peluang besar untuk tumbuh dan berdaya dalam mengelola bisnis usaha.

Jadi, Jangan takut. Jangan panik, dan jangan mengeluh. Tetap berusaha dan bergerak menyelamatkan bisnis. Yakinlah, di dalam setiap kondisi yang sulit, pasti ada jalan keluar yang bisa dimanfaatkan.

Krisis merupakan kesempatan yang baik bagi pemilik usaha untuk memperbaiki standar keterampilan dan level kinerja bisnis kita. Teruslah bergerak secara aktif. Jangan malas dan jangan memble menghadapi kondisi krisis ini. Bergeraklah terus mencari segala peluang untuk tetap bertahan. Bergeraklah melawan kondisi dan bertahan untuk tetap keberlangsungan bisnis.

Dengan adanya krisis ini, pemilik usaha akan bekerja lebih hebat, lebih produktif, lebih efisien, lebih sistematis membuat arah dan pergerakan hebat dengan Adjust and Adapt. Sebuah langkah yang bisa diambil oleh pemilik usaha agar tidak mati. Agar bisa bertahan, bahkan tumbuh berdaya di tengah krisis adalah sebuah persiapan yang matang.

Para pemilik usaha harus mulai membekali tim yang akan mendukungnya dengan kompetensi-kompetensi baru yang bisa digunakan untuk beroperasi di tengah krisis. Kembangkan kompetensi yang harus dimiliki oleh masing-masing orang untuk tujuan jangka panjang. Sebuah kesempatan untuk meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia, menaikkan level standar operasional, menambah produk baru, meningkatkan mutu produk, dan meningkatkan layanan berkelas kepada pelanggan.

Para pemilik usaha juga harus mempersiapkan dirinya, terutama dengan mental dan mindset sebagai pemenang dalam kondisi krisis. Dengan kesiapan diri, pemilik usaha akan menjadi great leader dan orang-orang akan mengikutinya. Itulah saat yang tepat bagi sebuah bisnis usaha untuk siap melakukan scale up.

Memang, akan banyak hambatan yang harus dihadapi. Dalam situasi normal saja, hambatan sudah sangat besar, apalagi situasi saat ini yang sangat berat bagi para business owner. Tetapi hambatan-hambatan tersebut akan dapat diatasi dengan persiapan yang sangat baik. Caranya, adaptif dengan cepat. Para pemilik usaha juga harus melakukan penyesuaian dan adaptasi terhadap kondisi yang terjadi saat ini. Adaptasi dengan perubahan perilaku konsumen akibat krisis global.

Selain mengasah kemampuan memberdayakan tim dan bisnis, krisis ini juga akan mengasah individu kita menjadi lebih adaptif, dan agile. Leadership kita akan semakin tajam. Kepemimpinan di masa sulit dan momen krisis ini adalah kesempatan untuk menampakkan kepemimpinan sebagai pemilik usaha. Kesempatan untuk mengasah diri, melatih keterampilan, melatih kapasitas, dan melatih komunikasi karena di tengah krisis ini dibutuhkan pemimpin yang berani ambil keputusan. Pemimpin yang pandai mengelola sumber daya yang dimiliki. Pemimpin yang pandai dalam melihat peluang.

Perbanyak kebajikan. Tidak usah banyak gaya. Banyak tingkah. Hidup hemat, perbanyak sedekah. Jadilah pemimpin penggerak di masa sulit. Business owner harus menancapkan peran dan fungsi kepemimpinannya di tengah-tengah masyarakat. Pertajam posisi di lingkungannya. Jadilah pemimpin yang benar-benar mampu untuk memberikan pengaruh kepada orang lain. Jalankan fungsi-fungsi sebagai seorang pemimpin yang sebenarnya.

Jadi, Teruslah belajar. Perbanyak ilmu-ilmu baru. Pelajari dan amalkan ilmu bisnis dan kepemimpinan baik di keluarga maupun bisnis serta masyarakat. Perkuat kompentesi diri sendiri dan orang-orang sekitar untuk mendukung kebangkitan dan scale up usaha. Pijarkan kepemimpinan Anda. Gerakkan dan arahkan orang-orang untuk bersama-sama mewujudkan tujuan perusahaan. Untuk bersama-sama menyelamatkan usaha di tengah kondisi krisis seperti ini(*).

Saat ini kita dipaksa, terpaksa, dan memaksa diri menjadi normal dalam ketidaknormalan. Rasa sakit, lelah akibat krisis memang menggerogoti apapun milik kita di semua bidang, khususnya bagi para pelaku usaha. New normal berarti harus ada new standar kualitas dalam bisnis usaha. Mari ciptakan new normal bagi masing masing individu.

Kita wajib waspada. Awas, jaga nyawa keluarga dan juga nyawa bisnis. Keberlangsungan bisnis haruslah tetap dijaga. Kondisi new normal adalah tantangan bagi para pelaku usaha. Bagaimana mereka harus tetap bergerak dengan tepat, cermat, dan akurat dalam kondisi seperti ini, serta memastikan nyawa keluarga dan nyawa bisnis yang dijalankan.

Dalam kondisi seperti sekarang, perlu ada new normal baru yang sesuai dengan standar masing-masing. Sesuai dengan karakter masing-masing pelaku usaha dan usahanya. Sehingga mudah dalam menjalankan kondisi new normal tersebut. Pelaku usaha harus tetap bergerak di tengah krisis. Optimis dan yakin bahwa di tengah-tengah kesulitan akibat krisis, pasti ada celah dan peluang besar untuk tumbuh dan berdaya dalam mengelola bisnis usaha.

Jadi, Jangan takut. Jangan panik, dan jangan mengeluh. Tetap berusaha dan bergerak menyelamatkan bisnis. Yakinlah, di dalam setiap kondisi yang sulit, pasti ada jalan keluar yang bisa dimanfaatkan.

Krisis merupakan kesempatan yang baik bagi pemilik usaha untuk memperbaiki standar keterampilan dan level kinerja bisnis kita. Teruslah bergerak secara aktif. Jangan malas dan jangan memble menghadapi kondisi krisis ini. Bergeraklah terus mencari segala peluang untuk tetap bertahan. Bergeraklah melawan kondisi dan bertahan untuk tetap keberlangsungan bisnis.

Dengan adanya krisis ini, pemilik usaha akan bekerja lebih hebat, lebih produktif, lebih efisien, lebih sistematis membuat arah dan pergerakan hebat dengan Adjust and Adapt. Sebuah langkah yang bisa diambil oleh pemilik usaha agar tidak mati. Agar bisa bertahan, bahkan tumbuh berdaya di tengah krisis adalah sebuah persiapan yang matang.

Para pemilik usaha harus mulai membekali tim yang akan mendukungnya dengan kompetensi-kompetensi baru yang bisa digunakan untuk beroperasi di tengah krisis. Kembangkan kompetensi yang harus dimiliki oleh masing-masing orang untuk tujuan jangka panjang. Sebuah kesempatan untuk meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia, menaikkan level standar operasional, menambah produk baru, meningkatkan mutu produk, dan meningkatkan layanan berkelas kepada pelanggan.

Para pemilik usaha juga harus mempersiapkan dirinya, terutama dengan mental dan mindset sebagai pemenang dalam kondisi krisis. Dengan kesiapan diri, pemilik usaha akan menjadi great leader dan orang-orang akan mengikutinya. Itulah saat yang tepat bagi sebuah bisnis usaha untuk siap melakukan scale up.

Memang, akan banyak hambatan yang harus dihadapi. Dalam situasi normal saja, hambatan sudah sangat besar, apalagi situasi saat ini yang sangat berat bagi para business owner. Tetapi hambatan-hambatan tersebut akan dapat diatasi dengan persiapan yang sangat baik. Caranya, adaptif dengan cepat. Para pemilik usaha juga harus melakukan penyesuaian dan adaptasi terhadap kondisi yang terjadi saat ini. Adaptasi dengan perubahan perilaku konsumen akibat krisis global.

Selain mengasah kemampuan memberdayakan tim dan bisnis, krisis ini juga akan mengasah individu kita menjadi lebih adaptif, dan agile. Leadership kita akan semakin tajam. Kepemimpinan di masa sulit dan momen krisis ini adalah kesempatan untuk menampakkan kepemimpinan sebagai pemilik usaha. Kesempatan untuk mengasah diri, melatih keterampilan, melatih kapasitas, dan melatih komunikasi karena di tengah krisis ini dibutuhkan pemimpin yang berani ambil keputusan. Pemimpin yang pandai mengelola sumber daya yang dimiliki. Pemimpin yang pandai dalam melihat peluang.

Perbanyak kebajikan. Tidak usah banyak gaya. Banyak tingkah. Hidup hemat, perbanyak sedekah. Jadilah pemimpin penggerak di masa sulit. Business owner harus menancapkan peran dan fungsi kepemimpinannya di tengah-tengah masyarakat. Pertajam posisi di lingkungannya. Jadilah pemimpin yang benar-benar mampu untuk memberikan pengaruh kepada orang lain. Jalankan fungsi-fungsi sebagai seorang pemimpin yang sebenarnya.

Jadi, Teruslah belajar. Perbanyak ilmu-ilmu baru. Pelajari dan amalkan ilmu bisnis dan kepemimpinan baik di keluarga maupun bisnis serta masyarakat. Perkuat kompentesi diri sendiri dan orang-orang sekitar untuk mendukung kebangkitan dan scale up usaha. Pijarkan kepemimpinan Anda. Gerakkan dan arahkan orang-orang untuk bersama-sama mewujudkan tujuan perusahaan. Untuk bersama-sama menyelamatkan usaha di tengah kondisi krisis seperti ini(*).

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru