alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Cara Unggul dalam Bisnis

Siapa yang tidak mengenal ZARA, perusahaan fashion yang berpusat di Spanyol itu. Perusahaan milik seorang pria bernama Amancio Ortega ini dikenal dengan gagasan ”Fast Fashion”. Istilah fast fashion yang akhirnya menjadi corporate value bagi ZARA ini memang sangat layak dilabelkan kepadanya.

Dia mampu menghadirkan desain-desain baru hasil dari runway di Paris, Prancis, itu hanya dalam waktu 1 bulan. Padahal industri fashion yang lain umumnya membutuhkan waktu paling cepat 6 bulan. Inilah keunggulan produk ZARA yang tidak tertandingi hingga kini.
Tidak hanya itu, untuk memastikan corporate value yang dimilikinya, ZARA me-launching model busananya 2 kali dalam sebulan. Padahal, umumnya industri fashion me-launching 2 kali dalam setahun. ZARA juga memproduksi 1.000 desain per bulan yang sekaligus menjadi salah satu value-nya bahwa model busana yang dia jual di satu toko dengan toko yang lain berbeda, yang dijual antara satu negara dengan negara lain juga berbeda.

Hal ini bukan hanya membuat pola permainan baru dalam industri fashion. Banyak customer yang pada akhirnya jatuh hati pada seluruh produk-produk fashion yang di-launching dan dijual di seluruh outlet ZARA karena desain dan modelnya pasti berbeda setiap saat.
Well manage dan well organize yang dilakukan oleh sang founder Amancio Ortega ini sekaligus menjadi ZARA yang berpusat di Spanyol ini menjadi perusahaan fashion terbesar di dunia dengan konsep fast fashion-nya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh produsen dan reseller sepatu Nike. Perusahaan apparel yang sempat jatuh karena pandemi Covid-19 ini menunjukkan keunggulan pengelolaan bisnisnya di kuartal kedua tahun 2020. Pada akhir 2020 Nike mengumumkan pemasukan 11,2 USD naik 9 persen dari kuartal tahun sebelumnya. Income Nike naik menjadi 12 persen dan sahamnya melonjak menjadi 7,7 persen. Kenaikan itu tertinggi sepanjang sejarah perjalanan Nike. Itu sekaligus menjadikan nilai pasar Nike sangat fantastis, yakni 228 miliar USD.

John Donahoe, CEO Nike mengatakan, ”Pandemi global mengafirmasi bahwa perilaku konsumen berubah secara cepat dan memberikan peluang bagi kami untuk mengakselerasi proses transformasi kami,” katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, ”Kami berpindah dari legacy yaitu model wholesale distribution ke model yang dapat memberikan pelanggan kita pengalaman belanja yang lebih premium,” tambahnya.

Nike mewujudkan strategi memberikan pengalaman belanja yang lebih premium kepada customer tersebut dengan tiga cara. Pertama. Going direct to customers, selama hampir tiga tahun terakhir ini Nike telah menghentikan kerja sama dengan para wholesale-nya seperti Amazon. Mereka paham betul bahwa di era digital marketing seperti ini dia juga memiliki peluang yang besar untuk langsung menjual produknya kepada customer.

”Kami memilih partner yang lebih sedikit, yang sama seperti kami. Yakni memiliki visi menciptakan pengalaman belanja yang konsisten, terkoneksi, dan modern,” kata John Donahoe dalam sebuah wawancara.
Kedua, double down on digital. Menurut data yang mereka rilis, penjualan Nike melalui kanal digital tumbuh hingga 84 persen, bahkan para manajer menyampaikan bahwa penjualan melalui kanal digital berpotensi menjadi the majority of Nike business.

Ketiga, build experiential stores. Nike membangun store di New York City yang diberi nama House of Innovation. Store ini diciptakan agar pelanggan benar-benar mengalami sendiri secara langsung sensasi dan inovasi yang mereka ciptakan. Nike juga membangun 200 Nike Live, yakni store yang berskala lebih kecil di bagian Amerika utara yang menjadi pusat penjualan mereka.

Menurut Global Vice President Nike Direct Store Cathy Spark, tujuan membuat Nike Live adalah menjadikan Nike bagian dari komunitas, turut membantu membangun komunitas, membantu meningkatkan aktivitas olahraga, dan membantu anggota untuk meningkatkan kapasitas mereka.

Apa yang dilakukan ZARA dan Nike adalah contoh sebuah corporate business selalu mencari cara dan membuat keunggulan dalam seluruh proses bisnis yang dijalankan. Setidaknya, ada lima pelajaran yang bisa kita ambil dari ZARA dan Nike. Untuk membangun keunggulan dalam bisnisnya, yakni lima pelajaran yang menyebabkan mereka bisa terus bertumbuh dan berkembang menjadi entitas bisnis yang memberikan layanan terbaik dan pengalaman terbaik bagi customer-nya.

Lima pelajaran membangun keunggulan bisnis itu adalah, pertama, selalu bergerak, mengambil keputusan, dan tindakan terdepan dan tercepat dari pesaingnya. Menurut catatan, Nike selalu bergerak tiga langkah lebih maju dari pesaingnya, begitu juga dengan ZARA yang selalu menjadi terdepan dan tercepat dalam memproduksi desain dan baju yang dijual di toko-toko mereka di seluruh dunia. Nike dan ZARA meneropong peluang dengan sangat tajam dan mengeksekusi gagasan dan inovasi dengan gagah berani.

Kedua, penyerangan adalah pertahanan yang terbaik. CEO Nike John Danahoe menyampaikan bahwa hasil positif yang kuat yang didapatkan Nike selama masa yang dinamis ini menunjukkan kekuatan yang diperoleh dengan tetap mengambil posisi menyerang. Pada saat krisis seperti ini, kebanyakan orang mencari aman dan fokus pada bertahan, tapi tidak bagi Nike. Mereka terus melakukan gebrakan dan penetrasi pasar meski dalam kondisi krisis seperti sekarang ini.

Ketiga, mencurahkan perhatian terbesarnya untuk pelanggan. ZARA dan Nike selalu menjadikan pelanggannya sebagai objek untuk melakukan riset secara terus menerus dan berkelanjutan, bahkan ZARA menjadikan seluruh pegawainya menjadi surveyor untuk mengumpulkan data pelanggan. Misalnya tren fashion yang diharapkan pelanggan. Maka tidak heran jika setiap desain dan model baju yang diproduksi oleh ZARA selalu diminati dan laris di pasaran.

Keempat, memilih mitra bisnis secara strategis. ZARA dan Nike sangat selektif mencari mitra. Mereka mencari mitra yang benar-benar sevisi dan memiliki pemahaman yang sama terkait memenuhi keinginan pelanggan.

Kelima, mengoptimalkan transformasi digital sebagai platform penjualan dan bisnis. ZARA bahkan mampu memproduksi 1.000 desain per bulan yang itu didapatkan dari kecepatan informasi yang diberikan oleh pegawainya di seluruh toko.
Menjaga keunggulan dalam bisnis adalah tindakan dan behaviour yang mutlak dilakukan oleh semua pelaku bisnis. Sebab, dengan menjaga keunggulan dalam bisnis, maka sama saja kita telah menjaga pundi-pundi uang kita. (*)

Siapa yang tidak mengenal ZARA, perusahaan fashion yang berpusat di Spanyol itu. Perusahaan milik seorang pria bernama Amancio Ortega ini dikenal dengan gagasan ”Fast Fashion”. Istilah fast fashion yang akhirnya menjadi corporate value bagi ZARA ini memang sangat layak dilabelkan kepadanya.

Dia mampu menghadirkan desain-desain baru hasil dari runway di Paris, Prancis, itu hanya dalam waktu 1 bulan. Padahal industri fashion yang lain umumnya membutuhkan waktu paling cepat 6 bulan. Inilah keunggulan produk ZARA yang tidak tertandingi hingga kini.
Tidak hanya itu, untuk memastikan corporate value yang dimilikinya, ZARA me-launching model busananya 2 kali dalam sebulan. Padahal, umumnya industri fashion me-launching 2 kali dalam setahun. ZARA juga memproduksi 1.000 desain per bulan yang sekaligus menjadi salah satu value-nya bahwa model busana yang dia jual di satu toko dengan toko yang lain berbeda, yang dijual antara satu negara dengan negara lain juga berbeda.

Hal ini bukan hanya membuat pola permainan baru dalam industri fashion. Banyak customer yang pada akhirnya jatuh hati pada seluruh produk-produk fashion yang di-launching dan dijual di seluruh outlet ZARA karena desain dan modelnya pasti berbeda setiap saat.
Well manage dan well organize yang dilakukan oleh sang founder Amancio Ortega ini sekaligus menjadi ZARA yang berpusat di Spanyol ini menjadi perusahaan fashion terbesar di dunia dengan konsep fast fashion-nya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh produsen dan reseller sepatu Nike. Perusahaan apparel yang sempat jatuh karena pandemi Covid-19 ini menunjukkan keunggulan pengelolaan bisnisnya di kuartal kedua tahun 2020. Pada akhir 2020 Nike mengumumkan pemasukan 11,2 USD naik 9 persen dari kuartal tahun sebelumnya. Income Nike naik menjadi 12 persen dan sahamnya melonjak menjadi 7,7 persen. Kenaikan itu tertinggi sepanjang sejarah perjalanan Nike. Itu sekaligus menjadikan nilai pasar Nike sangat fantastis, yakni 228 miliar USD.

John Donahoe, CEO Nike mengatakan, ”Pandemi global mengafirmasi bahwa perilaku konsumen berubah secara cepat dan memberikan peluang bagi kami untuk mengakselerasi proses transformasi kami,” katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, ”Kami berpindah dari legacy yaitu model wholesale distribution ke model yang dapat memberikan pelanggan kita pengalaman belanja yang lebih premium,” tambahnya.

Nike mewujudkan strategi memberikan pengalaman belanja yang lebih premium kepada customer tersebut dengan tiga cara. Pertama. Going direct to customers, selama hampir tiga tahun terakhir ini Nike telah menghentikan kerja sama dengan para wholesale-nya seperti Amazon. Mereka paham betul bahwa di era digital marketing seperti ini dia juga memiliki peluang yang besar untuk langsung menjual produknya kepada customer.

”Kami memilih partner yang lebih sedikit, yang sama seperti kami. Yakni memiliki visi menciptakan pengalaman belanja yang konsisten, terkoneksi, dan modern,” kata John Donahoe dalam sebuah wawancara.
Kedua, double down on digital. Menurut data yang mereka rilis, penjualan Nike melalui kanal digital tumbuh hingga 84 persen, bahkan para manajer menyampaikan bahwa penjualan melalui kanal digital berpotensi menjadi the majority of Nike business.

Ketiga, build experiential stores. Nike membangun store di New York City yang diberi nama House of Innovation. Store ini diciptakan agar pelanggan benar-benar mengalami sendiri secara langsung sensasi dan inovasi yang mereka ciptakan. Nike juga membangun 200 Nike Live, yakni store yang berskala lebih kecil di bagian Amerika utara yang menjadi pusat penjualan mereka.

Menurut Global Vice President Nike Direct Store Cathy Spark, tujuan membuat Nike Live adalah menjadikan Nike bagian dari komunitas, turut membantu membangun komunitas, membantu meningkatkan aktivitas olahraga, dan membantu anggota untuk meningkatkan kapasitas mereka.

Apa yang dilakukan ZARA dan Nike adalah contoh sebuah corporate business selalu mencari cara dan membuat keunggulan dalam seluruh proses bisnis yang dijalankan. Setidaknya, ada lima pelajaran yang bisa kita ambil dari ZARA dan Nike. Untuk membangun keunggulan dalam bisnisnya, yakni lima pelajaran yang menyebabkan mereka bisa terus bertumbuh dan berkembang menjadi entitas bisnis yang memberikan layanan terbaik dan pengalaman terbaik bagi customer-nya.

Lima pelajaran membangun keunggulan bisnis itu adalah, pertama, selalu bergerak, mengambil keputusan, dan tindakan terdepan dan tercepat dari pesaingnya. Menurut catatan, Nike selalu bergerak tiga langkah lebih maju dari pesaingnya, begitu juga dengan ZARA yang selalu menjadi terdepan dan tercepat dalam memproduksi desain dan baju yang dijual di toko-toko mereka di seluruh dunia. Nike dan ZARA meneropong peluang dengan sangat tajam dan mengeksekusi gagasan dan inovasi dengan gagah berani.

Kedua, penyerangan adalah pertahanan yang terbaik. CEO Nike John Danahoe menyampaikan bahwa hasil positif yang kuat yang didapatkan Nike selama masa yang dinamis ini menunjukkan kekuatan yang diperoleh dengan tetap mengambil posisi menyerang. Pada saat krisis seperti ini, kebanyakan orang mencari aman dan fokus pada bertahan, tapi tidak bagi Nike. Mereka terus melakukan gebrakan dan penetrasi pasar meski dalam kondisi krisis seperti sekarang ini.

Ketiga, mencurahkan perhatian terbesarnya untuk pelanggan. ZARA dan Nike selalu menjadikan pelanggannya sebagai objek untuk melakukan riset secara terus menerus dan berkelanjutan, bahkan ZARA menjadikan seluruh pegawainya menjadi surveyor untuk mengumpulkan data pelanggan. Misalnya tren fashion yang diharapkan pelanggan. Maka tidak heran jika setiap desain dan model baju yang diproduksi oleh ZARA selalu diminati dan laris di pasaran.

Keempat, memilih mitra bisnis secara strategis. ZARA dan Nike sangat selektif mencari mitra. Mereka mencari mitra yang benar-benar sevisi dan memiliki pemahaman yang sama terkait memenuhi keinginan pelanggan.

Kelima, mengoptimalkan transformasi digital sebagai platform penjualan dan bisnis. ZARA bahkan mampu memproduksi 1.000 desain per bulan yang itu didapatkan dari kecepatan informasi yang diberikan oleh pegawainya di seluruh toko.
Menjaga keunggulan dalam bisnis adalah tindakan dan behaviour yang mutlak dilakukan oleh semua pelaku bisnis. Sebab, dengan menjaga keunggulan dalam bisnis, maka sama saja kita telah menjaga pundi-pundi uang kita. (*)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/