alexametrics
22.6 C
Malang
Monday, 16 May 2022

Agus Sunyoto

Jimat (8)

DELAPAN

Saya hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Bragalba yang mengaku kalau latar pemberian pusaka itu berdasar mimpi. Saya segera tanggap akan apa yang dimaksud Bragalba. Sebab, dalam dunia perdagangan barang langka, soal mimpi dan tetek bengek yang lain selalu menjadi tumpuan utama untuk melambungkan harga barang. Dan menghadapi orang macam Bragalba, saya yang sudah berpengalaman sudah tahu persis kalau di balik uraiannya tentang mimpi juga terselip maksud menjual ketiga barang dagangannya dengan harga tinggi. Itu sebabnya tanpa menunggu lebih lama langsung saya menerka maksudnya: “Kalau menurut mimpi sampeyan pusaka ini cocok untuk saya, berapa kira-kira mas kawinnya?”

“Mas kawin?” gumam Bragalba kaget.

“Lho, berjualan barang pusaka kan mesti ada mas kawinnya, Pak Bragalba?” gumam saya apa adanya…. selengkapnya baca di edisi cetak Jawa Pos Radar Malang (bersambung)

DELAPAN

Saya hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Bragalba yang mengaku kalau latar pemberian pusaka itu berdasar mimpi. Saya segera tanggap akan apa yang dimaksud Bragalba. Sebab, dalam dunia perdagangan barang langka, soal mimpi dan tetek bengek yang lain selalu menjadi tumpuan utama untuk melambungkan harga barang. Dan menghadapi orang macam Bragalba, saya yang sudah berpengalaman sudah tahu persis kalau di balik uraiannya tentang mimpi juga terselip maksud menjual ketiga barang dagangannya dengan harga tinggi. Itu sebabnya tanpa menunggu lebih lama langsung saya menerka maksudnya: “Kalau menurut mimpi sampeyan pusaka ini cocok untuk saya, berapa kira-kira mas kawinnya?”

“Mas kawin?” gumam Bragalba kaget.

“Lho, berjualan barang pusaka kan mesti ada mas kawinnya, Pak Bragalba?” gumam saya apa adanya…. selengkapnya baca di edisi cetak Jawa Pos Radar Malang (bersambung)

Previous articleJimat (7)
Next articleSumpah ‘Serapah’ Pemuda

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/