Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Implementasi Kurikulum Merdeka, SMKN 2 Kota Malang Gelar Projek P5 Praktik Akad Nikah dan Temu Manten Adat Jawa

Indra Andi • Selasa, 27 Februari 2024 | 19:50 WIB
Susbaidah, S.Pd.
Susbaidah, S.Pd.

Menggelar acara nikahan dan resepsi sepertinya sudah biasa dilakukan oleh Wedding Organizer (WO) namun bagaimana jadinya jika hal tersebut dilakukan oleh oleh para peserta didik di SMKN 2 Kota Malang dalam rangka kegiatan Project Based Learning (PJBL) sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang diusung oleh Kementerian Pendidikan RI untuk melakukan proses pembelajaran sampai dengan kegiatan unjuk kerja penilaian akhir semester.Kegiatan projek ini memerlukan waktu selama 1.5 bulan, mulai dari perencaanaan hingga pelaksanaan penilaian kolaborasi antar mata pelajaran.

             Selain itu, kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan rasa budaya cinta tanah air  peserta didik SMK Negeri 2 Malang. Dalam proyek implementasi  Projek P5  (Projek Penguatan Profil  Pancasila) belajar kali ini untuk  Tema Kearifan Lokal, para pelajar dari 6 jurusan berbeda mulai jurusan ULW (Usaha Layanan Wisata), PS (Pekerja Sosial), TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan), jurusan Kuliner, AKC (Asisten Keperawatan Dan Care Giver) dan jurusan PHT (perhotelan) melaksakan praktik akad nikah secara Islam dengan penuh antusias. Kegiatan tersebut merupakan projek pelajaran PAI atau Pendidikan Agama Islam berkolaborasi dengan pelajaran Bahasa Daerah, Seni Budaya dan  pelajaran Sejarah Indonesia. Para peserta didik tersebut melaksanakan praktik belajar prosesi akad nikah secara syariat Islam. Di situ mereka  melakukan kegiatan secara berkelompok mulai dari merencanakan, pembagian personil ,siapa yang bertindak sebagai pengantin, sebagai orang tua, pengiring dan sebagainya, termasuk mereka merencanakan bagaimana nanti apa saja yang dipersiapkan saat pernikahans eperti mahar, seserahan, merias. Mereka melakukannya di masjid yang ada di sekolah . Melalui praktik pembelajaran tersebut, diharapkan seluruh peserta didik SMKN 2 bisa merasakan pembelajaran yang bermakna, sehingga nantinya bisa dipraktikkan di kehidupan nyata setelah lulus sekolah nanti.

            Setelah kegiatan akad nikah, dilanjutkan dengan acara Temu Manten mengusung adat Jawa. Kegiatan ini juga masih merupakan rangkaian penilaian projek P5. Dilaksanakan secara kolaborasi dan tetap dalam pembimbingan guru-guru  dan fasilitator P5  mulai dari detail  bagaimana design dekorasi pengantin, weedding organizer, susunan acara, ritual hingga jamuan makan tamu, dan design undangan. Projek Praktik tersebut terlihat seperti sebuah pesta pernikahan asli berbalut budaya Jawa. Dalam proyek ini peserta didik belajar langsung mengenal urutan budaya temu manten dari awal sampai akhir. Mulai dari silih kembang mayang atau tukar kembang mayang hingga yang terakhir adalah sungkem kepada orangtua. Praktiknya, para siswa dari 6 jurusan berbeda dibagi menjadi tiga kelompok besar yang akan tampil di tiga sesi berbeda. Satu kelompok terdiri dari dua jurusan. Perannya ada manten laki-laki, manten perempuan, bapak ibu manten laki-laki, bapak ibu manten perempuan, dua kembar mayang wanita, dua kembar mayang laki-laki, pranoto coro, juru sembaga, juru rias, lalu tamu pengiring, ada yang menjadi tamu undangan. Dan untuk penilaian terkait proses persiapan konsumsi hingga penyajian menu makanan bagi tamu pernikahan, pelajaran produktip kuliner juga berkolaborasi dalam projek ini.  Dan menariknya, sebagian wali murid juga turut diundang ke sekolah untuk bisa menyaksikan unjuk kerja sekaligus kreasi siswa itu. Dalam hal ini, wali murid bertindak sebagai tamu undangan. Sehingga siswa nampak lebih antusias.

            Dan tujuan akhir dari projek ini diharapkan mampu membantu para peserta didik  SMKN 2 Malang untuk menambah pengetahuan dan wawasan terkait upacara adat budaya Jawa. khususnya pada prosesi temu manten. Hal inisangat penting bagi peserta didik karena di era modern ini, anak-anak kurang minat atau kurang mengetahui apa yang dinamakan temu manten. antinya, proyek ini juga akan menjadi penilaian unjuk kerja para siswa di akhir semester. Sekaligus menjadi bekal siswa sebelum benar-benar terjun ke masyarakat. dan mewujudkan generasi muda Indonesia yang unggul, berkarakter, dan mencintai budaya sendiri.

 

Editor : Indra Andi
#SMKN 2 Kota Malang #Implementasi Kurikulum Merdeka #Project Based Learning