MALANG KOTA – Optimalisasi kepariwisataan di Kota Malang dari dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) juga dioptimalkan para perbankan di Kota Malang. Misalnya, melalui tawaran corporate social responsibility (CSR) dari perbankan hingga tambahan diskon tour travel seperti ajang GATF Phase II.

”Kalau jumlah wisatawan tahun per tahun itu pastinya meningkat, terutama wisatawan mancanegara,” ujar Kepala Disbudpar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni. Hingga semester awal lalu, setidaknya  tercatat ada 15 ribu turis asing yang berekreasi di Kota Pendidikan ini. Angka tersebut naik lebih dari 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya. ”Dalam periode yang sama tahun 2017, wisatawan mancanegara yang ke Kota Malang hanya enam ribuan orang saja,” ungkapnya.

”September lalu cukup bagus angka wisatawan mancanegara (wisman)-nya. Karena Eropa tengah memasuki libur panjang dan hotel saja penuh bulan lalu,” tutur Ida. Sementara itu, kenaikan jumlah wisatawan, menurut Ida, tak hanya terjadi pada wisatawan asing. Jumlah wisatawan lokal juga naik. Hingga Agustus ini, tercatat pergerakan turis lokal mencapai 7,5 juta banyaknya. Sedangkan tahun lalu, pergerakan turis lokal menyentuh angka lima juta pada periode yang sama. Nah, di sinilah potensi perbankan bisa masuk. Misalnya, menggandeng perhotelan, restoran, dan paling utama, tiket pesawat. ”Kalau menggandeng disbudpar, silakan. Kalau biasanya, perbankan menggandeng via CSR,” ujar dia.

Jika perbankan memberikan penawaran khusus di tiket transportasi turis lokal dan mancanegara, ini jadi daya tarik sendiri untuk iklim bisnis pariwisata Kota Malang. Lantaran, harga tiket transportasi cenderung lebih mudah naik-turun ketimbang harga lainnya. ”Kedua, baru harga hotel. Kalau masuk high season kan jadi mahal,” kata Dayu, panggilan akrabnya.

Sementara itu, dunia perbankan, baik Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan seluruh lapisan pemerintah siap menjalankan sembilan strategi kepariwisataan (selengkapnya baca grafis). Untungnya, sembilan strategi itu sudah diterapkan oleh ketiga daerah di Malang Raya yang saling bersinergi.

Poin-poin utama, misalnya penguatan sinergi promosi destinasi pariwisata, penerapan intensifikasi layanan sistem pembayaran, hingga peningkatan akses pembiayaan bagi kegiatan usaha di sektor pariwisata sendiri sudah diterapkan. ”Misalnya, di bidang pariwisata, perbankan bisa menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR),” kata Ida. Di poin sembilan strategi lainnya, penguatan data dan informasi pariwisata juga sudah diterapkan di Malang.

Misalnya, melalui penetapan nomenklatur klasifikasi jenis usaha yang termasuk dalam bidang pariwisata sebagai dasar perumusan kebijakan. Atau dengan peningkatan kualitas survei profil wisatawan mancanegara untuk mengetahui pola perjalanan, pengeluaran, dan umpan balik dari hasil kunjungan ke destinasi wisata. ”Intinya, dari semua strategi kepariwisataan, kami wajib menjaga iklim bisnis tetap cerah dan berkembang,” tukas Ida.

Pewarta: Sandra Desi
Copy Editor: Amalia
Penyunting: Mardi Sampurno