Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemilik Kendaraan Listrik di Kota Malang Dibayangi Biaya Ganti Baterai

Aditya Novrian • Selasa, 16 April 2024 | 03:00 WIB
Photo
Photo

KOTA MALANG - Memiliki kendaraan listrik diklaim lebih menguntungkan.

Baik itu jenis motor atau mobil.

Keduanya memiliki keuntungan ramah di kantong seperti lebih hemat uang bahan bakar hingga pembayaran pajak tahunan. 

Namun, ada satu hal yang membayangi para pemilik kendaraan listrik.

Yakni biaya penggantian baterai baru. Harganya pun cukup mahal, bisa 30-50 persen dari harga kendaraan yang dibeli. 

Baca Juga: Titik-Titik Pengisian Baterai Kendaraan Listrik di Malang

Sebagian pemilik kendaraan sudah mengetahui risiko tersebut.

Sebagai antisipasinya, mereka mulai menabung agar punya dana cadangan.

Salah satunya dilakukan Rezi Artha Kurnia Budhi yang memiliki mobil Wuling Binguo.

”Harga ganti baterai saja menyentuh Rp 125 juta. Itu jika ganti di luar garansi, tapi tetap saya antisipasi,” kata Rezi.

Biaya ganti baterai itu terbilang cukup mahal.

Karena Rezi membeli mobil tersebut di harga Rp 365 juta pada Januari lalu.

Ada beberapa kendala lain yang dirasakan Rezi.

Kendala itu yakni minimnya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kota Malang. 

”Di SPKLU waktu mengisi daya hanya butuh 45 menit, beda kalau di rumah,” tambahnya.

Pengisian full menggunakan listrik rumah butuh waktu 7 jam.

Dengan jarak tempuh maksimal 400 kilometer. 

Di tempat terpisah, Ali Mayzaldi yang beralih ke motor listrik juga merasakan hal yang serupa.

Dia sedikit terbayangi dengan biaya ganti baterai baru yang terbilang mahal.

”Saya beli motor listrik United TX-1800 di harga Rp 26 juta, untuk ganti baterai saja  di angka Rp 7 juta,” jelas dia.

Meski demikian, dia yang sudah memakai selama setahun belum ada kendala sama sekali.

Ali menambahkan, jika motor listrik cukup worth it untuk pemakaian jarak tempuh yang pendek.

Sementara jika jarak tempuh jauh, seperti luar kota, dirinya memilih menggunakan motor biasa. (ori/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#baterai #mobil listrik