MALANG KOTA – Satu gol yang diukir Ahmad Nur Hardianto pada laga lawan Persita Tangerang di Stadion Benteng Taruna Minggu (3/2) mempertegas julukan yang melekat padanya di musim lalu: supersub.

Pada laga itu, Hardianto baru masuk pada menit ke-90. Menggantikan Robert Lima Guimaraes. Namun, tak butuh waktu lama bagi Hardianto untuk mencatatkan namanya di papan skor.

Hardianto mencetak gol melalui tembakan kaki kanan usai memanfaatkan  umpan Johan Ahmad Alfarizie.

Pemain bernomor punggung sembilan itu tentu senang dengan satu gol yang dia cetak. Meski lagi-lagi, dia harus turun dari bangku cadangan.

Ada satu keuntungan ketika Hardianto dicadangkan lebih dulu. Dia punya waktu untuk mengobservasi lawan.  ”Ya, kalau di bench itu saya mengamati. Saya lihat semua pemain lawan,” kata dia di sela-sela perjalanan dari Tangerang kembali ke Malang Senin siang (4/2).

Bagi dia, tidak ada pemain sepak bola yang sempurna. Pasti, ada kekurangan yang dimiliki. Termasuk, dalam strategi yang dimainkan pelatih. Pasti ada celahnya. ”Saya lihat dulu bagaimana tipikal lawan karena pemain pasti ada kekurangannya, dan juga selama pertandingan pasti ada kesalahan yang dilakukan. Itu yang saya manfaatkan,” kata dia.

Dedik Setiawan pun menyambut baik gol rekannya itu. Bagi dia, yang penting Arema bisa menang di setiap pertandingan. Terlepas siapa pun yang cetak gol. ”Ya, itu sepak bola, kadang baru masuk namun bisa dimanfaatkan menjadi sebuah gol,” kata dia.

Sebagai informasi tambahan, musim lalu, di Liga 1, Hardianto mencetak lima gol untuk Arema FC. Seluruh gol itu terjadi saat Hardianto bermain sebagai pemain pengganti.

Total, musim lalu Hardianto bermain dalam 15 pertandingan. Tiga di antaranya sebagai starter. Namun, ketika mendapatkan kesempatan bermain sebagai starter, Hardianto tak mencetak gol.

Pewarta               : Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Indra Mufarendra
Fotografer          : Darmono