Jawapos.com – Perdagangan online di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), terbilang berkembang cukup pesat. Ini terlihat jelas dari tingginya aktivitas perusahaan jasa titip (PJT) yang melakukan pengiriman barang melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Bahkan beberapa waktu lalu, terjadi penumpukan barang di gudang kargo bandara karena banyaknya barang keluar-masuk yang tidak sebanding dengan daya angkut.

Januari ini, ada wacana bahwa PJT akan melakukan penyesuaian tarif. Rencana tersebut mendapat tanggapan dari pelaku usaha perdagangan online. Mereka mengharapakan perbaikan sistem demi terjaganya iklim usaha yang sudah mulai berjalan baik.

Salah satu pedagang online di Batam Sutris Astari, 30, menyampaikan, rencana kenaikan biaya pengiriman dari PJT harus sejalan dengan kualitas layanan. Saat ini, layanan yang diberikan PJT dinilai masih jauh dari harapan.

Sutris sendiri sering mendapati penundaan pengiriman barang, waktu sampai barang kiriman yang tidak sesuai, hingga pembatatalan pengiriman. Hal itu berujung pada komplain pelanggan. “Entah kenapa di sini (Batam) beda. Bulan ini lancar, bulan depan bermasalah lagi. Kami juga tidak paham juga apa masalahnya,” kata Sutris di Batam, Senin (14/1).

Menurut Sutris, kondisi ini sangat berpengaruh pada bisnis yang ditekuninya sejak beberapa tahun belakangan. Kepercayaan pembeli kepada padagang selalu menjadi taruhan ketika terjadi persoalan. Hal ini tentu sangat mengganggu model bisnis yang memang mensyaratkan dilakukannya pembayaran di depan.

Berkaca dari pengalaman tersebut, Sustris mengharapkan agar pihak-pihak terkait bisa menjaga stabilitas dan kelancaran transaksi pengiriman. Walaupun akhirnya akan terjadi kenaikan, Sutris mengaku tidak mempermasalahkannya. Sebab memang persoalaan stabilnya arus pengiriman barang lebih memberi dampak pada keberlangsungan usaha yang dijalankan.

“Kalau itu (kenaikan biaya pengiriman) bisa membuat pengiriman lancar, tidak masalah. Kami ingin pengiriman lancar seperti di Pekanbaru,” harap Sutris.

Editor           : Sofyan Cahyono

Reporter      : Bobi Bani